IHSG Hari Ini 17 April 2026 Belum Bertenaga, Hanya Naik 0,17%

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis jelang akhir pekan seiring sentimen pembagian dividen tetapi laju IHSG belum cukup tenaga.

Diterbitkan 17 April 2026, 17:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Jumat, (17/4/2026). Namun, IHSG hari ini ditutup naik tipis di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini menguat terbatas 0,17% menjadi 7.634. Indeks saham LQ45 menanjak 0,20% ke level 758,86. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.637,85 dan level terendah 7.607,96. Sebanyak 337 saham melemah sehingga menekan IHSG. 323 saham menguat dan 160 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.330.657 kali dengan volume perdagangan saham 41 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.176.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menuturkan, penguatan tidak terlalu kuat dan cenderung terbatas. Secara teknikal, ia menilai, kenaikan lebih merupakan rebound setelah tekanan sebelumnya, ditambah sentimen musiman seperti pembagian dividen yang mulai berlangsung pada April.

“Karena itu, meskipun sempat menguat, IHSG akhirnya hanya ditutup naik tipis, mencermikan tenaga belum cukup solid,” ujar dia dikutip dari Antara.

Elandry menuturkan, dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar akan bergeser ke sentimen domestik terutama keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada 21-22 April 2026.

“Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, sehingga ruang kenaikan IHSG menjadi terbatas,” tutur Elandry.

Dari sentimen global, Elandry menuturkan, meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran mendorong kembali risk appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar berkembang seperti Indonesia. “Hal ini menciptakan dorongan awal bagi IHSG untuk bergerak di zona hijau,” kata Elandry.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Ia menuturkan, pergerakan IHSG yang hanya menguat tipis juga mencerminkan sikap investor yang masih cenderung berhati-hati yang mana investor asing belum menunjukkan akumulasi besar. Selain itu, masih lebih banyak melakukan transaksi jangka pendek, bahkan dalam beberapa hari terakhir masih terlihat kecenderungan net sell.

Selain itu, Elandry menuturkan, investor domestik justru relatif lebih aktif menopang pasar yang membuat kenaikan IHSG tetap terjadi, tetapi dengan karakter yang terbatas dan tidak terlalu kuat.

“Secara keseluruhan, pasar saat ini berada dalam fase transisi, di mana kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih,” kata Elandry.

Jelang akhir pekan ini, mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham properti bertambah 1,98% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham transportasi naik 1,6% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,79%.

Selain itu, sektor saham basic mendaki 0,24%, sektor saham industri naik 0,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,57%, sektor saham teknologi bertambah 0,50%.

Sementara itu, sektor saham energi turun 0,04%, sektor saham consumer siklikal susut 0,46%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,09% dan sektor saham keuangan turun 0,34%.

 

Gerak Saham

Jelang akhir pekan ini, saham MNCN stagnan di posisi Rp 274 per saham. Harga saham MNCN dibuka menguat dua poin menjadi Rp 276 per saham. Saham MNCN berada di level tertinggi Rp 284 dan terendah Rp 268 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.175 kali dengan volume perdagangan 699.236 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,4 miliar.

Harga saham HRTA ditutup naik 1,46% menjadi Rp 2.780 per saham. Harga saham HRTA dibuka mendaki 10 poin ke posisi Rp 2.750 per saham. Saham HRTA berada di level tertinggi Rp 2.810 dan terendah Rp 2.690 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.392 kali dengan volume perdagangan saham 200.827 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 55,4 miliar.

Harga saham BBYB melesat 1,8% menjadi Rp 340 per saham. Harga saham BBYB dibuka stagnan Rp 334 per saham. Saham BBYB berada di level tertinggi Rp 342 dan terendah Rp 334 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.542 kali dengan volume perdagangan saham 195.642 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,6 miliar.

Harga saham SCMA mendaki 6,21% menjadi Rp 308 per saham. Harga saham SCMA dibuka menguat empat poin ke Rp 294 per saham. Saham SCMA berada di level tertinggi Rp 312 dan terendah Rp 292 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.638 kali dengan volume perdagangan saham 1.803.255 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 55 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham NIRO menguat 34,74%
  • Saham DEFI menguat 34,71%
  • Saham AGAR menguat 25%
  • Saham GMTD menguat 24,92%
  • Saham RISE menguat 24,61%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham AYLS merosot 14,91%
  • Saham PSDN merosot 14,66%
  • Saham BIKE merosot 14,60%
  • Saham SMDM merosot 12,33%
  • Saham WMUU merosot 12,22%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 1 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 717 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 581,9 miliar
  • Saham CUAN senilai Rp 564,3 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 509,8 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham WMUU tercatat 116.508 kali
  • Saham BNBR tercatat 83.900 kali
  • Saham BBCA tercatat 51.693 kali
  • Saham DADA tercatat 50.413 kali
  • Saham BUMI tercatat 43.923 kali

Bursa Saham Asia Pasifik

Mengutip Antara, bursa saham Asia Pasifik merosot. Indeks Nikkei di Jepang turun 933,84 poin atau 1,57% menjadi 58.584,50. Indeks Shanghai terpangkas 4,12 poin atau 0,10% ke 4.051,43. Indeks Hang Seng susut 233,93 poin atau 0,89% menjadi 26.260,33 dan indeks Strait Times turun 10,56 poin atau 0,21% menjadi 4.997,27.