Unilever Indonesia Pastikan Pemisahan Unit Bisnis Es Krim Rampung Akhir 2025

Unilever Indonesia juga tengah melanjutkan program pembelian kembali saham sebagai bentuk komitmen meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 14:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memastikan untuk menyelesaikan proses pemisahan bisnis es krim pada akhir 2025. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi global perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyampaikan bahwa proses pemisahan tersebut akan dijalankan sesuai jadwal yang telah ditetapkan secara global.

“Dan kami juga berupaya memastikan pemisahan bisnis es krim ini selesai pada akhir 2025 sesuai dengan kebutuhan global saat ini dan kami akan berkomitmen dengan timeline yang ditetapkan secara global,” ujar Benjie dalam konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan UNVR Tahun Kuartal III 2025, Kamis (23/10/2025).

Selain pemisahan bisnis, Unilever Indonesia juga tengah melanjutkan program pembelian kembali saham sebagai bentuk komitmen meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Benjie menjelaskan, hingga September 2025, perseroan telah membeli kembali sebanyak Rp 168,8 juta saham, dan inisiatif ini akan berlanjut hingga 30 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Benjie mengungkapkan bahwa perseroan tetap berkomitmen menjaga kebijakan pembagian dividen yang optimal, termasuk dari hasil bisnis es krim setelah proses pemisahan rampung.

“Kami juga berharap akan memberikan dividen 100% pada tahun 2025 dan dividen dari hasil bisnis es krim ini juga akan dilaksanakan tentunya sesuai dengan apakah di margin global dan peraturan yang terkait mengizinkan,” tutur Benjie.

Ia menegaskan Unilever Indonesia akan terus berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan strategi yang disiplin dan efisien, sambil memastikan setiap merek dalam portofolio perusahaan berkontribusi terhadap ambisi jangka panjang perseroan.

 

Unilever Indonesia Rombak Susunan Direksi, Ini Daftar Terbaru

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan perubahan susunan direksi setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Kantor Pusat Unilever Indonesia di BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/10/2025).

Dalam keputusan RUPSLB Unilever Indonesia, Hendri Widiarta ditetapkan sebagai direktur baru menggantikan Willy Saelan.

Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristianti, menjelaskan RUPSLB telah menyetujui pengunduran diri Willy Saelan dari jabatannya sebagai Direktur, yang mulai berlaku efektif pada 15 Oktober 2025. Dengan demikian, perseroan resmi menunjuk Hendri Widiarta untuk mengisi posisi tersebut.

"Efektif sejak tanggal 15 Oktober 2025 sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2026, di mana usulan ini mengacu berdasarkan Rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan," jelas Willy dalam Public Expose, Rabu (15/10/2025).

Susunan Direksi

Usai RUPSLB, susunan terbaru Dewan Direksi Unilever Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Benjie Yap, Presiden Direktur
  • Neeraj Lal, Direktur
  • Alejandro Meinardo Jr Santos Concha, Direktur
  • Vandana Suri, Direktur
  • Enny Hartati Sampurno, Direktur
  • Hendri Widiarta, Direktur

Melansir situs resmi Unilever Indonesia, Hendri Widiarta merupakan warga negara Indonesia dengan pengalaman lebih dari 28 tahun di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) di berbagai sektor industri.

Sepanjang perjalanan kariernya, Hendri telah menempati sejumlah posisi senior di tingkat nasional, regional, maupun global, dengan fokus pada pengembangan budaya organisasi, transformasi bisnis, dan manajemen talenta secara strategis.

Sebelum bergabung dengan Unilever Indonesia, Hendri menjabat sebagai Senior Vice President Human Resources, APAC di B. Braun perusahaan global asal Jerman yang bergerak di bidang perangkat medis dan farmasi dan beroperasi di lebih dari 60 negara.