Gerak Harga Saham CUAN Hari Ini 7 Agustus 2025 Jelang Pengumuman MSCI

Pengumuman rebalancing indeks MSCI pada 7 Agustus 2025 sangat dinanti investor. Saham CUAN milik Prajogo Pangestu berpotensi masuk indeks MSCI.

Diperbarui 07 Agustus 2025, 19:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) pada perdagangan Kamis, (7/8/2025). Koreksi harga saham CUAN terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah terbatas dan jelang pengumuman MSCI.

Mengutip data RTI, harga saham CUAN hari ini ditutup merosot 4,58% ke posisi Rp 1.460 per saham. Harga saham CUAN dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.535 per saham. Harga saham CUAN berada di level tertinggi Rp 1.545 dan terendah Rp 1.450 per saham. Total frekuensi perdagangan 63.451 kali dengan volume perdagangan 3.060.999 saham. Nilai transaksi Rp 456,5 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik arah ke zona merah. Sempat di zona hijau, IHSG ditutup melemah tipis 0,18% ke posisi 7.490,18.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG dibuka naik ke posisi 7.546,33. IHSG berada di level tertinggi 7.580,55 dan level terendah 7.490,18.

Sebanyak 343 saham melemah sehingga bebani IHSG. 261 saham menguat dan 199 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.036.293 kali dengan volume perdagangan 35,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 16,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.270.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi susut 4,46%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur melemah 1,64%, sektor saham transportasi tergelincir 0,47%, sektor saham energi terpangkas 0,27%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,17% dan sektor saham properti terpangkas 0,15%.

Sementara itu, sektor saham basic naik 1,21%, dan catat penguatan terbesar. Sektor saham industri mendaki 0,41%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,61%, sektor saham kesehatan menguat 0,51% dan sektor saham keuangan menanjak 0,08%.

Peluang CUAN di Tengah Rebalancing Indeks MSCI

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi salah satu kandidat kuat untuk masuk ke dalam indeks MSCI. Prediksi ini didasari oleh analisis dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta.

Nafan melihat tren penguatan yang terjadi pada saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, termasuk CUAN, sudah mencerminkan antisipasi pasar terhadap potensi inklusi dalam indeks global tersebut.

“Ini terkait dengan Rebalancing Index MSCI ya. Sebenarnya begini ya, sebenarnya itu sudah terpricing oleh adanya trend kenaikan harga saham. Misalnya dialami oleh saham-saham konglomerat seperti Barito Group, ya,” kata Nafan kepada Liputan6.com.

Ia mencontohkan beberapa saham yang mencerminkan tren tersebut seperti TPIA, PTRO, CUAN, dan BREN. Saham ini yang diprediksi akan masuk dalam indeks MSCI.

Selain itu, saham-saham ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan positif indeks harga saham gabungan (IHSG), khususnya pada kuartal kedua tahun ini.

“Nah ini saham-saham konglomerat ini seperti dari Barito Group ini, ini sebenarnya sudah memberikan katalis, sudah memberikan efek yang positif, ya. Sudah memberikan peran yang penting dalam men-driven trend kenaikan IHSG, terutama di sepanjang 3 bulan kedua tahun ini, ya,” ujar dia.

Ia juga menambahkan sepanjang kuartal kedua, IHSG menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya yang cenderung lesu.

“Seperti itu, sebab kalau 3 bulan satu tahun ini kan agak relatively downtrend, ya. Agak relatively downtrend, ya. Tapi kalau di 3 bulan kedua, adanya sudah bagus, ya. Sudah uptrend, begitu, ya,” tutur dia.

 

 

Dampak Positif Masuknya Saham ke Indeks MSCI

Masuknya suatu saham ke dalam indeks MSCI memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan harga dan likuiditasnya di pasar. Indeks MSCI merupakan acuan bagi banyak investor institusional asing, termasuk dana kelolaan pasif yang secara otomatis akan membeli saham-saham yang baru masuk ke dalam daftar indeks tersebut. Hal ini menciptakan gelombang permintaan yang kuat, yang berujung pada peningkatan harga saham.

Investor domestik yang cermat biasanya sudah melakukan positioning lebih awal menjelang pengumuman MSCI. Mereka mengantisipasi masuknya dana asing dan berupaya mendapatkan keuntungan dari potensi kenaikan harga saham. Strategi ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi cepat terhadap sinyal-sinyal yang berkaitan dengan rebalancing indeks global, menciptakan peluang bagi investor yang proaktif.

Ketika saham berhasil masuk indeks MSCI, investor institusi asing akan langsung mengoleksinya. Ini tidak hanya meningkatkan likuiditas saham dan transaksi hariannya, tetapi juga secara fundamental dapat menaikkan harga saham tersebut. Peningkatan volume transaksi dan minat investor asing juga memberikan sinyal positif kepada pasar secara keseluruhan, memperkuat posisi saham di mata investor.