REVIEW Hotel Transylvania 2, Bukan Sekadar Tontonan Menyenangkan

Hotel Transylvania 2 kisahnya terasa dekat dengan kita, penontonnya.

Diterbitkan 27 September 2015, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kita lalu melihat Drakula mengajari Dennis menjadi vampir. Ia diajak menakuti orang hingga ke kamp pelatihan vampir-vampir bocah.

Adegan film Hotel Transylvania 2. (dok. Sony Pictures)

Berhasilkah upaya si kakek Drakula mengubah cucunya jadi vampir?

Mudah menebaknya. Yang menonton film animasi The Incredibles milik Pixar dan ingat dengan karakter bayi Jack-Jack pasti tahu jawabannya. Tapi bukan pertanyaan apa Dennis akhirnya jadi vampir atau tidak yang membuat Hotel Transylvania 2 ini tontonan menyenangkan.

Sejatinya, baik Hotel Transylvania pertama dan kedua yang dipersembahkan Adam Sandler lewat bendera Sony Pictures Animation ini berkisah tentang kita, para manusia.

Kisah seorang ayah yang over-protektif pada putrinya yang mulai mengenal lawan jenis sangatlah manusiawi dan universal. Hal tersebut tak hanya terjadi di dunia vampir, tapi juga dunia manusia di kebudayaan mana saja.

Adegan film Hotel Transylvania 2. (dok. Sony Pictures)

Begitu juga kisah tentang kakek yang sayang cucu dan ingin cucunya jadi hebat seperti dia. Pun di Hotel Transylvania 2 ini kita ketemu Mavis, sang ibu, yang tak mempermasalahkan putranya bakal jadi vampir atau manusia.

Sikap Mavis ini cerminan sifat ibu yang baik yang bisa Anda temukan di belahan dunia mana pun. Seorang ibu akan menganggap putranya sosok terbaik. Ibu tak pernah menganggap anaknya cacat atau punya kekurangan hanya karena tak jadi vampir.

Di sini kemudian Hotel Transylvania 2 tak hanya fun ditonton, tapi juga terasa dekat dengan kita.** (Ade/Feb)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan