Saham Syariah Berpotensi Menguat Saat Ramadan? Ini Kata Analis

Analis menilai, pergerakan saham syariah dinilai tetap dipengaruhi pasar secara keseluruhan.

Diterbitkan 19 Februari 2026, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai saham syariah memiliki karakter defensif yang cukup kuat, terutama menjelang momentum Ramadan.

"Saham syariah secara historis cenderung lebih defensif karena mayoritas berbasis sektor riil," kata Reydi kepada Liputan6.com, Kamis (19/2/2026).

Secara historis, kinerja saham berbasis prinsip syariah kerap ditopang oleh sektor riil yang berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat. Kondisi ini membuat pergerakannya relatif lebih stabil dibandingkan sektor lain yang sensitif terhadap gejolak global.

Ia menjelaskan, potensi kenaikan tetap terbuka selama bulan puasa, khususnya ketika konsumsi domestik meningkat signifikan. Namun demikian, faktor musiman bukan satu-satunya penentu.

Arah pergerakan saham syariah tetap dipengaruhi kondisi pasar secara keseluruhan, termasuk dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta aliran dana investor asing.

"Di periode Ramadhan, potensi kenaikan tetap ada, terutama jika didukung konsumsi domestik. Namun, pergerakannya tetap sangat tergantung kondisi IHSG dan arus dana asing, bukan semata faktor musiman," ujarnya.

Dia menuturkan, investor perlu tetap memperhatikan faktor makro yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Tanpa dukungan arus dana masuk yang kuat, penguatan saham syariah saat Ramadhan berpotensi terbatas, meskipun sektor konsumsi mengalami peningkatan aktivitas.

Momentum Akumulasi Menjelang Ramadan

Reydi menyebut waktu terbaik untuk mulai mengoleksi saham syariah umumnya berada pada rentang dua hingga empat minggu sebelum Ramadhan.

Pada periode tersebut, harga saham biasanya masih belum bergerak signifikan karena sentimen Lebaran belum sepenuhnya tercermin di pasar. Kondisi ini dinilai sebagai fase yang tepat untuk akumulasi secara bertahap.

"Timing terbaik biasanya akumulasi 2–4 minggu sebelum Ramadhan saat harga masih belum bergerak signifikan karena sentimen Lebaran," ujarnya.

 

Risiko Profit Taking

Di balik peluang tersebut, Reydi mengingatkan adanya sejumlah risiko yang patut diantisipasi menjelang Idulfitri. Salah satu yang paling sering terjadi adalah aksi ambil untung atau profit taking ketika harga saham sudah mengalami kenaikan selama Ramadhan.

Selain itu, likuiditas pasar cenderung menurun saat memasuki periode libur panjang. Kondisi ini bisa membuat pergerakan harga menjadi lebih sensitif dan fluktuatif karena jumlah transaksi yang berkurang. "Risiko yang perlu diwaspadai adalah aksi profit taking mendekati Idulfitri, likuiditas menurun saat libur panjang, dan volatilitas global yang bisa menekan pasar secara tiba-tiba," pungkasnya.

 

Investor Saham Syariah Sentuh 207.834 hingga Oktober 2025

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor saham syariah naik lebih dari 142% menjadi 207.834 investor per Oktober 2025 dari 85.891 investor pada 2020.

Demikian disampaikan Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik dalam sambutannya pada acara MainStory 2025 seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (22/11/2025).

Dari jumlah investor syariah 207.834 investor hingga Oktober 2025 itu, terdapat 6.178 atau 2,9% investor saham syariah berasal dari Sumatera Utara. Hal tersebut menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi dengan jumlah investor saham syariah terbanyak saat ini.

"Oleh karena itu, pada acara MainStory 2025, BEI juga memberikan penghargaan "Sumatera Utara Provinsi Investor Syariah" yang secara resmi diterima oleh Gubernur Sumatera Utara,” kata dia.

Sementara itu,  Kepala OJK Sumatera Utara Khoirul Muttaqien menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi kita untuk memperkuat ekosistem pasar modal syariah, serta mendorong pertumbuhan investor yang lebih inklusif.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal syariah, mendorong pertumbuhan investor baru yang cerdas dan berkelanjutan, serta memperkuat peran Sumatera Utara sebagai salah satu daerah dengan potensi besar dalam pengembangan pasar modal syariah.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penganugerahan kepada para stakeholders pasar modal syariah Indonesia yang telah memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan investor syariah di Indonesia.

Pada ajang tahunan Investroopers 2025, penghargaan untuk Investroopers terbaik diberikan kepada Abdullah Faqih dan coach Investroopers terbaik diberikan kepada Abdullah Karim Ahmad Rifai. Program Investroopers merupakan pengembangan program duta pasar modal syariah dengan tujuan utama tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga inklusi pasar modal syariah di berbagai segmen masyarakat.

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • Saham Syariah
  • Syariah