Liputan6.com, Jakarta - Genre thriller Korea Selatan selalu punya cara membuat penonton menahan napas. Rekomendasi film Korea pembunuh berantai kali ini mengangkat kasus yang menguras emosi, mulai dari detektif yang berjibaku mengejar tersangka hingga korban yang berjuang bertahan hidup. Setiap judul menawarkan sudut pandang berbeda tentang kejahatan yang sulit dilupakan penontonnya.
Sosok pembunuh berantai memang jadi bahan cerita yang terus menarik minat sineas maupun penonton. Motif di balik tindakannya, cara aparat memburu jejaknya, sampai dampak yang ditinggalkan terhadap korban dan keluarga menjadi bahan eksplorasi yang tidak pernah habis. Rekomendasi film Korea pembunuh berantai turut memanfaatkan tema ini lewat berbagai sudut pandang cerita.
Berikut ini adalah kumpulan rekomendasi film Korea pembunuh berantai yang wajib ditonton yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2026). Daftar ini disusun dari film lama sampai rilisan terbaru sehingga bisa jadi panduan sebelum memilih tontonan di layanan streaming. Simak ulasan singkat setiap judul berikut ini.
Advertisement
1. Memories of Murder (2003)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294371/original/037174200_1783832972-MV5BYmRjOWE5NmMtYTdkYS00ODFlLWJiMTMtYzE2NDZlZjlkZDQ0XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Film ini menceritakan kasus pembunuhan berantai Hwaseong, kasus nyata yang belum terpecahkan saat film ini dibuat. Sutradara Bong Joon-ho menempatkan Song Kang-ho sebagai detektif daerah yang menyelidiki serangkaian pembunuhan perempuan di sebuah desa pada era 1980-an, dibantu Kim Sang-kyung yang datang dari Seoul dengan cara kerja berbeda. Keterbatasan teknologi forensik pada masa itu membuat proses penyidikan berjalan berliku. Film ini meraih sejumlah penghargaan sinema Asia dan kerap dijadikan rujukan saat membahas genre thriller Korea.
Advertisement
2. Bluebeard (2017)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294372/original/046325100_1783832972-MV5BMTZlNjYyYTktNWMyZC00YTk2LTliMjctMTU1NDNkMjVkZDE4XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Disutradarai oleh Lee Soo-yeon, film ini mengikuti seorang dokter yang pindah praktik ke sebuah kota kecil dan mulai mendengar suara mencurigakan dari lantai atas kliniknya. Cho Jin-woong memerankan dokter tersebut, sementara Shin Ha-kyun berperan sebagai pemilik gedung yang mulai dicurigai terlibat kasus pembunuhan berantai di daerah itu. Ketegangan dibangun lewat dialog dan firasat tokoh utama, bukan lewat adegan kekerasan secara langsung. Sejumlah dugaan salah arah disisipkan sepanjang cerita, sehingga identitas pelaku baru terungkap di menit-menit akhir.
3. The Deal (2015)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294373/original/056138000_1783832972-MV5BZjNmM2JiMmMtNDIzYy00MzdmLTljOTUtNGU2ZGU2YWI3YzdjXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Film ini mengangkat motif dendam pribadi, bermula dari keberhasilan detektif Tae-soo menangkap tersangka pembunuhan berantai bernama Gang-chun. Kim Sang-kyung memerankan sang detektif, sedangkan Park Sung-woong berperan sebagai pelaku yang ternyata pernah membunuh adik kandung Tae-soo sendiri. Tiga tahun setelah penangkapan, sebuah kasus baru muncul dan justru menyeret adik ipar Tae-soo sebagai tersangka utama. Sutradara Son Yong-ho, yang menggarap film ini sebagai debut penyutradaraannya, membawa cerita dari proses penyidikan menjadi perburuan yang bersifat pribadi.
Advertisement
4. Confession of Murder (2012)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294374/original/068667700_1783832972-MV5BMjI1ODUxMjc0NV5BMl5BanBnXkFtZTgwNTg3MTcyMTE_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Film ini mengangkat konsep yang cukup unikL kasus pembunuhan berantai kedaluwarsa secara hukum, membuat pelakunya bebas dari jerat pidana. Park Si-hoo memerankan pelaku yang justru menerbitkan buku pengakuan dan menjadi sosok yang dikenal publik. Jung Jae-young berperan sebagai detektif yang dulu gagal menangkapnya dan tidak menerima situasi tersebut, lalu menyelidiki ulang kebenaran di balik pengakuan itu. Sutradara Jung Byung-gil memadukan adegan kejar-kejaran dengan misteri seputar identitas pelaku sesungguhnya. Alur cerita film ini kemudian diadaptasi ulang oleh rumah produksi di India dan Jepang.
