Saham ADRO Catat Penguatan Terbesar di Indeks LQ45 pada Sesi I

Berikut pergerakan harga saham ADRO pada sesi pertama perdagangan saham, Selasa (23/9/2025).

Diperbarui 23 September 2025, 13:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat penguatan hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (23/9/2025). Saham ADRO mencatat penguatan terbesar di antara saham LQ45.

Mengutip data RTI, harga saham ADRO hari ini ditutup naik 5,42% ke posisi Rp 1.750 per saham pada sesi pertama. Total frekuensi perdagangan sahan 31.451 kali dengan volume perdagangan 1.944.733 saham. Nilai transaksi harian Rp 335,4 miliar. Kapitalisasi pasar saham ADRO tercatat Rp 51,4 triliun.

Selain itu, di jajaran top gainers di indeks LQ45 antara lain saham INCO naik 3,34% ke posisi Rp 4.330 per saham. Harga saham INCO berada di level tertinggi Rp 4.200 dan terendah Rp 4.180 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.252 kali dengan volume perdagangan 96.035 saham. Nilai transaksi Rp 40,8 miliar.

Selanjutnya harga saham SMRA bertamabh 3,24% ke posisi Rp 446 per saham dengan total frekuensi perdagangan 2.415 kali. Total volume perdagangan 341.632 saham dan nilai transaksi Rp 15,1 miliar.

IHSG cetak rekor tertinggi pada penutupan pertama sesi perdagangan. IHSG menguat 0,52% ke posisi 8.081,53. Indeks saham LQ45 bertambah 0,25% ke posisi 805,90. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.088,79 dan level terendah 8.039,94. Sebanyak 385 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 260 saham melemah dan 158 saham diam di tempat.

 

Kinerja Semester I 2025

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan kinerja keuangan yang loyo hingga Juni 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan dan laba sepanjang semester I 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, 23 September 2025, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk mencatat pendapatan usaha USD 857,69 juta hingga semester pertama 2025. Pendapatan usaha Perseroan turun 18,6% dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,05 miliar.

Beban pokok pendapatan susut 3,56% menjadi USD 573,42 juta hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 594,63 juta. Dengan demikian, laba bruto  turun 38,07% menjadi USD 284,27 juta hingga Juni 2025 dari Juni 2024 sebesar USD 459,07 juta.

Perseroan membukukan penurunan beban usaha menjadi USD 60,34 juta hingga semester pertama 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 73 juta.

Laba usaha turun 47,35% menjadi USD 203,32 juta hingga semester pertama 2025. Pada periode semester pertama 2024, laba usaha tercatta USD 386,19 juta.

 

Aset Perseroan

Seiring kinerja tersebut, Alamtri Resources mencatat laba periode berjalan terpangkas 77,85% menjadi USD 194,93 juta hingga semester pertama 2025. Periode sama tahun sebelumnya, Perseroan meraup laba USD 880,18 juta.

Ekuitas Perseroan tercatat turun menjadi USD 4,98 juta hingga semester pertama 2025 dari periode Desember 2024 USD 5,37 miliar. Total liabilitas naik menjadi USD 1,41 miliar hingga 30 Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,33 miliar.

Aset Perseroan turun menjadi USD 6,40 miliar hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 6,70 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas menjadi USD 1,06 miliar hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,40 miliar.

Â