IHSG Sepekan Menguat Tipis, 3 Sentimen Ini jadi Pemicu

Analis ungkap sentimen yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik 0,18% pada 4-8 Mei 2026. Salah satunya konflik Timur Tengah.

Diterbitkan 09 Mei 2026, 09:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan saham 4-8 Mei 2026. IHSG sepekan turun didorong sejumlah faktor, salah satunya konflik Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (9/5/2026), IHSG menguat terbatas 0,18% dan ditutup di 6.969,39. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu, IHSG merosot 2,42% menjadi 6.956,80. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI naik 0,19% menjadi Rp 12.406 triliun dari pekan lalu Rp 12.382 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, selama sepekan ini, IHSG menguat tipis 0,18% dan masih didominasi oleh tekanan jual pada pekan ini. Pergerakan IHSG tersebut dipengaruhi beberapa hal. Pertama, rilis data makro Indonesia yang menunjukkan perbaikan, tetapi di sisi lain nilai tukar rupiah masih terdepresiasi atas dolar Amerika Serikat. Kedua, konflik Timur Tengah yang masih berkepanjangan, di mana perundingan Amerika Serikat-Iran yang belum menemui jalan tengahnya sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran investor akan krisis energi.

"Faktor ketiga, ada rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalty minerba untuk meningkatkan penghasilan negara,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9% menjadi 2,55 juta kali transaksi dari 2,34 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 26,14% menjadi Rp 23,06 triliun dari Rp 18,27 triliun pada pekan lalu. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI. Rata-rata volume transaksi harian menguat 23,57% menjadi 45,86 miliar lembar saham dari 37,11 miliar saham pada pekan lalu.

Selama sepekan, investor asing beli saham Rp 12,26 triliun. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 7,06 triliun.

IHSG Sepekan Tergelincir 2,42%, Sentimen Ini Masih Membayangi Bursa Saham

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dalam empat hari perdagangan pada 27-30 April 2026. Koreksi IHSG sepekan tersebut didorong ketidakpastian global.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (1/5/2026), IHSG sepekan turun 2,42% menjadi 6.956,80 dari pekan lalu di 7.129,49. Kapitalisasi pasar BEI anjlok 2,78% menjadi Rp 12.382 triliun dari pekan lalu Rp 12.736 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 2,42% dan masih didominasi tekanan jual. Pihaknya memperkirakan aliran dana keluar masih berlangsung di tengah ketidakpastian global karena ada konflik Timur Tengah. “Di sisi lain masih terjadi pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, koreksi IHSG terjadi, menurut Herditya didorong propek ekonomi Indonesia dan perbankan yang di-downgrade oleh lembaga pemeringkat Fitch.

Selain IHSG dan kapitalisasi pasar, rata-rata nilai transaksi harian juga merosot 6,81% menjadi Rp 18,27 triliun dari pekan lalu Rp 19,61 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga merosot 15,02% menjadi 2,34 juta kali transaksi dari 2,75 juta kali transaksi pada pekan lalu.

 

Sektor Saham

Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI juga terpangkas 17,32% menjadi 37,11 mliar saham dari 44,88 miliar saham pada pekan lalu. Investor asing melepas saham Rp 7,06 triliun selama sepekan. Pada pekan lalu, investor asing melepas saham Rp 2,95 triliun.

Pada pekan ini, mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham basic materials turun 3,97% dan catat penurunan terbesar. Sektor saham energi susut 2,26%, sektor saham industri melemah 1,6%, dan sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,8%.

Selanjutnya sektor saham consumer siklikal melemah 1,4%, sektor saham perawatan kesehatan terpangkas  1,51%, sektor saham keuangan turun 0,20%. Lalu sektor saham properti dan real estate susut 1,25%, sektor saham teknologi melemah 0,40%, sektor saham infrastruktur tergelincir 2% dan sektor saham transportasi dan logistic susut 0,64%.