Aset SMI Tembus Rp 121,3 Triliun pada 2025

PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) mencatat laba bersih naik 8,6% sejak 2020.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 21:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) membukukan kinerja positif hingga 31 Desember 2025. Total aset tercatat Rp121,3 triliun atau tumbuh 3,8% secara tahunan, dengan pertumbuhan rata-rata 9,7% sejak 2020. Komitmen pembiayaan mencapai Rp168,7 triliun dan outstanding pembiayaan Rp94,5 triliun.

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti mengatakan, lana bersih pada 2025 tercapai Rp 2,88 triliun, naik 8,6% sejak 2020. Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest income) menembus Rp4 triliun dengan pertumbuhan tahunan 6,8%.

“Per 31 Desember adalah Rp121,3 triliun. Ini dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,8% sendiri, kami bertumbuh 9,7% dari 2020 ke 2025 dengan jumlah komitmen per 31 Desember 2025 sebesar Rp168,7 triliun,” katanya dalam konferensi pers di Kantor PT SMI, Selasa (3/3/2026).

Dari sisi fundamental, rasio keuangan tetap terjaga dengan debt to equity ratio 1,7 kali, NPL gross 0,87% dan net 0,45%, serta loan loss coverage 399%. Net interest margin tercatat 3,45% dan return on equity 6,62%.

“Pertumbuhan kami dalam perjalanannya dalam menjalankan mandat tambahan dari pemerintah dapat terus terjaga. Ini juga didukung oleh manajemen risiko yang komprehensif untuk menjaga kualitas aset yang baik,” ucapnya.

Portofolio pembiayaan didominasi pembiayaan korporasi sebesar 84%, sedangkan pembiayaan publik 16%, sebagian besar berasal dari Program PEN. Dari sisi sektor, pembiayaan korporasi terbesar mengalir ke jalan tol, ketenagalistrikan, dan transportasi.

“Untuk pertumbuhan pembiayaan publik sendiri, ini untuk outstanding-nya, kami bertumbuh 6,1% pertumbuhan tahunan sejak 2020,” jelasnya.

Total pendanaan mencapai Rp72,8 triliun, dengan sumber terbesar dari penerbitan obligasi (35%), pinjaman bank (32%), dan pinjaman pemerintah (32%). Ke depan, kata dia, PT SMI akan memperkuat peran sebagai development finance institution melalui ekspansi pembiayaan publik, penguatan ekosistem KPBU, serta diversifikasi sumber pendanaan berkelanjutan.

 

Menkeu Purbaya Rapat Bareng PT SMI, Bahas Pembangunan Sekolah Terintegrasi

Sebelumnya, Pemerintah terus memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pengentasan kemiskinan jangka panjang. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan Sekolah Terintegrasi sebagai salah satu instrumen kebijakan sosial yang berkelanjutan.

Purbaya mengungkapkan, Sekolah Terintegrasi dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat menengah bawah, khususnya anak-anak dari keluarga desil 3 hingga 6.

"Sekolah ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga desil 3-6, mengisi ruang di antara Sekolah Rakyat (desil 1-2) dan Sekolah Unggul Garuda," tulis Purbaya, Rabu (7/1/2026).

Menkeu berharap, kehadiran sekolah ini diharapkan mampu mengisi celah antara Sekolah Rakyat yang menyasar desil 1–2 dan Sekolah Unggul Garuda yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi tinggi.

Inisiatif ini diharapkan tak hanya menjadi katalis peningkatan kualitas SDM dan penurunan kemiskinan jangka panjang, tetapi juga penguatan kompetensi vokasional.

 

 

Inisiatif Presiden Prabowo

Dalam unggahan tersebut, Purbaya juga menyampaikan bahwa dirinya telah menggelar rapat bersama jajaran PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk membahas kesiapan pembangunan Sekolah Terintegrasi.

"Siang ini, Menkeu Purbaya melakukan rapat bersama jajaran @ptsmi_id untuk membahas persiapan pembangunan Sekolah Terintegrasi," ujarnya.

Kata Purbaya, sekolah Terintegrasi merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari implementasi Asta Cita keempat, yakni pembangunan SDM, sains, teknologi, dan pendidikan.

"Merupakan inisiatif dari presiden @prabowo sekaligus bentuk perwujudan Asta Cita keempat, yaitu pembangunan SDM, saintek, dan pendidikan," pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6