IHSG Hari Ini 30 Januari 2026 Melompat 1,18%, Mayoritas Sektor Saham Menghijau

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik didorong 551 saham yang menguat pada perdagangan saham Jumat, (30/1/2026).

Diterbitkan 30 Januari 2026, 19:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan saham Jumat, (30/1/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah lonjakan sektor saham transportasi dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini melonjak 1,18% ke posisi 8.329,60. Indeks saham LQ45 bertambah 2,52%. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.408,30 dan level terendah 8.167,15. Sebanyak 551 saham menguat sehingga angkat IHSG. 194 saham melemah dan 65 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG karena technical rebound setelah dua hari berturut-turut melemah akibat pengumuman MSCI dan downgrade IHSG. Ia mengatakan, melihat sentimen belum ada yang mendukung kenaikan IHSG tetapi menguat secara teknikal usai turun dalam dua hari.

"Kalau mencari sentimen sebenarnya belum ada yang mendukung, hanya ada pengunduran Dirut BEI dan pemerintah berencana menaikkan limit di dapen dan asuransi,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, total frekuensi perdagangan saham 3.399.422 kali dengan volume perdagangan saham 57,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 41,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.765.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi naik 6,14% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 0,27%, sektor saham basic menanjak 0,25%, sektor saham consumer nonsiklikal melesat 1,97%. Selain itu, sektor saham kesehatan bertambah 0,91%, sektor saham keuangan melesat 3,05%, sektor saham properti mendaki 1,47% dan sektor saham teknologi melesat 1,7%.

Gerak Saham

Jelang akhir pekan ini, saham BRIS naik 6,13% ke posisi Rp 2.250 per saham. Saham BRIS dibuka stagnan di Rp 2.120 per saham. Harga saham BRIS berada di level tertinggi Rp 2.270 dan terendah Rp 2.120 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.959 kali dengan volume perdagangan saham 506.094 saham. Nilai transaksi Rp 112,4 miliar.

Saham ADMR melemah 5,48% ke posisi Rp 1.985 per saham. Harga saham ADMR dibuka stagnan di posisi Rp 2.100 per saham. Saham ADMR berada di level tertinggi Rp 2.150 dan terendah Rp 1.975 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.165 kali dengan volume 953.107 saham. Nilai transaksi Rp 193,4 miliar.

Harga saham BBCA ditutup naik 2,78% ke posisi Rp 7.400 per saham. Saham BBCA dibuka stagnan di Rp 7.200 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 7.600 dan terendah Rp 7.200. Total frekuensi perdagangan 111.138 kali dengan volume perdagangan 6.369.320 saham. Nilai transaksi Rp 4,7 triliun

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ERTX melonjak 35%
  • Saham ESTI melonjak 34,67%
  • Saham NZIA melonjak 34,09%
  • Saham FIRE melonjak 33,77%
  • Saham ZATA melonjak 32,10%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham INDO merosot 14,97%
  • Saham KIOS merosot 14,94%
  • Saham LMPI merosot 14,93%
  • Saham VKTR merosot 14,88%
  • Saham RMKE merosot 14,77%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 3,9 triliun
  • Saham BUMI senilai Rp 2,8 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 2 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham TLKM senilai Rp 1,2 triliun

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 235.865 kali
  • Saham BBCA tercatat 111.102 kali
  • Saham CUAN tercatat 93.620 kali
  • Saham BBRI tercatat 76.740 kali
  • Saham ANTM tercatat 76.183 kali