5. Midnight (2021)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294375/original/079239500_1783832972-MV5BNTAwYmZmMWMtYjQxZC00Y2JiLThjZTEtYjYwZTI0MzA3ODk1XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Midnight mengikuti seorang perempuan tunarungu yang tanpa sengaja menyaksikan aksi pembunuh berantai di tengah malam. Jin Ki-joo berperan sebagai perempuan tersebut, sementara Wi Ha-joon memerankan pelaku yang kemudian menjadikan dia dan sang ibu sebagai target berikutnya. Keterbatasan pendengaran membuat proses meminta bantuan menjadi lebih sulit dilakukan. Sutradara Kwon Oh-seung memanfaatkan keheningan sebagai elemen ketegangan utama di sepanjang cerita. Wi Ha-joon banyak dibicarakan atas perannya sebagai pembunuh dingin, berbeda dari citra yang biasa ia bawakan di drama televisi.
Advertisement
6. I Saw the Devil (2010)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294376/original/088471800_1783832972-MV5BM2Q1ZGZiNTYtMWNjOC00NmU2LTg1MDQtZGZkNmY0Y2RlOTBmXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Kisah bermula ketika seorang agen intelijen bernama Kim Soo-hyun kehilangan tunangannya akibat ulah seorang pembunuh berantai. Lee Byung-hun memerankan sang agen, sedangkan Choi Min-sik berperan sebagai pelaku yang menjadi sasaran balas dendamnya. Alih-alih langsung membunuh pelaku, Soo-hyun memilih menyiksa lalu melepaskannya berulang kali. Sutradara Kim Jee-woon menghadirkan adegan kekerasan grafis yang sempat memicu penyensoran di sejumlah negara saat film ini dirilis, dan hingga kini masih dibicarakan sebagai salah satu titik acuan genre revenge thriller Korea.
7. Memoir of a Murderer (2017)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294377/original/098190100_1783832972-MV5BNTIzYzQ2MTktMmI5ZS00YjQyLWE0MGItYjhmOTE1NWU4ZTE1XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Berbeda dari film lain dalam daftar ini, Memoir of a Murderer mengambil sudut pandang seorang mantan pembunuh berantai yang hidup tenang selama belasan tahun sebelum didiagnosis mengidap alzheimer. Sul Kyung-gu memerankan mantan pembunuh tersebut, yang ingatannya perlahan mulai kacau namun tetap curiga anak perempuannya berpacaran dengan pembunuh berantai lain, diperankan Kim Nam-gil. Sutradara Won Shin-yun membangun cerita dari sudut pandang narator yang keandalannya diragukan sepanjang film. Penonton diajak menebak sendiri mana bagian ingatan tokoh utama yang benar-benar terjadi.
Advertisement
8. Manhole (2014)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294378/original/007520000_1783832973-MV5BZTI2NWMyYTEtZTE1MC00YjdjLWE3ZDQtMjFmYTA1YzNlYmJiXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Sutradara Shin Jae-young menghadirkan pembunuh berantai bernama Soo-cheol yang menculik korban lewat lubang got di tengah permukiman padat penduduk Seoul. Jung Kyung-ho memerankan Soo-cheol, sementara Kim Sae-ron berperan sebagai korban terbarunya, seorang remaja tunarungu. Sang kakak, diperankan Jung Yu-mi, nekat turun ke selokan bawah tanah demi mencari adiknya. Area bawah tanah mendominasi hampir seluruh adegan dan menjadi ruang tertutup sepanjang cerita. Jung Kyung-ho tampil berbeda dari peran-peran ramah yang biasa ia mainkan di drama televisi.
9. V.I.P (2017)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294379/original/017527900_1783832973-MV5BZDk0ZGYxMWYtMjU3Ny00NTljLThlZTAtOGI1OWQzMTZjMmQzXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
V.I.P mengambil pendekatan berbeda dengan melibatkan unsur politik internasional dalam kasus pembunuhan berantai yang diceritakannya. Lee Jong-suk memerankan seorang buronan asal Korea Utara yang ternyata juga seorang pembunuh berantai dan mendapat perlindungan karena kepentingannya bagi dua negara. Jang Dong-gun berperan sebagai agen NIS dan Kim Myung-min sebagai agen CIA, keduanya berebut wewenang menangani kasus ini. Sutradara Park Hoon-jung menyoroti bagaimana kepentingan diplomatik dapat menghambat proses hukum. Sejumlah kritikus sempat mempersoalkan adegan kekerasan terhadap perempuan dalam film ini.
