MEDC Bukukan Laba Bersih USD 37 Juta pada Semester I 2025

Meskipun rata-rata harga realisasi minyak mengalami penurunan, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masih mampu membukukan kenaikan laba bersih.

Diterbitkan 05 Agustus 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk atau MedcoEnergi (MEDC) membukukan kinerja solid di semester pertama 2025 dengan laba bersih sebesar USD 37 juta, di tengah penurunan harga minyak global. Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar USD 623 juta dan kas setara kas mencapai USD 883 juta.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato menyampaikan capaian ini mencerminkan ketahanan finansial perusahaan, meskipun rata-rata harga realisasi minyak mengalami penurunan 14% dari USD 81 menjadi USD 70 per barel. Harga realisasi gas tercatat stabil di USD 7 per mmbtu.

“Kami memasuki paruh kedua 2025 dengan penguatan portofolio melalui akuisisi tambahan 24% hak partisipasi di Wilayah Kerja Corridor dan kontribusi proyek-proyek baru di sektor migas dan ketenagalistrikan,” ujar Lorato dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/8/2025).

Kinerja Operasional Stabil

Produksi minyak dan gas tercatat sebesar 143 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama karena permintaan musiman yang rendah serta pemeliharaan fasilitas di Senoro. Namun, biaya produksi tetap efisien di angka USD 8,5 per boe.

Penjualan listrik MedcoEnergi mencapai 1.994 GWh, sedikit turun dari 2.003 GWh pada semester I-2024 akibat beberapa gangguan operasional, termasuk gempa di fasilitas panas bumi Sarulla dan banjir di PLTS Sumbawa. Di sisi lain, kontribusi positif datang dari beroperasinya PLTP Ijen Tahap I (35 MW) dan PLTS Bali Timur (25 MWp).

 

Strategi dan Proyek Baru

MedcoEnergi telah menyelesaikan akuisisi tambahan 24% hak partisipasi Corridor PSC dari Repsol pada 28 Juli 2025. Selain itu, perusahaan juga menandatangani perjanjian pertukaran gas domestik multi-pihak untuk memperkuat pasokan gas nasional pada paruh kedua tahun ini.

Penemuan cadangan migas baru di sumur eksplorasi West Kalabau-1 di Blok Rimau turut memperkuat prospek produksi jangka panjang, dengan target produksi pertama pada 2026. Perusahaan juga menyelesaikan survei seismik 3D di Rebonjaro dan Sumpal, mendukung program pengeboran 2026.

 

 

Kontribusi Anak Usaha dan Pengelolaan Keuangan

Anak usaha pertambangan, Amman Mineral Internasional (AMMN), mencatat rugi bersih sebesar USD 31 juta, berbanding terbalik dengan laba USD 99 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian ini disebabkan keterlambatan commissioning smelter baru dan fasilitas pemurnian logam mulia.

Meski demikian, MedcoEnergi tetap disiplin dalam pengelolaan keuangan. Utang bersih berhasil ditekan menjadi USD 2,1 miliar, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap stabil di angka 1,8x. Perusahaan juga telah melunasi obligasi USD sebesar USD 519 juta dan menerbitkan obligasi baru senilai Rp1 triliun pada Juni 2025.

MedcoEnergi juga membagikan dividen final untuk tahun buku 2024 sebesar USD 37,9 juta, menjadikan total dividen yang dibayarkan mencapai USD 63,2 juta atau sekitar Rp40,75 per saham. Program buyback saham juga telah merealisasikan pembelian 428 juta lembar saham.