Sukses

Fenomena Artis Kawin-Cerai

MENIKAH lagi, cerai lagi. Itulah kehidupan sebagian artis dari dulu hingga sekarang. Bagi Rancy Milano yang telah tiga kali menjanda, kawin-cerai bukan menjadi pilihan hidupnya, melainkan jalan hidup. Karena itu, ia mengaku tak pernah menyesali dan kapok untuk kawin lagi. Perempuan muda ini berprinsip lebih baik gagal di usia muda daripada susah di hari tua. Dia juga berpandangan lebih baik nikah berkali-kali daripada berzina. "Hidup nggak selalu dikasih lurus-lurus sama yang di Atas, pasti kita dikasih belok ke kiri, ke kanan, nanjak dan ke bawah. Saya percaya itu. Tapi kalau dikasih jodoh yang begitu lagi, pasrah aja," ujar kakak kandung artis Elma Theana ini. Penyanyi lawas Ivo Nilakresna juga berpendapat demikian. Meski telah tujuh kali kawin-cerai, ia setuju cara hidup seperti itu. "Siapa yang pengen cerai? Siapa sih yang nggak mau bahagia? Kalau bisa, saya pengen dalam hidup matinya bergandengan," kata ibu artis Astri Ivo ini. Ivo berkisah, ia pernah dianggap mempermainkan lembaga perkawinan. Ada yang bilang Ivo Nilakresna kawin cerai kayak makan kue aja. Pernah juga Astri Ivo pulang menangis karena ibunya dibilang tukang kawin. Seperti halnya Ivo, Marini Soerjosoemarno tak ingin hidup berganti-ganti suami seperti yang pernah dijalaninya. "Bukan hal yang baik dan menyenangkan. Saya pikir orang yang mengalami ada rasa sedih," ujar istri Burhan Nur Abdullah ini. Namun, ia mengaku tak ingin mempertahankan rumah tangga yang sudah dirasakan tak dapat diperbaiki. "Saya lebih baik sebuah perceraian yang sehat daripada perkawinan yang nggak sehat," kata dia. Marini tak menampik faktor ekonomi menjadi kendala dalam rumah tangga. Terkadang perempuan merasa hebat dari suami karena mampu mencari materi. "Sebagai kodrat, perempuan harus menghormati suami. Jadi keseimbangan ini kadang-kadang salah kaprah," jelas Marini. Marini percaya perkawinan akan langgeng kalau kedua belah pihak saling memberi dan saling menyesuaikan diri. Dia juga meyakini perkawinan adalah karunia Tuhan yang sebetulnya tidak susah. "Yang bikin susah kita sendiri," tutur bintang layar lebar era `70-an ini. Masalah ekonomi hanya salah satu faktor yang menjadi pemicu perceraian. Banyak lagi faktor lain yang melatarbelakangi. Salah satunya adalah faktor kepuasan seks. Hal ini dibenarkan pakar seks Naek L. Tobing. Namun, jika dibandingkan dengan rumah tangga kalangan biasa, Naek berpandangan perceraian disebabkan faktor ini lebih banyak terjadi di kalangan selebriti karena mereka lebih mudah mendapat pasangan baru. Prof. DR. Dadang Hawari justru berpendapat lain. Dokter ahli jiwa ini berpandangan fenomena kawin-cerai artis nasional seperti kehidupan selebriti Barat. Menurut dia, hal ini tak lepas dari pemahaman mereka yang minim tentang arti sebuah perkawinan. Prof DR. Sartono Mukadis malah menganggap bodoh orang yang menjadikan perkawinan sebagai bagian dari tren. "Perkawinan artis seperti kosong," kata psikolog ini.
    Viral, Aksi Prank Kylie Jenner di Los Angeles
    Loading