BREN Siapkan Belanja Modal hingga USD 250 Juta pada 2026

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah merealisasikan belanja modal USD 100 juta hingga September 2025.

Diterbitkan 11 November 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyiapkan belanja modal (capital expenditure atau capex) yang lebih besar pada 2026. Hal ini seiring dengan peningkatan aktivitas proyek strategis yang tengah dijalankan perusahaan.

Direktur BREN, Chiam Hsing Chee, menyampaikan hingga sembilan bulan pertama tahun ini, realisasi capex perusahaan mencapai sekitar USD 100 juta, sejalan dengan pola investasi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Saya senang untuk mengatakan, secara konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, 9 bulan capex adalah sekitar 100 juta dolar AS,” ujar Chiam dalam Public Expose, Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan, pada 2026 perusahaan memperkirakan kebutuhan capex akan meningkat signifikan menjadi sekitar USD 250 juta. Kenaikan tersebut disebabkan oleh aktivitas proyek yang lebih padat, termasuk pembangunan unit baru dan retrofit aset-aset eksisting.

“Sekarang, menurut pandangan kita untuk tahun 2026, berdasarkan jumlah aktivitas yang telah dijelaskan sebelumnya, kita melihat sekitar USD 250 juta. Sedikit lebih tinggi daripada tahun ini, tetapi hal tersebut berkaitan dengan plan aktivitas yang telah kami lakukan, dengan retrofit, dengan aset-aset yang telah kami lakukan, serta dengan unit 3 dan 7, aset-aset yang telah kami sebutkan sebelumnya,” jelasnya.

Kenaikan capex tersebut mencerminkan komitmen BREN dalam mempercepat pengembangan proyek-proyek energi terbarukan, termasuk proyek panas bumi Wayang Windu Unit 3 dan Salak Unit 7 yang ditargetkan selesai pada 2026.

Kinerja Kuartal III 2025

Sebelumnya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 19,1% menjadi USD 132 juta atau setara Rp 2,1 triliun (asumsi kurs Rp 16.651 per dolar AS) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.

Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan kinerja operasional dan penurunan beban bunga setelah keberhasilan optimalisasi utang yang dilakukan sejak tahun lalu.

 

 

 

Aset BREN

Melansir laporan keuangan Perseroan, selama periode Januari–September 2025, pendapatan konsolidasian BREN mencapai USD 457 juta, naik 3,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 441 juta. EBITDA juga meningkat 5,7% secara tahunan menjadi USD 399 juta, dengan margin EBITDA melebar menjadi 87,1% dari 85,4%.

Secara operasional, proyek retrofit Salak berhasil diselesaikan pada kuartal III 2025 dan menambah kapasitas baru 7,7 MW, lebih tinggi dari perkiraan awal. Bersama Unit Binary Salak yang telah beroperasi sejak Februari 2025, total kapasitas terpasang pembangkit panas bumi BREN kini mencapai 910,3 MW, naik 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Per akhir September 2025, total aset BREN tercatat sebesar USD 3,84 miliar, sementara total liabilitas turun 2,7% menjadi USD 2,97 miliar. Rasio utang bersih terhadap ekuitas menurun menjadi 1,82 kali, mencerminkan posisi keuangan yang semakin sehat dan efisien.

 

Portofolio Panas Bumi

CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan mengatakan portofolio panas bumi terus menunjukkan kinerja yang kuat dan konsisten, ditopang oleh kinerja operasional yang unggul serta kontribusi berkelanjutan dari Unit Binary Salak. Segmen angin juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dengan produksi listrik yang mulai meningkat mendekati pola musiman. 

“Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga, kami berhasil mencatat margin yang lebih tinggi dan peningkatan laba. Ke depan, kami akan terus fokus mempercepat ekspansi kapasitas dan memperkuat posisi kepemimpinan kami dalam transisi energi terbarukan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung akhir tahun ini, menambah kapasitas 18,4 MW. Perseroan juga memulai pengeboran eksplorasi di prospek Hamiding sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang menuju target kapasitas energi terbarukan 2,3 GW pada 2032.