Mengekor Wall Street AS, Bursa Saham Asia-Pasifik Lompat Hari Ini

Bursa saham Asia-Pasifik pulih pada hari Kamis, mengikuti kenaikan di Wall Street Amerika Serikat (AS).

Diterbitkan 22 Januari 2026, 08:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia-Pasifik pulih pada hari Kamis, mengikuti kenaikan di Wall Street Amerika Serikat (AS), setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland.

Dikutip dari CNBC, Kamis (22/1/2026), indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 1,22%, sementara indeks saham Topix yang lebih luas naik 1,03%. Jepang merilis angka perdagangan Desember hari ini, dengan pertumbuhan ekspor 5,1% yang lebih rendah dari perkiraan analis.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia naik 0,78% pada perdagangan awal, setelah turun sekitar 0,4% pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 26.616, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di angka 26.585,06.

Pasar Asia sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan tersebut. Kospi Korea Selatan Memimpin kenaikan di kawasan ini dan menembus angka 5.000, naik lebih dari 2%, dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bertambah 1,29%.

Trump juga mengatakan di Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa dia tidak akan menggunakan kekerasan untuk merebut pulau Arktik tersebut, meredakan kekhawatiran atas kemungkinan aksi militer AS.

Presiden AS tersebut juga mengatakan bahwa ia telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland, bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. 

 

 

IHSG Tersungkur, Investor Asing Lepas Saham Rp 1,88 Triliun

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan perdagangan saham Rabu (21/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah nilai rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat meski masih di kisaran 16.900 dan aksi jual saham oleh investor asing.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,36% ke posisi 9.010,33. Indeks saham LQ45 melemah 1,47% ke posisi 871,41. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melepas saham Rp 1,88 triliun.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus alias Nico menuturkan, IHSG melemah diwarnai dengan volatilitas tinggi akibat aksi ambil untung.

“Dari dalam negeri, saham-saham berbasis Sumber Daya Alam (SDA) termasuk yang berkapitalisasi besar (big caps) tercatat melemah merespons kebijakan pemerintah yang mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfataan Hutan (PBPH) sebanyak 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang memutuskan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen atau sesuai ekspektasi, belum mampu menjadi katalis untuk menahan pelemahan IHSG.

Dari mancanegara, Nico menuturkan, pelaku pasar khawatir terhadap ketegangan geopolitik seiring ancaman baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland, serta adanya ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland.

Kemudian, fokus pelaku pasar akan tertuju kepada pidato Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dan KTT darurat Uni Eropa di Kota Brussels, Belgia

 

 

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.105,23 dan level terendah 8.977,68. Sebanyak 546 saham melemah sehingga bebani IHSG. 179 saham menguat dan 77 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 4.032.241 kali dengan volume perdagangan saham 61,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.927.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham basic naik 0,14% dan sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,58%. Sementara itu, sektor saham industri melemah 0,33% dan catat koreksi terbesar.

Selain itu, sektor saham properti terpangkas 3,44% dan sektor saham transportasi turun 3,04%. Selanjutnya sektor saham energi terpangkas 1,21%, sektor saham consumer siklikal susut 0,02%, sektor saham kesehatan turun 0,39%. Lalu sektor saham keuangan susut 1,05%, sektor saham teknologi melemah 1,44%, sektor saham infrastruktur turun 1,07%.