IHSG Dibayangi Sentimen Geopolitik saat Perdagangan Bursa Hanya 2 Hari Pekan Ini

Berikut sejumlah sentimen yang membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat perdagangan saham hanya dua hari pekan ini.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 11:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pada 9–13 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 5,91% seiring meningkatnya tekanan dari sentimen global dan domestik. Pada periode tersebut, investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih sekitar Rp 1,2 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menilai pelemahan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini mendorong kenaikan harga komoditas energi seperti minyak dan batu bara, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi global serta kemungkinan kebijakan moneter ketat yang berlangsung lebih lama.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati sinyal pemerintah melalui Menteri Keuangan yang mempertimbangkan penyesuaian beberapa pos belanja APBN guna menjaga defisit fiskal tetap di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Kombinasi ketidakpastian global serta kehati-hatian kebijakan fiskal tersebut mendorong investor cenderung mengambil posisi risk-off, sehingga menekan pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu," tegasnya.

Proyeksi Dua Hari Perdagangan Bursa

Memasuki pekan perdagangan 16–17 Maret 2026 yang hanya berlangsung dua hari karena libur panjang Nyepi dan Idul Fitri, indeks utama Wall Street seperti S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq Composite diperkirakan masih berada dalam tekanan. Pergerakan kontrak futures indeks AS yang masih melemah mengindikasikan potensi tekanan jual pada awal pekan.

Sentimen negatif dipicu oleh ketidakpastian pasokan energi global setelah harga minyak West Texas Intermediate melonjak menyusul kebijakan Iran yang menutup Selat Hormuz sejak akhir Februari. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Situasi semakin memicu kekhawatiran pasar setelah pemimpin baru Iran menjadikan penutupan selat tersebut sebagai instrumen tekanan terhadap negara lawan. Namun, terdapat perkembangan terbaru dari pemerintah Iran terkait akses pelayaran di wilayah tersebut.

"Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan adanya nuansa berbeda setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap 'terbuka, bagi kapal-kapal yang bukan berasal dari Amerika Serikat, Israel, maupun sekutunya," jelas Hari.

 

 

 

Dinamika Geopolitik

Ia menilai dinamika geopolitik tersebut membuat investor global cenderung mempertahankan sikap risk-off dalam jangka pendek sehingga volatilitas pasar saham AS diperkirakan masih tinggi selama ketidakpastian geopolitik dan pasokan energi global belum mereda.

Di dalam negeri, sentimen pasar diperkirakan dipengaruhi oleh kondisi fiskal dan arah kebijakan moneter di tengah kenaikan harga energi global. Lonjakan harga migas dan batu bara berpotensi menambah tekanan terhadap fiskal pemerintah, sehingga diperlukan langkah untuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali.

Jika defisit fiskal melebar, risikonya antara lain meningkatnya kebutuhan pembiayaan utang pemerintah, tekanan terhadap imbal hasil obligasi negara, serta potensi pelemahan nilai tukar akibat meningkatnya persepsi risiko investor terhadap stabilitas fiskal. Kondisi tersebut juga dapat mempersempit ruang stimulus fiskal di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi moneter, pelaku pasar turut menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan. Secara konsensus, bank sentral diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi di tengah tekanan eksternal.

"Kombinasi dinamika fiskal dan arah kebijakan moneter tersebut diperkirakan akan menjadi faktor utama yang membentuk sentimen dan arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan dalam jangka pendek,” ujar Hari.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 9-13 Maret 2026. Koreksi IHSG sepekan didorong sejumlah sentimen. Salah satunya kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (14/3/2026), IHSG merosot 5,91% ke posisi 7.137,21. Koreksi IHSG ini lebih rendah dibandingkan pekan lalu. Pada pekan lalu, IHSG melemah 7,89% ke posisi 7.585,68. Selanjutnya kapitalisasi pasar terpangkas 6,96% ke posisi Rp 12.678 triliun dari pekan lalu Rp 13.627 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan, IHSG masih bergerak terkoreksi sebesar 5,91% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Dari sisi sentimen sendiri, selama sepekan IHSG dipengaruhi oleh beberapa hal di antaranya pertama, konflik geopolitik di Timur Tengah, di mana Iran “menutup” selat Hormuz yang membuat kekhawatiran global akan distribusi dan ketersediaan minyak mentah, sehingga mengakibatkan adanya kenaikan harga minyak dunia.

Kedua, terdapat beberapa rilis data, seperti inflasi AS yang cenderung stay di 2,4% YoY yang diperkirakan membuat The Federal Reserve (the Fed) akan mempertimbangkan kembali mengenai pemangkasan suku bunga.

"Ketiga, investor cenderung wait and see menjelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri (secara historis, pola pergerakan IHSG pada bulan Ramadan menunjukkan pola U Shape),” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI terpangkas 25,49% menjadi 31,55 miliar saham dari 42,34 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI merosot 31,54% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari pekan lalu 2,73 juta kali transaksi.

Kemudian rata-rata nilai transaksi harian BEI susut 31,10% menjadi Rp 17,20 triliun dari Rp 24,97 triliun pada pekan lalu. Investor asing melepas saham Rp 1,56 triliun selama sepekan. Pada pekan lalu, investor asing membeli saham Rp 2,22 triliun.

 

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Investor Asing
  • Aksi Jual
  • Sentimen Global