Kapitalisasi Pasar Saham Apple Sempat Sentuh Rp 90.405 Triliun

Saham Apple ditutup menguat 0,94%, sehingga kapitalisasi pasarnya di bawah US$ 5 triliun.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 06:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapitalisasi pasar Apple sempat mencapai US$ 5 triliun atau Rp 90.405 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.080) untuk pertama kali pada Selasa, 28 Juli 2026. Hal ini terjadi sehari setelah kapitalisasi pasar Apple melampaui Nvidia untuk menjadi perusahaan publik paling bernilai.

Mengutip CNBC, Rabu, (29/7/2026), saham produsen iPhone telah melonjak 25% pada 2026, mengungguli perusahaan-perusahaan raksasa lainnya. Saham Apple sempat mencapai titik tertinggi di US$ 342,89 pada Selasa, 28 Juli 2026 sebelum sedikit terkoreksi.

Saham Apple ditutup di US$ 340,08 pada Selasa pekan ini, sehingga kapitalisasi pasarnya berada tepat di bawah ambang batas US$ 5 triliun.

Sementara itu, saham Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft menggelontorkan ratusan miliar dolar Amerika Serikat untuk belanja modal 2026 untuk membangun kecerdasan buatan atau artificial intelligence (A), Apple tetap menjaga belanja modal tetap rendah. Selain itu, Apple memanfaatkan infrastruktur cloud serta teknologi AI dari Apple.

Tahun lalu, kinerja pasar Apple tertinggal dibandingkan perusahaan-perusahaan bernilai triliunan dolar  AS lainnya karena kekhawatiran investor Apple melewatkan tren lonjakan AI akibat sikap menahan investasi dan penundaan peluncuran Siri yang telah lama dinanti yang akan dirilis musim gugur ini bersamaan dengan perangkat keras iPhone baru.

Namun, belakangan ini narasi tersebut berbalik arah akibat kekhawatiran perusahaan-perusahaan yang agresif dalam belanja teknologi justru menumpuk utang dalam jumlah besar dan mengalami arus kas negatif tanpa adanya prospek keuntungan yang jelas.

 

Menaikkan Harga MacBook

Perdebatan mengenai masa depan AI turut mewarnai persaingan antara Apple dan produsen chip Nvidia dalam memperebutkan posisi puncak kapitalisasi pasar. Nvidia, yang unit pemrosesan grafisnya (GPU) menjadi tulang punggung bagi sebagian besar model AI berskala besar, menjadi perusahaan pertama yang mencapai angka US$ 5 triliun pada Oktober; tetapi, kinerja sahamnya relatif tertinggal tahun ini dengan kenaikan hanya sebesar 6%.

Di sisi lain, saham Apple justru menguat meskipun terjadi kenaikan harga perangkat akibat kelangkaan memori global.

Pada Selasa, Apple mengumumkan "Upgrade", sebuah program baru yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat untuk menyewa iPhone dan produk lainnya, alih-alih membelinya secara langsung.

Bulan lalu, perusahaan menaikkan harga MacBook dan iPad; ini merupakan langkah resmi pertama untuk membebankan kenaikan biaya memori dan penyimpanan kepada konsumen, setelah CEO Tim Cook menyatakan kenaikan harga tersebut tidak dapat dihindari.

Adapun Apple akan merilis laporan keuangan Kamis pekan ini. Sesi pemaparan kinerja keuangan pada Kamis akan menjadi yang terakhir bagi Cook sebagai CEO, mengingat John Ternus dijadwalkan untuk mengambil alih posisi tersebut pada 1 September.