Astra Catat Penjualan 33.535 Unit Mobil di September 2025

PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penjualan mobil sebanyak 33.535 unit pada September 2025.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penjualan mobil sebanyak 33.535 unit pada September 2025. Capaian ini meningkat 9,7% dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 30.558 unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pangsa pasar Astra mencapai 54% pada bulan tersebut, naik dari 49% pada bulan sebelumnya.

Penjualan terbesar Astra masih ditopang oleh Toyota dan Lexus yang mencatat total 20.805 unit, diikuti Daihatsu 10.605 unit, Isuzu 2.052 unit, serta UD Trucks 73 unit.

Sementara itu, di segmen Low Cost Green Car (LCGC), Astra mencatat penjualan sebanyak 6.398 unit pada September, meningkat tipis dibanding Agustus yang sebanyak 6.352 unit. Pangsa pasar Astra di segmen ini mencapai 77%, naik dari 74% di bulan sebelumnya.

Secara kumulatif Januari–September 2025, penjualan Astra mencapai 297.498 unit, dengan rata-rata market share 53%. Dari jumlah tersebut, penjualan LCGC Astra tercatat 69.930 unit atau menguasai 74% pangsa pasar LCGC.

Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengatakan di tengah dinamika industri otomotif nasional yang dipengaruhi oleh perkembangan kondisi ekonomi domestik, kinerja industri ini mencerminkan upaya bersama para pelaku di ekosistem otomotif dalam menghadapi dinamika pasar.

“Astra berkomitmen untuk terus menghadirkan kendaraan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Windy dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (12/10/2025).

Di sisi lain, total penjualan mobil nasional pada September 2025 mencapai 62.071 unit. Dari kelompok non-Astra, penjualan terbesar dibukukan oleh Mitsubishi (8.496 unit), diikuti Suzuki (5.152 unit), Honda (4.332 unit), BYD+Denza (1.315 unit), serta Chery (2.105 unit).

 

 

 

Astra Perkuat Kontribusi dan Dampak Keberlanjutan Melalui ISF 2025

Sebelumnya, Astra memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, yang diselenggarakan pada 10-11 Oktober 2025.

Forum ini merupakan wadah kolaborasi lintas sektor yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, untuk memperkuat kemitraan dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan dan berdaya saing global.

Hadir dalam pembukaan ISF 2025, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Bakrie, serta Eksekutif Grup Astra.

"Astra percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tutur Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (12/10/2025).

Ia menuturkan, melalui partisipasi dalam Indonesia International Sustainability Forum 2025, Astra ingin terus berperan aktif memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

ISF 2025

ISF 2025 berfokus pada enam isu strategis utama, yaitu ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, akses dan ketahanan air bersih, solusi berbasis alam (land & sea resources), energi terbarukan dan sistem daya rendah karbon, mobilitas hijau (transportasi rendah emisi), serta hilirisasi mineral berkelanjutan, bioenergi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Dalam forum ini, Astra turut berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengembangkan model bisnis berkelanjutan yang mendukung pengurangan emisi, efisiensi energi, serta ketahanan iklim di berbagai sektor.

Hadir dalam forum tersebut yaitu Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk Djap Tet Fa yang membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan penerapan praktik agribisnis berkelanjutan.

Hal tersebut sejalan dengan peran Astra Agro dalam menerapkan inovasi dan efisiensi untuk menciptakan sistem agribisnis yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi.

Djap Tet Fa menegaskan, kolaborasi di seluruh rantai nilai mulai dari petani, pelaku industri, hingga pemerintah merupakan kunci dalam membangun ketahanan pangan dan keberlanjutan yang inklusif.