PT SMI Tawarkan Obligasi Berkelanjutan Rp 1 Triliun, Tertarik Koleksi?

Obligasi PT SMI telah mendapatkan peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kualitas kredit terbaik dengan risiko gagal bayar sangat rendah. Tertarik untuk membeli?

Diterbitkan 23 Juni 2025, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI secara resmi meluncurkan Sustainable Funding Framework sebagai dasar pengembangan instrumen keuangan berkelanjutan. Framework ini menjadi tonggak penting dalam mendorong penerbitan instrumen seperti Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I, yang saat ini tengah memasuki masa Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I Tahun 2025.

“Kami mengajak investor untuk berkolaborasi membiayai pembangunan proyek-proyek yang membawa dampak sosial dan lingkungan nyata. Melalui Sustainable Funding Framework, setiap dana yang dihimpun akan disalurkan ke proyek berdampak dan terukur,” ujar Direktur Utama Reynaldi Hermansjah PT SMI, Reynaldi Hermansjah di dalam peluncuran Sustainable Funding Framework, Senin (23/6/2025).

PUB Obligasi Keberlanjutan I Sasar Dana Rp 1 Triliun di Tahap Pertama

Bersamaan dengan peluncuran framework, PT SMI juga mengumumkan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Keberlanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I Tahun 2025. Pada tahap ini, perseroan menargetkan penghimpunan dana maksimal sebesar Rp 1 triliun dari total rencana PUB sebesar Rp 12 triliun.

Obligasi tersebut telah mendapatkan peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kualitas kredit terbaik dengan risiko gagal bayar sangat rendah. Ini menjadi penanda kepercayaan pasar terhadap fundamental keuangan dan tata kelola PT SMI sebagai penerbit surat utang jangka panjang.

“Obligasi keberlanjutan kami mendapat rating idAAA, menegaskan kredibilitas kami sebagai issuer di mata investor domestik maupun global,” tegas Reynaldi.

Obligasi ini terbagi dalam tiga seri. Seri A (tenor 370 hari) dengan kupon 6,15%–6,50%, Seri B (3 tahun) dengan kupon 6,25%–6,75%, dan Seri C (5 tahun) dengan kupon 6,25%–6,80%. Pembayaran kupon dilakukan triwulanan, obligasi tidak dijaminkan (clean basis), dan telah mendapatkan rating idAAA dari PEFINDO.

 

Framework Komprehensif, Berbasis Prinsip Internasional

Sustainable Funding Framework milik PT SMI dirancang untuk mendukung beragam skema pendanaan bertema Green, Social, Sustainability, Blue, Orange, serta mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Framework ini merujuk pada prinsip internasional seperti Green Bond Principles, Social Bond Principles, Sustainability Bond Guidelines dari ICMA, hingga Blue Bonds Guidelines dari IFC dan Orange Bond Principles dari Orange Movement.

Instrumen yang masuk dalam cakupan framework meliputi Obligasi, Medium-Term Notes (MTN), Sukuk, Pinjaman Bank, Fasilitas Pembiayaan Syariah, dan berbagai instrumen pembiayaan tematik lainnya. Penyusunan framework ini juga telah divalidasi oleh Sustainalytics melalui pemberian Second Party Opinion (SPO) yang menilai framework PT SMI selaras dengan standar global dan kredibel.

“Kami ingin memastikan bahwa instrumen pendanaan yang kami tawarkan tidak hanya kompetitif secara finansial, tetapi juga berlandaskan transparansi dan tata kelola yang kuat,” jelas Reynaldi.

 

Dana Disalurkan ke Proyek Hijau, Sosial, Biru, dan Oranye

Dana hasil penerbitan obligasi akan difokuskan untuk membiayai dan/atau membiayai kembali proyek-proyek yang memenuhi kriteria keberlanjutan. Proyek yang didanai meliputi sektor Green Projects seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan transportasi ramah lingkungan; Social Projects seperti infrastruktur pendidikan dan kesehatan; Blue Projects seperti transportasi maritim berkelanjutan; serta Orange Projects yang menyasar kesetaraan gender dan pemberdayaan kelompok rentan.

PT SMI menekankan bahwa proses seleksi dan evaluasi proyek dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan finansial, serta risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Hal ini menjadi jaminan bahwa dana yang dihimpun digunakan secara efektif dan sesuai tujuan keberlanjutan.

“Investor tidak perlu khawatir, karena kami memiliki mekanisme internal yang menjamin akuntabilitas dan efektivitas penggunaan dana,” pungkas Reynaldi.