Prambanan Investasi Lepas 545 Juta Saham DOOH

Prambanan Investasi Sukses kini mengenggam 5,02% saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) setelah aksi jual.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Era Media Sejahtera Tbk yakni PT Prambanan Investasi Sukses melepas saham DOOH pada 9 Oktober 2026.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (12/10/2026), PT Prambanan Investasi Sukses menjual 545.000.000 saham DOOH dengan harga Rp 330 per saham pada 9 Oktober 2026. Dengan demikian, nilai penjualan saham itu mencapai Rp 179,85 miliar.

“Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikiann seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham DOOH, kepemilikan saham DOOH oleh PT Prambanan Investasi Sukses menjadi 5,02% atau 388.417.412 saham DOOH. Sebelumnya, Prambanan Investasi Sukses memiliki 12,06% saham DOOH atau setara 933.417.412.

Kemungkinan saham DOOH milik Prambanan Investasi Sukses itu dibeli PT Beruntung Berkat Sejahtera. Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan PT Beruntung Berkat Sejahtera membeli 545.000.000 saham DOOH dengan harga Rp 330 per saham pada 9 Oktober 2026. Tujua transaksi itu untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.

Setelah aksi beli saham DOOH itu, Beruntung Berkat Sejahtera memiliki 10,07% saham DOOH atau setara 779.090.000 saham DOOH. Sebelumnya Beruntung Berkat Sejahtera memiliki 234.090.000 saham DOOH atau 3,02% saham DOOH.

Pada perdagangan saham Jumat, 9 Oktober 2026, harga saham DOOH berada di posisi Rp 270 per saham, berdasarkan data google finance.

 

Penutupan IHSG pada 9 Oktober 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sehingga hampir ditutup nyaris 6.100 pada penutupan perdagangan saham Jumat, (9/10/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham Rp 10 triliun dan posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.888.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,04% menjadi 6.093,75. Indeks saham LQ45 bertambah 1,35% menjadi 601,66. Seluruh indeks saham acuan menghijau menjelang akhir pekan ini.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG sebesar 1% pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 mengindikasikan adanya aksi penguatan secara teknikal setelah indeks mengalami tekanan jual cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya.

IHSG pada Kamis, 8 Oktober 2026 terkoreksi 1,88% ke level 6.031,28, sehingga pelemahan tersebut membuka peluang bagi investor untuk melakukan buy on weakness terhadap saham-saham yang dinilai sudah berada pada level harga menarik.

"Pada perdagangan Jumat, penguatan IHSG ditopang oleh sektor industri, barang baku, dan infrastruktur, dengan saham BBCA, AMMN, TLKM, BBRI, dan MORA menjadi beberapa penopang indeks,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Selain itu, ia menambahkan, kenaikan IHSG juga mencerminkan upaya investor memanfaatkan momentum pemulihan pasar setelah tekanan jual pada perdagangan sebelumnya.

"Namun, pelaku pasar tetap mencermati sejumlah risiko eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang masih cenderung hawkish, pergerakan imbal hasil US Treasury, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta harga minyak dunia di tengah ketidakpastian geopolitik,” ujar dia.

Dari domestik,Nafan menuturkan, perkembangan daya beli masyarakat dan data penjualan ritel juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi serta kinerja emiten.

“Dengan demikian, kenaikan IHSG hari ini belum serta-merta mengonfirmasi pembalikan tren menuju bullish. Penguatan tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh keberlanjutan arus beli, peningkatan volume transaksi, serta kemampuan indeks bertahan di atas level support terdekat,” kata dia.

 

Kinerja Perdagangan Saham

Ia mengingatkan, investor tetap selektif dengan memperhatikan fundamental emiten, valuasi, dan manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar masih berpotensi tinggi.

Pada sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.100,57 dan terendah 5.995,82. Sebanyak 381 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 238 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG dan 172 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.427.348 kali dengan volume perdagangan saham sebesar 38,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.888.

Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham properti turun 0,16%. Sektor saham basic melesat 1,67%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri mendaki 1,51%, sektor saham infrastruktur bertambah 1,15%.

Sementara itu, sektor saham energi mendaki 0,71%, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 1,02%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,86%. Lalu sektor saham kesehatan bertambah 0,69%, semtor saham keuangan naik 0,79%, sektor saham teknologi menanjak 0,60% dan sektor saham transportasi bertambah 1,08%.