IHSG Anjlok 2,66%, Investor Beralih ke Aset Safe Haven

IHSG turun 2,66% ke 8.016 akibat konflik global dan lonjakan inflasi.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin sore. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu turun 218,65 poin atau 2,66 persen ke level 8.016,83. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga terkoreksi 21,87 poin atau 2,62 persen ke posisi 812,49.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan pelemahan IHSG dipicu meningkatnya tensi geopolitik global. “Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, memicu perang terbuka dan membuat investor global cenderung menghindari aset-aset yang berisiko," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026). 

Pelaku pasar memilih memindahkan dana ke aset safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah. Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah turut memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi global yang dapat mendorong suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Meski demikian, saham-saham sektor energi dan tambang emas mencatat penguatan dan membantu menahan pelemahan IHSG agar tidak lebih dalam.

 

Inflasi Naik dan Surplus Perdagangan Menyusut

Dari sisi domestik, data ekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar. Inflasi Indonesia pada Februari 2026 tercatat naik 0,68 persen secara bulanan (mtm), berbalik dari deflasi 0,15 persen pada Januari 2026.

Kenaikan ini terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang kerap mengalami lonjakan harga menjelang Ramadan.

Secara tahunan, inflasi mencapai 4,76 persen (yoy), naik dari 3,55 persen pada Januari 2026. Angka ini menjadi level tertinggi sejak Maret 2023.

Selain itu, surplus neraca perdagangan menyusut menjadi 0,95 miliar dolar AS pada Januari 2026, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,49 miliar dolar AS. Penurunan ini terjadi karena impor melonjak 18,21 persen (yoy), sementara ekspor hanya tumbuh 3,39 persen (yoy).

 

Mayoritas Sektor Terkoreksi, Transaksi Capai Rp 29,83 Triliun

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor energi yang mencatat kenaikan sebesar 1,70 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumen non primer terkoreksi paling dalam hingga 7,41 persen, diikuti sektor industri minus 5,38 persen dan infrastruktur turun 4,34 persen.

Saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain OILS, ENRG, RUIS, APEX, dan ELSA. Sementara saham dengan pelemahan terdalam di antaranya TRUE, BUVA, BNBR, BELL, dan MINA.

Frekuensi perdagangan mencapai 3,65 juta kali transaksi dengan volume 56,60 miliar lembar saham senilai Rp 29,83 triliun. Sebanyak 108 saham menguat, 671 melemah, dan 41 stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga melemah. Nikkei turun 1,35 persen, Hang Seng merosot 2,14 persen, sementara Strait Times melemah 2,09 persen.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • Safe Haven
  • Sektor Saham