IHSG Melesat 1,2% Jelang Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke posisi 7.100 pada perdagangan saham Selasa, (17/3/2026).

Diterbitkan 17 Maret 2026, 17:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (17/3/2027), jelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. Kenaikan IHSG hari ini didorong seluruh sektor saham yang menghijau dan transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini melompat 1,2% ke posisi 7.106,83. Indeks saham LQ45 bertambah 1,22% ke posisi 722,41. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG ini masih inline pada laporan Selasa pagi.

"Kami masih memperkirakan adanya rebound dalam jangka pendek setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam kemarin,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, di sisi lain, dari perkembangan global, harga minyak mentah turun setelah Iran membuka Selat Hormuz untuk beberapa negara sehingga suplai minyak diharapkan berangsur pulih.

“Dari dalam negeri, nilai tukar Rupiah menguat terhadap USD dan juga hari ini BI Rate stay di level 4,75%,” ujar Herditya.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.148,25 dan level terendah 7.059,89. Sebanyak 457 saham menguat sehingga angkat IHSG. 214 saham melemah dan 148 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.555.710 kali dengan volume perdagangan saham 31,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.987.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic melonjak 3,43%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi naik 1,05%, sektor saham industri menguat 0,85%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,07%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal menguat 0,28%, sektor saham kesehatan melompat 0,60%, sektor saham keuangan bertambah 0,46%, sektor saham properti mendaki 1,42%, sektor saham teknologi meroket 2,89%. Kemudian sektor saham infrastruktur mendaki 3,38% dan sektor saham transportasi meroket 3,69%.

Gerak Saham

Jelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026, harga saham MEDC naik 2,86% ke posisi Rp 1.800 per saham. Harga saham MEDC dibuka menguat lima poin ke posisi Rp 1.755 per saham. Saham MEDC berada di level tertinggi Rp 1.820 dan level terendah Rp 1.750 per saham. Total frekuensi perdagangan 17.342 kali dengan volume perdagangan saham 5.637.472 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 992,3 miliar.

Harga saham CDIA melemah 0,64% ke posisi Rp 780 per saham. Saham CDIA dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 795 per saham. Harga saham CDIA berada di level tertinggi Rp 835 dan level terendah Rp 765 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.368 kali dengan volume perdagangan saham 733.017 saham. Nilai transaksi Rp 58,5 miliar.

Harga saham BBRI ditutup stagnan di posisi Rp 3.480 per saham. Harga saham BBRI dibuka menguat 20 poin ke posisi Rp 3.500 per saham. Saham BBRI berada di level tertinggi Rp 3.530 dan level terendah Rp 3.480 per saham. Total frekuensi perdagangan 34.271 kali dengan volume perdagangan saham 2.186.292 saham. Nilai transaksi Rp 763,2 miliar.

Saham GGRM melemah 2,61% ke posisi Rp 14.000 per saham. Saham GGRM dibuka turun 275 poin ke posisi Rp 14.100 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 14.375. Saham GGRM berada di level tertinggi Rp 14.375 dan level terendah Rp 14.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 914 kali dengan volume perdagangan saham 6.027 saham. Nilai transaksi Rp 8,5 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ROCK meroket 24,82%
  • Saham JSPT meroket 24,70%
  • Saham LAPD meroket 19,48%
  • Saham ESTA meroket 16,03%
  • Saham EXCL meroket 15,62%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham PSDN merosot 14,97%
  • Saham FITT merosot 14,92%
  • Saham POLA merosot 14,86%
  • Saham BESS merosot 14,84%
  • Saham NZIA merosot 14,66%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham EMAS senilai Rp 2 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BRMS senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BBNI senilai Rp 916,5 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham EMAS tercatat 58.538 kali
  • Saham BRMS tercatat 56.130 kali
  • Saham BUMI tercatat 44.865 kali
  • Saham ARCI tercatat 41.262 kali
  • Saham BBCA tercatat 34.958 kali