Sukses

Kesepakatan Debt Ceiling Angkat IHSG 26 Poin

Kesepakatan plafon utang pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi amunisi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sayangnya, laju indeks tersendat oleh kekhawatiran munculnya aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar.

Kenaikan IHSG juga berjalan lebih pelan karena pelaku pasar menunggu data-data terbaru yang akan dikeluarkan pemerintah AS dan China.

Pada penutupan perdagangan Kamis (17/10/2013), IHSG bergerak menghijau dengan menguat 26,66 poin (0,59%) ke level 4.518,93. Menghijaunya IHSG juga dipicu naiknya indeks saham bluechips yang menguat 0,61%.

Berbeda dengan kemarin, perdagangan saham kali ini didominasi oleh naiknya harga saham sejumlah emiten. Sebanyak 171 emiten bergerak menghijau sementara 92 lainnya terjerumus masuk zona hijau.

Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai 152.714 kali dengan saham beralih tangah sebanyak 5,82 miliar. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 5,41 triliun.

Meski telah ada kabar positif dari perdebatan debt ceiling pemerintah AS, investor asing tampaknya masih ragu membawa modalnya ke Bursa Efek Indonesia. Asing masih membukukan net sell sekitar Rp 300 miliar, lebih tinggi dari perdagangan kemarin.

Laju indeks pada perdagangan kali ini sebetulnya dibuka dengan penguatan signifikan. Sentimen positif AS telah menggiring indeks melesat ke level 4.525 pada sesi pra-pembukaan perdagangan.

Namun pelaku pasar semakin hati-hati dengan penguatan yang tajam tersebut. Memanfaatkan kenaikan indeks yang telah berlangsung seminggu kemarin, pemodal mencoba memetik untung dari investasinya.

Aksi profit taking tersebut membuat laju indeks yang melesat pada awal perdagangan menjadi lebih pelan. Beruntung indeks tak sempat melorot masuk zona merah.

Hampir seluruh sektor saham kali ini bergerak menghijau. Sektor industri aneka menjadi dua bisnis yang melaju di zona merah dengan pelemahan 1,44% diikuti perbankan sebesar 0,15%.

Emiten pertambangan kali ini menjadi pemuncak kenaikan indeks sektor saham yang mengalami penguatan tertinggi sebesar 2,51%. Diikuti sektor konstruksi 1,5%, infrastruktur 1,32%, infrastruktur 1,32%, dan barang konsumsi 1,17%.

Emiten pencetak untung (top gainer) perdagangan kali ini dihuni perusahaan  tambang ITMG yang menguat Rp 1.100. Top gainer lainnya adalah LION Rp 700, GGRM Rp 700, NIPS Rp 600, dan UNVR Rp 500.

Sementara daftar pemuncak koreksi harga saham tertinggi dihuni oleh MERK yang terperosok hingga Rp 40 ribu per saham. Top losser lainnya adalah UNTR Rp 600, LPIN Rp 400, TPIA Rp 325, dan INTP Rp 250. (Shd)