GMFI Kantongi Pendapatan USD 491,8 Juta pada 2025

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatat pendapatan USD 491,88 juta dan laba USD 33,97 juta pada 2025.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 16:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF Aero Asia) atau GMFI mencatat kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan posisi keuangan konsolidasian yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 491,88 juta.

Kinerja tersebut turut mendorong perolehan laba bersih tahun berjalan sebesar USD 33,96 juta. Selain itu, jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan tercatat sedikit lebih tinggi, yakni mencapai USD 34,36 juta, mencerminkan adanya tambahan keuntungan dari komponen lain di luar laba bersih.

Mengutip laporan keuangan GMF Aero Asia di keterbukaan informasi BEI, Senin (30/3/2026), laba neto per saham perseroan tercatat sebesar USD 0,0009. Dari sisi rasio profitabilitas, Return on Assets (ROA) berada di level 4,2%, menandakan efektivitas perusahaan dalam mengelola aset untuk menghasilkan laba. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat cukup tinggi di angka 29,6%, yang mencerminkan tingkat pengembalian yang solid bagi pemegang saham.

Struktur Aset dan Liabilitas Masih Dominan Utang

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD 812,98 juta. Nilai ini terdiri dari aset lancar sebesar USD 303,89 juta dan aset tidak lancar sebesar USD 509,08 juta.

Sementara itu, total liabilitas perusahaan mencapai USD 698,41 juta, dengan rincian liabilitas jangka pendek sebesar USD 305,22 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar USD 393,18 juta. Struktur ini menunjukkan beban kewajiban masih cukup besar dibandingkan total aset yang dimiliki. Rasio lancar (current ratio) tercatat sebesar 99%, yang mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek masih relatif terbatas karena berada sedikit di bawah angka ideal 100%.

 

RUPSLB GMFI Setuju Inbreng Aset Strategis dari Angkasa Pura Indonesia

Sebelumnya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) melanjutkan langkah transformasinya dengan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (24/10/2025) di Auditorium Garuda Indonesia.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui dua agenda utama, yakni Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan struktur permodalan.

RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 92,64% dari total saham yang telah diterbitkan, atau setara dengan 34,8 miliar saham. Jumlah tersebut memenuhi ketentuan kuorum sesuai Anggaran Dasar Perseroan.

Dalam agenda pertama, pemegang saham menyetujui penerbitan maksimal 124,27 miliar saham Seri B bernilai nominal Rp 25 per lembar, sesuai ketentuan OJK No. 32/POJK.04/2015 yang telah diubah dengan POJK No. 14/POJK.04/2019. Agenda kedua menetapkan perubahan pada Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) Anggaran Dasar, terkait penyesuaian modal ditempatkan dan disetor sehubungan pelaksanaan PMHMETD tersebut.

 

Inbreng Aset Dorong Struktur Keuangan Positif

Melalui aksi korporasi ini, GMFI akan menerima penyetoran modal non-tunai (inbreng) dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) berupa lahan seluas 972.123 meter persegi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Aset itu mencakup area operasional utama dari Hanggar 1 hingga Hanggar 4 dengan nilai Rp 5,66 triliun. Langkah ini akan diikuti oleh pelaksanaan HMETD dan menjadikan lahan strategis tersebut sebagai bagian penting dari kegiatan perawatan pesawat GMFI.

Aksi ini sekaligus memperkuat struktur permodalan dan fundamental keuangan GMFI. Posisi ekuitas yang sebelumnya negatif sebesar USD 248,99 juta diproyeksikan berbalik positif menjadi USD 102,87 juta. Kondisi ini mencerminkan fondasi keuangan yang lebih sehat dan membuka ruang bagi pertumbuhan berkelanjutan.

Penyertaan modal dari API juga menjadi bagian dari restrukturisasi Garuda Indonesia yang telah disetujui pemerintah, sekaligus mempertegas integrasi strategis GMFI dalam ekosistem aviasi nasional di bawah naungan API.

Â