Tujuh Film Asyik Berlatar Sekolah

Kami mencoba mengingat-ingat lagi film berlatar sekolah yang asyik. Dan didapatlah daftar ini. Selamat menonton film-filmnya.

Diterbitkan 16 Juni 2014, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menurut Anda berada di kelas, mengikuti guru mengajar, mengerjakan tugas soal matematika, fisika, sejarah atau bahasa merupakan hal membosankan? Bisa iya, bisa tidak.

Namun, ketika menonton film yang setting-nya kelas, terasa betul kalau sekolah sangatlah mengasyikkan. Usai nonton biasanya kita langsung membayangkan dan bergumam, andai sekolah saya dulu seasyik di film.

Apa saja sih film berlatar sekolah yang asyik? Kami mencoba mengingat-ingat lagi film berlatar sekolah yang asyik. Dan didapatlah daftar ini. Selamat menonton film-filmnya.(Ade/Mer)

The Breakfast Club

The Breakfast Club (Sutr. John Hughes, 1985)

Ini adalah cenderamata dari sineas jenius era 1980-an John Hughes. Di era itu, Hughes didapuk sebagai Bapaknya Film Remaja Hollywood. Hughes cerdas menangkap jiwa zaman masa itu. The Breakfast Club ini salah satunya yang dibintangi Emilio Estevez dan Molly Ringwald yang ngetop di dekade itu. Filmnya mengambil setting saat lima siswa dengan sifat dan karakter berbeda menjalani hukuman di sebuah kelas. Saling benci dan tak saling mengenal, mereka akhirnya terbuka satu sama lain, dan mendapati ternyata memilki persamaan yang tak pernah mereka kira.

Dead Poets Society

Dead Poets Society (Sutr. Peter Weir, 1989)

Di film ini para remaja terpikat pada puisi. Di sini, puisi merupakan tokoh utama yang tak nampak, tapi dengan cepat bisa menyihir sejumlah anak muda. Berkat puisi-puisi yang didengungkan guru bahasa Inggris (diperankan Robin Williams), anak-anak muda di film ini (di antaranya dibintangi Robert Sean Leonard, Ethan Hawke) menghambur ke alam imajinasi dan kebebasan. Mereka berkumpul dalam gelap hutan, saling membacakan puisi dan menyebut diri Dead Poets Society. Sungguh, puisi tak pernah seasyik ini sebelumnya.

Dangerous Minds

 Dangerous Minds (Sutr. John N. Smith, 1995)

Pernah membayangkan punya guru bernama Michelle Pfeiffer? Pasti asyik. Di Dangerous Minds, Pfeiffer berperan sebagai Louanne Johnson, mantan mariner yang beralih jadi guru di sebuah sekolah di wilayah miskin dan rawan kejahatan. Murid-murid yang harus dihadapinya tak peduli dengan sekolah, dan memendam persoalan hidup masing-masing. Setelah tak dianggap, Louanne menggunakan berbagai cara tak lazim untuk mengajar (menggunakan karate, lirik Bob Dylan dan macam-macam lagi) demi mendapat perhatian dan kepercayaan muridnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

The Emperor's Club (Sutr. Michael Hoffman, 2002) Selama puluhan tahun, sebuah SMA khusus pria menggelar tradisi lomba menguji pengetahuan siswanya tentang sejarah Romawi. Pemenangnya mendapat gelar Julius Caesar. Jurinya adalah William Hundert (Kevin Kline), sang guru sejarah. Tersebutlah Sedgewick Bell (Emile Hirsch), murid baru yang sombong dan pemberontak. Siapa sangka Bell jadi finalis. Hundert awalnya bangga, tapi rasa itu tak lama. Hundert mendapati Bell curang. Ketika dikonfrontasi, Bell tak mengelak. Dua puluh lima tahun kemudian, Bell mengadakan reuni mengulang lagi pertandingan "Julius Caesar".

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan