PTRO Raup Pendapatan USD 886,45 Juta pada 2025

PT Petrosea Tbk (PTRO) mencetak pendapatan tumbuh 28,32% dan laba naik 197,02% pada 2025.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. PT Petrosea Tbk (PTRO) mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/3/2026), PT Petrosea Tbk (PTRO) meraup pendapatan USD 886,45 juta pada 2025. Pendapatan naik 28,32% dari periode sama tahun sebelumnya USD 690,81 juta.

Beban usaha langsung bertambah 28,92% menjadi USD 774,23 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 600,52 juta. Seiring hal itu, laba kotor perseroan naik 24,29% menjadi USD 112,22 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 90,28 juta.

Perseroan memangkas beban penjualan dan administrasi menjadi USD 44,75 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 51,62 juta. Beban bunga dan keuangan naik menjadi USD 55,69 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 25,89 juta.

Perseroan mencatat penghasilan bunga naik menjadi USD 2,70 juta dari 2024 sebesar USD 1,01 juta. Keuntungan bersih naik menjadi USD 34,54 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 3,80 juta.

Seiring hal itu, laba sebelum pajak melonjak 399,21% menjadi USD 39,27 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 7,86 juta.

Perseroan mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 197,02% menjadi USD 28,80 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 9,69 juta.

Seiring hal itu, laba per saham dasar naik menjadi USD 0,0029 pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 0,0010.

Ekuitas perseroan naik 23,10% menjadi USD 307,45 juta dari 2024 sebesar USD 249,75 juta. Liabilitas naik 106,54% menjadi USD 1,27 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 617,51 juta. Aset perseroan meroket 82,51% menjadi USD 1,58 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 867,26 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 72,03 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 114,92 juta.

Pada perdagangan saham sesi kedua, harga saham PTRO turun 0,60% ke posisi Rp 4.930 per saham. Harga saham PTRO dibuka turun ke posisi Rp 4.470 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.960 per saham. Harga saham PTRO berada di level tertinggi Rp 5.350 dan level terendah Rp 4.250 per saham. Total frekuensi perdagangan 44.851 kali dengan volume perdagangan 1.431.234 saham. Nilai transaksi harian Rp 687,5 miliar.

Komisaris Petrosea Tambah Kepemilikan 400 Ribu Saham PTRO

Sebelumnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan perubahan kepemilikan saham oleh salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan. Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Erwin Ciputra selaku Komisaris Petrosea telah melakukan transaksi pembelian saham PTRO.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/1/2026), Erwin Ciputra tercatat membeli sebanyak 400.000 saham PTRO melalui transaksi pembelian tidak langsung pada 26 Januari 2026. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp 9.138 per saham dan bertujuan untuk investasi.

Seiring dengan transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Erwin Ciputra di PT Petrosea Tbk meningkat dari sebelumnya 10.654.000 saham atau setara 0,1056% hak suara menjadi 11.054.000 saham dengan porsi kepemilikan sebesar 0,1096% hak suara.

Manajemen menjelaskan transaksi ini tidak mengubah status pengendalian perseroan. Erwin Ciputra juga bukan merupakan pengendali PT Petrosea Tbk dan tidak memiliki rencana untuk mempertahankan maupun mengambil alih pengendalian perusahaan.

Laporan kepemilikan saham tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.

 

Petrosea (PTRO) Percepat Pembangunan Jalan Tambang Kalteng

Sebelumnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) menyampaikan perkembangan terbaru terkait lini bisnis jasa pertambangan, khususnya pelaksanaan kontrak dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Proyek tersebut mulai berjalan sejak 13 Agustus 2024 dan berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/12/2025), Petrosea mencatat realisasi kegiatan pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) telah melampaui 7,2 juta BCM.

Kontrak jasa pertambangan ini berlaku sepanjang usia tambang (life of mine) dengan estimasi nilai sekitar Rp 17,4 triliun. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pengupasan overburden dengan perkiraan volume 234,9 juta BCM serta target produksi batubara sekitar 26,0 juta ton.

Perusahaan juga menyebutkan dukungannya terhadap proyek-proyek di dalam grup, termasuk anak usaha pertambangan milik SINI. Langkah ini sejalan dengan rencana PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk untuk mengakuisisi SINI.

Setelah akuisisi tersebut, Petrindo secara konsolidasi akan memiliki sejumlah konsesi tambang batu bara dengan total cadangan sekitar 378 juta ton, yang terdiri dari batubara termal dan metalurgi. 

Â