Penilaian S&P Global jadi Katalis IHSG, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran support 6.000 dan resistance 6.220 pada perdagangan saham Selasa, (14/7/2026).

Diterbitkan 14 Juli 2026, 07:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa, (14/7/2026). IHSG hari ini menguji 6.083-6.254. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan penguatan 1,92% ke 6.037 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus moving average (MA) 20 harian pada Senin, 13 Juli 2026.

“Pada label hitam, kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave © dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6.083-6.254,” kata Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.839, 5.607 dan level resistance 6.286,6.599 pada Selasa pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.000-6.220.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB (investment grade) dengan outlook stabil juga menunjukkan kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, sehingga dapat membantu menjaga miant investor asing terhadap aset domestik. Selain itu, hal ini juga menekan biaya pendanaan pemerintah dan korporasi.

“Bagi pasar keuangan, penilaian positif dari S&P dapat menjadi katalis bagi sentimen terhadap pasar obligasi dan saham Indonesia, khususnya sektor yang berorientasi domestik seperti perbankan, consumer dan infrastruktur,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Namun, Pilarmas Investindo menilai dampak positif itu kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan perkembangan kondisi ekonomi global, sehingga ruang penguatan pasar tetap tergantung pada stabilitas makro dan arus modal asing.

 

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness

Saham ADMR menguat 3,45% ke 1.500 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. “Kami memperkirakan, posisi ADMR saat ini berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave B,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 1.425-1.470

Target Price: 1.595, 1.670

Stoploss: below 1.385

 

2.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Trading Buy

Saham ANTM menguat 0,69% ke 2.920 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu bertahan di atas MA20. “Selama masih mampu berada di atas 2.740 sebagai stoplossnya, posisi ANTM saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B pada pola triangle,” kata Herditya.

Trading Buy: 2.780-2.840

Target Price: 3.040, 3.190

Stoploss: below 2.740

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII menguat 0,83% ke 4.850 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya masih mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, pergerakan sideways ASII saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [a] dari wave Y,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 4.490-4.680

Target Price: 5.000, 5.250

Stoploss: below 4.350

 

4.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Buy on Weakness

Saham BRMS menguat 4,95% ke 530 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatannya tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi BRMS sedang berada di awal wave (C),” kata dia.

Buy on Weakness: 496-520

Target Price: 590, 665

Stoploss: below 472

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.