Pemerintah Korea Selatan Batasi Honor Aktor Film, Maksimal 10 Persen dari Biaya Produksi

Pemerintah Korea Selatan membuat peraturan baru terkait honor aktor film. Cari tahu lebih lanjut di sini!

Diterbitkan 17 Juli 2026, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan bersama pelaku industri perfilman resmi menyepakati langkah baru untuk menghidupkan kembali industri film yang tengah lesu. Salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah pembatasan honor pemain utama dan pendukung agar nilainya tidak melebihi 10 persen dari biaya produksi bersih untuk film-film yang menerima dukungan pemerintah.

Kesepakatan ini ditandatangani pada Rabu (16/7/2026) dalam acara bertajuk "Perjanjian Pemerintah, Rumah Produksi, dan Agensi untuk Revitalisasi Produksi Film Korea" yang digelar di National Museum of Modern and Contemporary Art (MMCA), Seoul.

Acara tersebut dihadiri oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Korean Film Council (KOFIC), sejumlah agensi besar seperti BH Entertainment, Management SOOP, dan J-Wide Company, serta perwakilan Korea Film Producers Association dan Producers Guild of Korea (PGK).

Honor Aktor Film Korea Dibatasi untuk Film Bersubsidi Pemerintah

Melalui perjanjian tersebut, agensi dan rumah produksi sepakat untuk bekerja sama memastikan honor aktor pemeran utama maupun pendukung dalam proyek penerima program dukungan film beranggaran menengah dari KOFIC berada di bawah 10 persen dari total biaya produksi bersih.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya produksi yang selama beberapa tahun terakhir terus meningkat. Dengan biaya yang lebih terkendali, pemerintah berharap semakin banyak film Korea beranggaran menengah yang dapat diproduksi dan memiliki peluang bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Meski demikian, kesepakatan tersebut bersifat sukarela dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Seluruh pihak menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen moral untuk mendukung keberlangsungan industri perfilman Korea Selatan.

Industri Film Korea Bentuk Forum Bersama

Agar kebijakan ini tidak berhenti sebagai kesepakatan sesaat, pemerintah bersama pelaku industri juga akan membentuk forum independen yang melibatkan agensi, rumah produksi, investor, hingga distributor film.

Forum tersebut akan menjadi wadah diskusi untuk membahas berbagai langkah dalam memperbaiki ekosistem produksi film Korea, termasuk mencari solusi atas meningkatnya biaya produksi dan menurunnya investasi di sektor perfilman.

Pemerintah: Ini Bentuk Solidaritas untuk Menyelamatkan Film Korea

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Choi Hwi Young, menyebut kesediaan para aktor dan agensi untuk mendukung pembatasan honor merupakan langkah penting bagi masa depan industri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Menurutnya, komitmen tersebut bukan sekadar upaya mengurangi biaya produksi, tetapi juga bentuk solidaritas seluruh pelaku industri untuk mengembalikan kejayaan perfilman Korea. "Kesediaan untuk berpartisipasi secara sukarela dalam pembatasan honor aktor bukan hanya soal penghematan biaya produksi. Ini adalah bentuk solidaritas, keberanian, dan keputusan yang matang untuk bersama-sama menghidupkan kembali film Korea," ujarnya. Sementara itu, Ketua Korean Film Council (KOFIC), Han Sang Joon, mengatakan bahwa dukungan bagi film beranggaran menengah diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberagaman sekaligus pertumbuhan industri film Korea yang berkelanjutan.

Halaman
Show All
Rahmi SafitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan