Investor Asing Beli Saham Rp 3,2 Triliun pada 15-19 Desember 2025

Berikut kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan aksi investor asing pada 15-19 Desember 2025.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 16:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Investor asing masih melakukan aksi beli saham selama sepekan pada perdagangan saham 15-19 Desember 2025. Namun, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan merosot meski investor asing beli saham.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (21/12/2025), IHSG turun 0,59% ke posisi 8.609,55. Pada pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.730,70 dan level terendah 8.562,88.

Pekan ini, kapitalisasi pasar juga merosot 0,59%. Kapitalisasi pasar saham di BEI tercatat Rp 15.788 triliun dari pekan lalu Rp 15.882 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG melemah 0,59% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Sejumlah faktor mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pertama, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kedua, data makro ekonomi AS yang masih cenderung fluktuatif di mana diperkirakan berpengaruh kepada kebijakan moneter. "The Federal Reserve (the Fed) di mana masih akan cenderung hawkish ke depannya,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, ketiga, memanasnya geopolitik Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela yang membuat harga emas dunia meningkat.

Di tengah koreksi IHSG, investor asing masih membeli saham Rp 3,27 triliun selama sepekan. Aksi beli saham oleh investor asing ini meningkat dari pekan lalu Rp 1,42 triliun. Sepanjang 2025, investor asing melepas saham Rp 22,3 triliun.

Berikut rincian transaksi saham oleh investor asing pada 15-19 Desember 2025 berdasarkan data BEI:

1.15 Desember 2025:Investor asing beli saham Rp 247,52 miliar

2. 16 Desember 2025: Investor asing lepas saham Rp 934,64 miliar

3. 17 Desember 2025: Investor asing beli saham Rp 266,18 miliar

4.18 Desember 2025: Investor asing beli saham Rp 1,01 triliun

5. 19 Desember 2025 Investor asing beli saham Rp 2,67 triliun

Kinerja IHSG pada 15-19 Desember 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan 15-19 Desember 2025. Pergerakan IHSG sepekan ini dinilai dipengaruhi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the fed) dan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (20/12/2025), IHSG merosot 0,59% ke posisi 8.609,55. Pada pekan lalu, IHSG naik terbatas 0,32% ke posisi 8.660,49. Kapitalisasi pasar juga merosot 0,59% menjadi Rp 15.788 triliun dari pekan sebelumnya Rp 15.882 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, pergerakan IHSG dipengaruhi prospek penurunan suku bunga the Fed pada 2026. "Prospek penurunan suku bunga tahun depan hanya satu kali. Namun, ada peluang the Fed menurunkan suku bunga bisa dua kali,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Transaksi Harian Saham

Selain itu, Nafan menambahkan, Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga 4,75% seiring langkah BI yang pro stabilitas juga mempengaruhi IHSG. “BI cenderung pro stability ketimbang growth dengan menahan BI Rate membuat market kita relatif mengalami koreksi,” kata dia.

BEI juga mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 12,59% menjadi 2,80 juta kali transaksi dari 3,20 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa anjlok 20,80% menjadi 47 miliar saham dari 59,35 miliar saham pada pekan lalu. Investor asing membeli saham Rp 3,27 triliun selama sepekan. Aksi beli saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu sebesar Rp 1,42 triliun. Seiring hal itu, sepanjang 2025, investor asing lepas saham Rp 22,39 triliun.

Adapun peningkatan tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 13,23% menjadi Rp 34,29 triliun dari pekan lalu Rp 30,29 triliun.