Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Kamis, (5/2/2026). Harga saham MINA melemah di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan.
Mengutip data RTI, harga saham MINA anjlok 14,86% ke posisi Rp 252 per saham. Saham MINA dibuka turun delapan poin ke posisi Rp 288 per saham dari sebelumnya Rp 296. Harga saham MINA berada di level tertinggi Rp 304 dan terendah Rp 252 per saham. Total frekuensi perdagangan 101.234 kali dengan volume perdagangan saham 16.141.235 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 436,5 miliar.
Berdasarkan Google Finance, harga saham MINA merosot 35,38% dalam lima hari terakhir. Sepanjang 2025, harga saham MINA naik 226,24%.
Advertisement
Di sisi lain, Â IHSG hari ini turun 0,53% ke posisi 8.103,87. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,41% ke posisi 829,35. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.214,46 dan terendah 8.102,78. Sebanyak 349 saham melemah sehingga menekan IHSG. 299 saham menguat dan 172 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.549.194 kali dengan volume perdagangan 36 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.825.
Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,79%. Sementara itu, sektor saham industri terpangkas 1,35%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur merosot 1,23%, sektor saham energi turun 1,20%. Lalu sektor saham basic melemah 0,87%, sektor saham siklikal susut 0,99%.
Selanjutnya sektor saham kesehatan turun 0,78%, sektor saham keuangan melemah 0,115, sektor saham properti merosot 0,84%, sektor saham teknologi terperosok 1,19%, sektor saham transportasi melemah 0,18%.
Â
Kasus Manipulasi Pasar Modal: Tiga Orang Ditetapkan Tersangka
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri terus membongkar praktik curang di pasar modal. Terbaru, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan manipulasi dan insider trading yang melibatkan PT Minna Padi Aset Manajemen.
Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, perkara Minna Padi kini sudah masuk tahap penyidikan. Hasilnya, saham yang dijadikan underlying asset produk reksadana diduga berasal dari transaksi pasar nego dan pasar reguler dengan pola transaksi terafiliasi.
Penyidik juga menemukan transaksi dilakukan menggunakan rekening reksadana dengan lawan transaksi antara lain ESO, yang tercatat sebagai pemegang saham di PT Minna Padi Aset Manajemen, PT Minna Padi Investama, serta PT Sanurhasta Mitra. Dalam jaringan yang sama, turut terlibat ESI, adik ESO, serta perusahaan afiliasi PT MPAM.
"Di mana saudara ESO ini merupakan pemegang saham di PT Minna Padi Aset Manajemen, juga pemegang saham di PT Minna Padi Investama, dan PT Sanurhasta Mitra. Dan saudara ESI, ini juga merupakan adik dari ESO. Berikut perusahaan afiliasi yaitu PT MPAM," ucap dia kepada wartawan, Selada (3/2/2026).
Advertisement
Modus Pelaku
Dalam praktik manipulasi yang dijalankn, para pelaku menjalankan modus dengan memanfaatkan PT MPAM selaku manajer investasi untuk membeli saham afiliasi dengan harga murah, lalu menjual kembali ke produk reksadana lain dengan harga lebih tinggi.
Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa 44 saksi, memintai keterangan ahli pidana dan ahli pasar modal, serta menetapkan tiga tersangka. Mereka masing-masing DJ selaku Direktur Utama PT MPAM, ESO sebagai pemegang saham, dan EL yang merupakan istri ESO.
"Jadi ada tiga tersangka yang telah ditetapkan dalam penyidikan perkara a quo," ujar dia.
Dia mengatakan, pihaknya juga melakukan pemblokiran terhadap 14 sub-rekening efek milik PT MPAM dan afiliasinya. Dari jumlah itu, enam sub-rekening reksadana berisi aset saham dengan nilai sekitar Rp467 miliar, berdasarkan harga efek per 15 Desember 2025.
"Ya. Jadi ada 14 sub-rekening efek yang kita sudah blokir gitu ya. Di mana dari 6 sub-rekening efek itu, dari 14 itu, senilai Rp467 Miliar itu terhitung di harga per tanggal 15 Desember 2025. (Periodenya insider trading-nya) 2024, 2025 ya. Oke ya nanti kita update lagi kembali," ucap dia.
Â
Libatkan PPATK
Dia menegaskan pihaknya tidak akan mentolelir praktik manipulasi pasar dan kejahatan investasi. Penelusuran aliran dana dilakukan bersama PPATK untuk mengungkap aliran uang dan aset terkait perkara tersebut.
"Kami pastikan penyidikan atas penanganan perkara a quo akan dilaksanakan secara prosedural dan tuntas. Siapapun yang terlibat di dalamnya, dalam dugaan tindak pidana yang terjadi, kami pastikan kita akan tetapkan sebagai tersangka dalam perkara a quo," ujar dia.
Polisi berharap penanganan perkara ini menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan keuangan, sekaligus memperkuat perlindungan investor serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional. Masyarakat juga diminta selalu memahami profil risiko investasi dan memastikan setiap produk keuangan yang ditawarkan sesuai dengan ketentuan.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7562358/original/065768500_1780339879-norwegia_swedia_uj_coba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260724/original/073509600_1781647690-PRANCIS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482261/original/017449400_1769169646-Timnas_Yordania-Kelme.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1539763/original/095959400_1489728049-20170317-Pabrik-Semen-Rembang-Siap-Beroperasi-Gempur-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958686/original/030324900_1727872149-20241002-Harga_Saham-ANG_4.jpg)