Gagalnya Perundingan AS-Iran Guncang Psikologi Investor Global

Kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai memberikan dampak signifikan terhadap psikologi investor global dan domestik.

Diterbitkan 13 April 2026, 15:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta -  Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran memberikan dampak signifikan terhadap psikologi investor global, termasuk di pasar domestik. 

“Kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap psikologi investor global, termasuk di pasar domestik,” kata Hendra kepada Liputan6.com, Senin (13/4/2026).

Kondisi ini menjadi sentimen negatif baru setelah sebelumnya pasar sempat menikmati fase yang relatif tenang. 

Situasi yang awalnya mereda akibat adanya kesepakatan gencatan senjata sementara kini kembali memanas. Kebuntuan dalam proses negosiasi memicu ketidakpastian baru yang membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

“Jika sebelumnya pasar menikmati fase “tenang” akibat adanya kesepakatan gencatan senjata sementara, maka kondisi buntu dalam negosiasi ini kembali memunculkan ketidakpastian baru,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, kegagalan diplomasi antara kedua negara tersebut meningkatkan persepsi risiko di kalangan investor. Pasalnya, kawasan Timur Tengah memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi energi dunia. Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak global.

Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, pelaku pasar global cenderung mengantisipasi risiko yang lebih besar. Hal ini berdampak pada perubahan strategi investasi yang lebih konservatif.

“Bagi investor, situasi ini meningkatkan persepsi risiko, terutama karena kawasan Timur Tengah merupakan pusat distribusi energi dunia, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak global,” ujarnya.

Pasar Saham Tertekan

Seiring meningkatnya risiko, investor umumnya mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham. Mereka cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman atau safe haven.

Akibatnya, pasar saham berpotensi mengalami tekanan dalam jangka pendek. Volatilitas juga diperkirakan meningkat seiring perubahan sentimen yang cepat di kalangan pelaku pasar.

“Ketika risiko geopolitik meningkat, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan beralih ke aset safe haven,” ujarnya.

Selain itu, aliran dana asing diprediksi menjadi lebih fluktuatif, terutama di negara berkembang atau emerging market seperti Indonesia. Investor global biasanya lebih sensitif terhadap risiko eksternal di pasar negara berkembang. 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Iran adalah negara di Timur Tengah yang memiliki sumber daya gas terbesar.
    Iran adalah negara di Timur Tengah yang memiliki sumber daya gas terbesar.
    Iran
  • Amerika Serikat adalah salah satu negara republik konstitusional federal di Benua Amerika
    Amerika Serikat adalah salah satu negara republik konstitusional federal di Benua Amerika
    Amerika Serikat
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • Investor