Rekomendasi Saham 14 Juli 2026: BRPT, TPIA, BUMI, AMMN, hingga CDIA

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, (14/7/2026) usai S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa, (14/7/2026). Potensi kenaikan IHSG hari ini didorong sentimen hasil penilaian lembaga pemeringkat S&P Global Ratings terhadap peringkat utang Indonesia. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 1,92%, tetapi masih disertai dengan net sell asing Rp 413 miliar pada Senin, 13 Juli 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, MAPI, ASII, TINS dan DEWA.

"IHSG berpotensi naik kembali jika menembus 6.050 dengan target di 6.150 short term. Katalisnya adalah S&P tetapkan stable outlook untuk Indonesia,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.970-6.000 dan level resistance 6.100-6.150.

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, selama mampu bertahan di atas area breakout, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.121–6.171. Apabila mampu menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance dinamis EMA50 di sekitar 6.285. Sementara itu, support terdekat berada di 5.987 dan 5.949, dengan support kuat berikutnya di 5.898 apabila tekanan jual kembali meningkat. Kiwoom Research menyarankan investor tetap mengikuti tren (trend following) dengan menerapkan trailing stop untuk menjaga profit yang telah terbentuk.

“Penambahan posisi (averaging up) dapat dilakukan secara bertahap apabila IHSG mampu mempertahankan momentum di atas area breakout dan melanjutkan penguatan menuju resistance 6.121–6.171,” demikian seperti dikutip dari riset Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pasifik Tbk (TPIA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea hari ini: BRPT, TPIA, BUMI, MINA, AMMN, dan CDIA

  • BRPT Spec Buy dengan area beli di 1.735-1.750, cutloss di bawah 1720. Target dekat di 1.780-1.800.
  • TPIA Spec Buy dengan area beli di 1.870-1.890, cutloss di bawah 1870. Target dekat di 1.920-1.975.
  • BUMI Spec Buy dengan area beli di 145-147, cutloss di bawah 140. Target dekat di 150-152.
  • MINA Spec Buy dengan area beli di 272-276, cutloss di bawah 270. Target dekat di 282-292.
  • AMMN Spec Buy dengan area beli di 3.700-3.780, cutloss di bawah 3.680. Target dekat di 3.850-3.900.
  • CDIA Spec Buy dengan area beli di 625-635, cutloss di bawah 620. Target dekat di 645-660.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 13 Juli 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham Senin, (13/7/2026). Lonjakan IHSG hari ini setelah lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,92% ke posisi 6.037,84. Indeks LQ45 melompat 2,23% menjadi 602,37.Seluruh indeks saham acuan melonjak.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.037,84 dan level terendah 5.898,14. Sebanyak 250 saham melemah sehingga bebani IHSG. 377 saham menguat dan 167 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.702.399 kali dengan volume perdagangan saham 26,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,2 triliun. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.095.

Sementara itu, dilihat dari sektor saham, mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,05% dan sektor saham kesehatan tergelincir 0,26%.

Di sisi lain, sektor saham energi naik 2,66%, sektor saham basic menanjak 2,96%, sektor saham industri melompat 2,44%. Lalu sektor saham consumer siklikal naik 1,99%, sektor saham keuangan mendaki 1,56%, dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,57%.

Di sisi lain, sektor saham properti mendaki 0,16%, sektor saham teknologi menanjak 0,17% dan sektor saham transportasi menguat 0,40%.