IHSG Tinggalkan 6.200, Saham ULTJ Turun 1,2% pada Sesi Pertama

Sebanyak 396 saham melemah sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,91% pada sesi pertama, Selasa (26/5/2026).

Diterbitkan 26 Mei 2026, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah dan kembali ke 6.100 pada sesi pertama perdagangan saham Selasa, (26/5/2026). IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 0,91 persen menjadi 9.149,68 pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,18 persen menjadi 623,78. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG menyentuh level tertinggi 6.286,87 dan level terendah 6.132,34. Sebanyak 396 saham tertekan dan 253 saham menguat. 169 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.215.837 kali dengan volume perdagangan saham 15,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.789.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan berada di zona hijau dan sektor saham transportasi melonjak 1,5%.

Di sisi lain, sektor saham energi turun 0,34%, sektor saham basic susut 0,07%, sektor saham industri tergelincir 2,08%. Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,72%, sektor saham consumer siklikal turun 1,35%, sektor saham keuangan terperosok 1,19%. Lalu sektor saham properti melemah 1,11%, sektor saham teknologi tergelincir 0,37%, dan sektor saham infrastruktur susut 0,02%.

Saham ULTJ terpangkas 1,25% menjadi Rp 1.580 per saham. Harga saham ULTJ dibuka naik 35 poin menjadi Rp 1.635 per saham. Saham ULTJ berada di level tertinggi Rp 1.635 dan level terendah Rp 1.580 per saham. Total frekuensi perdagangan 990 kali dengan volume perdagangan saham 22.340 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,6 miliar.

Pembukaan IHSG

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan saham Selasa, (26/5/2026) tetapi kemudian mampu berbalik arah. Sebagian besar sektor saham mengalami tekanan. 

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun menjadi 6.201,80 dari penutupan sebelumnya 6.206,34. namun pada pukul 09.05 WIB, IHSG berbalik arah dengan naik 0,20 persen ke level 6.222,08.

Indeks saham LQ45 juga melemah 0,27 persen menjadi 628,19. Sebagian besar indeks saham acuan terbakar.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.208,53 dan level terendah 6.185,04. Sebanyaj 315 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Selain itu, 156 saham melemah dan 198 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 90.430 kali dengan volume perdagangan saham 1,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 744 miliar.

Sektor saham pun bervariasi. Sektor saham infrastruktur membukukan kenaikan tertinggi sebesar 1,44 persen dan disusul sektor transportasi yang naik 1,35 persen.

Namun, sektor keuangan tertekan 0,63 persen dan sektor noncyclical melemah 0,47 persen.

IHSG Diprediksi Masih Tertekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (26/5/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.899 sebagai level support. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan sebesar 0,72% ke 6.206 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan saham Senin, 25 Mei 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji 5.899, sekaligus area support-nya,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di 5.880-6.220.