Pendapatan Bank Permata Tumbuh 3,8% pada 2025

Selain pendapatan tumbuh 3,8%, Bank Permata catat pertumbuhan kredit 5,5% pada 2025.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 11:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Permata Tbk dengan kode saham BNLI, mencatat total pendapatan tumbuh sebesar 3,8% menjadi Rp 12,6 triliun pada 2025, terutama dikontribusikan oleh kenaikan Pendapatan Non Bunga yang signifikan sebesar 34,1% menjadi Rp 2,6 triliun.

Pencapaian positif Bank juga tercermin dari kinerja Laba Setelah Pajak menjadi Rp 3,6 triliun pada akhir tahun 2025. Penyaluran kredit meningkat sebesar 5,5% YoY menjadi Rp 163,3 triliun, diiringi kualitas kredit yang terjaga stabil dengan rasio NPL Gross pada level 2,1%.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, mengatakan untuk menciptakan nilai bisnis yang bermakna bagi seluruh pemangku kepentingan, Permata Bank sebagai mitra finansial terpercaya senantiasa berfokus pada penguatan keunggulan kompetitif, memperdalam hubungan dengan nasabah, dan mendorong profitabilitas berkelanjutan.

"Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang tahun 2025, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan," kata Meliza dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Ia mengatakan, kinerja Permata Bank mencerminkan fundamental yang resilien terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah.

"Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak semata ditentukan oleh skala, melainkan oleh relevansi, dengan menjadi bank pilihan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari, bisnis, dan keluarga mereka," ujarnya.

Menurut dia, melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, pihaknya membangun bank yang bertumbuh secara bertanggung jawab, tetap dekat dengan nasabah, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

 

Kinerja LDR Bank Permata

Adapun Bank secara konsisten menjaga tingkat likuiditas di level yang sehat melalui manajemen struktur neraca yang optimal, tercermin dari rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat sebesar 84,5% pada akhir tahun 2025.

Di samping itu, rasio likuiditas berdasarkan ketentuan Basel III juga terjaga jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100%. Hingga kuartal keempat tahun 2025, Bank mencatat Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata pada level 296,5% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada level 126,8% di akhir Desember 2025.

"Total Aset Bank naik sebesar 3,6% YoY menjadi Rp 268,3 triliun pada posisi December 2025 dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya," ujarnya.

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat 3,9% YoY menjadi Rp 192,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1%. Rasio CASA Bank pun tercatat naik menjadi 63,9%, dibandingkan 55,3% pada periode yang sama tahun lalu.

 

Penyaluran Kredit

Di sisi lain, Permata Bank mencatat penyaluran kredit meningkat 5,5% YoY menjadi Rp 163,3 triliun pada periode Desember 2025 dibandingkan pada periode Desember 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan dari segmen Korporasi yang naik 11,2% YoY menjadi Rp 99,6 triliun.

"Hal ini disertai dengan kualitas kredit yang tetap terjaga baik dan sehat dengan rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1% dan 4,3%, dibandingkan dengan posisi rasio di 2,1% dan 5,5% pada periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

Dalam menjaga kebutuhan pencadangan atas potensi penurunan kredit secara konservatif, Bank secara konsisten menjaga rasio-rasio NPL Coverage dan LAR Coverage yang memadai, masing-masing di level 356% dan 171%.

Â