Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Djap Tet Fa membeli saham ASII pada pertengahan Juni 2026. Aksi beli saham ASII tersebut untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (19/6/2026), Direktur Astra International Djap Tet Fa membeli 2.200.000 saham ASII dengan harga Rp 4.858 per saham. Nilai transaksi pembelian saham Rp 10,68 miliar.
"Tujuan transaksi investasi, dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Advertisement
Setelah transaksi pembelian saham itu, Djap Tet Fa memiliki 2,2 juta saham ASII atau setara 0,0054%.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 19 Juni 2026, harga saham ASII naik 0,84% menjadi Rp 4.810 per saham. Harga saham ASII dibuka stagnan di Rp 4.770 per saham. Saham ASII berada di level tertinggi Rp 4.830 dan terendah Rp 4.750 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.248 kali dengan volume perdagangan saham 2.290.982 saham. Nilai transaksi Rp 1,1 triliun.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,08% menjadi 6.177,13. Indeks saham LQ45 melemah 1,22% menjadi 609,40. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.
Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.215,06 dan level terendah 6.117,30. Sebanyak 342 saham melemah sehingga bebani IHSG. Namun, 332 saham menguat dan 141 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan tercaat 1.750.342 kali dengan volume perdagangan saham 32,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,5 triliun.
Sektor saham bervariasi. Sektor saham energi turun 0,03%, sektor saham basic melemah 1,83%, sektor saham industri merosot 0,20%. Kemudian, sektor saham keuangan terpangkas 0,75%, sektor saham properti tergelincir 1,86%, sektor saham teknologi susut 1,01%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,09%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,40%. Kemudian sektor saham kesehatan bertambah 1,52%, sektor saham infrastruktur mendaki 1,61% dan sektor saham transportasi melompat 0,20%.
Kinerja Kuartal I 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194079/original/097851200_1596032514-Foto_01.jpg)
Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang kuartal I 2026. Hal itu seiring kontribusi dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi yang lebih rendah hingga kuartal I 2026.
PT Astra International Tbk (ASII) meraup pendapatan Rp 78,66 triliun hingga kuartal I 2026, turun 6% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 83,36 triliun. Laba bersih perseroan susut 16% menjadi Rp 5,85 triliun hingga kuartal I 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraup laba bersih Rp 6,93 triliun.
“Pada kuartal pertama tahun 2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” ujar Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy dikutip dari keterangan resmi, Kamis, (30/4/2026).
Ia menuturkan, sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham, Astra melanjutkan pelaksanaan program pembelian kembali saham pada kuartal pertama tahun ini, di mana sampai saat ini, total pembelian kembali saham yang telah direalisasikan adalah sebesar Rp 2,7 triliun.
PT United Tractors Tbk (UT) juga melanjutkan program pembelian kembali saham mereka pada kuartal pertama tahun ini. Sejak program tersebut dimulai pada bulan November 2025, total pembelian kembali saham mencapai Rp3,0 triliun.
“Ke depan, kondisi pasar diperkirakan masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik. Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujar dia.
Advertisement
Kinerja Keuangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194080/original/013571700_1596032591-Foto_01.jpg)
Laba bersih tidak termasuk non-recurring charges merosot 8% menjadi Rp 6,81 triliun hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,39 triliun.
Perseroan mencatat laba bersih per saham turun 15% menjadi Rp 146 hingga kuartal I 2026 dari kuartal I 2025 sebesar Rp 171 per saham.
Perseroan mencatat ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 2% menjadi Rp 232.675 triliun dari periode Desember 2025 sebesar Rp 228.906 triliun. Nilai aset bersih per saham Rp 5.810 pada 31 Maret 2026, naik 2% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5.692.
Utang bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 1,8 triliun pada 31 Maret 2026, dibandingkan dengan kas bersih Rp 7,2 triliun pada 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh akuisisi PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas, dan pembelian kembali saham.
Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 66 triliun pada 31 Maret 2026, naik dibandingkan Rp 64,9 triliin pada 31 Desember 2025.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314568/original/051669400_1785750475-cek_fakta_-_prabowo_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321099/original/046540500_1755663228-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153677/original/019791700_1592280960-Astra_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074971/original/020239200_1584006691-20200312-Wall-Street-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3931210/original/059207500_1644569266-Foto.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)