Kepemilikan Low Tuck Kwong di Saham BYAN Usai Jhonlin Baratama Akuisisi 30,25%

Berikut rincian kepemilikan saham setelah PT Jhonlin Baratama merampungkan akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 15:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyampaikan pemegang saham PT Bayan Resources Tbk Dato’ Dr Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah merampungkan perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam pada 7 Oktober 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026), manajemen PT Bayan Resources Tbk telah menerma surat-surat pemberitahuan dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 8 Oktober 2026 yang menyampaikan transaksi yang dimaksud dalam PJBS telah diselesaikan pada 7 Oktober 2026. Berdasarkan PJSB, Low Tuck Kwong dan Elaine Low masing-masing telah mengalihkan 10.067.421.703 dan 16.666.667 saham biasa perseroan kepada Jhonlin Baratama.

Setelah penyelesaian transaksi jual beli saham BYAN itu, Jhonlin Baratama memiliki 10.084.088.370 saham BYAN atau setara dengan 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Selain itu, Low Tuck Kwong memiliki 3.316.166.832 saham BYAN atau setara 9,95% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Kemudian Elaine Low telah memiliki 7.350.500.368 saham BYAN atau setara 22,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Perseroan juga menegaskan tidak ada perubahan pengendalian di perseroan setelah transaksi itu. Kejadian tersebut juga tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat menganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan.

"Tidak ada perubahan pengendalian di perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Mengutip data RTI, pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, saat dipantau pukul 15.24 WIB, saham BYAN melemah 4,03% menjadi Rp 11.300 per saham. Harga saham BYAN dibuka naik menjadi Rp 11.800 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 11.775. Harga saham BYAN berada di level tertinggi Rp 11.975 dan terendah Rp 11.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.720 kali dengan volume perdagangan saham 16.829 saham. Nilai transaksi harians aham Rp 19,4 miliar.

Perjanjian Berubah, Perusahaan Haji Isam Bakal Ambil Alih 10,08 Miliar Saham BYAN

Sebelumnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengumumkan penandatanganan perubahan perjanjian beli saham bersyarat pada Senin, 5 Oktober 2026 dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (6/10/2026), Perseroan mengatakan telah menerima surat-surat pemberitahuan lebih lanjut pada 5 Oktober 2026 yang menyampaikan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low bersama PT Jhonlin Baratama telah menandatangani perubahan terhadap perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) pada 1 Oktober 2026.

Perubahan itu mencakup pembaruan atas jumlah saham biasa perseroan yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama yakni dari semula sebanyak 10.000.000.5000 saham biasa menjadi 10.084.088.370 saham biasa perseroan.

“Pelaksanaan dan penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Sebelumnya berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada 17 September 2026, berdasarkan surat-surat pemberitahuan yang diterima perseroan, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama.

Perseroan menyatakan setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, pembeli akan memiliki 10.084.088.370 saham biasa perseroan.

“Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat menganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Mengutip data RTI, harga saham BYAN ditutup naik 9,8% menjadi Rp 13.450 per saham. Harga saham BYAN dibuka naik 50 poin menjadi Rp 12.300 per saham. Saham BYAN berada di level tertinggi Rp 13.550 dan terendah Rp 12.050 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.747 kali dengan volume perdagangan saham 390.829 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 441,8 miliar.