Advertisement
10. The Chase (2017)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294380/original/026794100_1783832973-MV5BMGNhNjEyNzEtYWZjNi00OTI1LTk1N2YtOGRkYmQxOGEyZjhmXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Baek Yoon-sik berperan sebagai pemilik kos-kosan berusia lanjut yang dipandang warga sekitar sebagai tuan tanah pelit. Ia justru menjadi satu-satunya orang percaya bahwa kematian salah satu penghuninya berkaitan dengan pembunuhan berantai tiga puluh tahun silam. Sung Dong-il berperan sebagai mantan detektif yang dulu gagal menangkap pelaku dan kini bergabung untuk menuntaskan kasus lama tersebut. Sutradara Kim Hong-sun mencampur unsur komedi dengan ketegangan lewat interaksi dua tokoh berusia senja ini, sebuah pendekatan yang jarang ditemukan pada film sejenis.
11. Blind (2011)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294381/original/036741900_1783832973-MV5BNjhiZTVlNzYtNzU5MC00ZTBhLWFlZTEtMTEwZTQyMzMxNjBlXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Blind dibangun dari sudut pandang seorang mahasiswi kepolisian yang kehilangan penglihatan akibat kecelakaan dan kemudian menjadi saksi mata satu-satunya dari sebuah kasus penculikan. Kim Ha-neul memerankan mahasiswi tersebut, yang kesaksiannya diragukan polisi karena keterbatasan penglihatannya. Yoo Seung-ho berperan sebagai remaja jalanan yang akhirnya membantu penyelidikan bersamanya. Sutradara Ahn Sang-hoon mengandalkan indra pendengaran dan sentuhan tokoh utama sebagai cara membangun ketegangan tanpa terlalu bergantung pada visual. Alur cerita film ini kemudian dibuat ulang di sejumlah negara Asia lain.
Advertisement
12. The Call (2020)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294382/original/046201600_1783832973-MV5BYzZlOGEyZTMtYmIxYS00NmIxLWIwNjYtMzY3Yjg2OThjODU2XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Film ini memadukan unsur fiksi ilmiah dengan thriller psikologis lewat sebuah telepon rumah tua yang menghubungkan dua perempuan dari masa berbeda dan tanpa sadar saling memengaruhi garis waktu masing-masing. Park Shin-hye dan Jeon Jong-seo memerankan kedua perempuan tersebut, dengan salah satunya diketahui berstatus pembunuh berantai yang memanfaatkan informasi dari masa depan untuk mengubah nasibnya sendiri. Konsep lini waktu ganda ini digarap oleh sutradara Lee Chung-hyun, dan Jeon Jong-seo mendapat cukup banyak sorotan atas perannya sebagai antagonis utama.
Pertanyaan Seputar Rekomendasi Film Korea Pembunuh Berantai
Apa film Korea pembunuh berantai terbaik sepanjang masa?
Banyak kritikus dan penonton menempatkan Memories of Murder sebagai rujukan utama genre ini. Film tersebut mengangkat kasus nyata dan gaya penyutradaraan Bong Joon-ho yang memengaruhi banyak thriller Korea setelahnya.
Apakah film-film ini diangkat dari kisah nyata?
Sebagian, seperti Memories of Murder yang terinspirasi kasus pembunuhan Hwaseong. Sebagian lain, seperti I Saw the Devil dan The Call, murni fiksi meski tetap merujuk pola kejahatan yang pernah terjadi di Korea Selatan.
Di mana bisa menonton rekomendasi film Korea pembunuh berantai ini?
Sebagian besar judul tersedia di layanan streaming seperti Netflix dan Viu. Beberapa film lama bisa ditemukan lewat platform penyedia film Asia lain dengan lisensi resmi.
Apakah film-film ini cocok ditonton semua usia?
Tidak. Genre ini umumnya mengandung adegan kekerasan dan tema kejahatan berat, sehingga lebih sesuai untuk penonton dewasa. Perhatikan rating usia sebelum menonton.
Apa yang membedakan film Korea pembunuh berantai dari genre thriller negara lain?
Film Korea cenderung menonjolkan sisi psikologis pelaku dan korban secara mendalam, tidak hanya berfokus pada aksi kejar-kejaran. Penonton diajak memahami motif di balik kejahatan tersebut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294370/original/028289100_1783832972-photo-collage.png__18_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4787246/original/095894400_1711599604-MV5BZTBjY2I2YjUtMDcyZC00NWQyLWExNmMtYjVlNjZkZjdjYWFhXkEyXkFqcGdeQXVyMTMxODk2OTU_._V1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293272/original/066245800_1783685145-_onitsukatigershinjuku__onitsukatiger__shinjuku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288285/original/073850400_1783310043-yada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4044139/original/052111000_1654508999-sinopsis-film-ashfall-sebuah-misi-digunung-berapi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4510532/original/080847000_1690001575-WhatsApp_Image_2023-07-22_at_11.51.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4577831/original/045518700_1694853962-Nonton_Film.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290218/original/057212000_1783433385-AB8pg4_3f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290077/original/032652700_1783423502-Once_We_Were_Us_Grab_Ads_1200x600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288346/original/013032000_1783313979-shin_seung_ho.jpg)