Sarana Mitra Luas Umumkan Dividen Tunai Rp 32,30 Miliar, Saham SMIL Terbang

Selain tebar dividen, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) juga melakukan buyback saham.

Diperbarui 18 Juni 2025, 20:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 32,30 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp3,69 per lembar saham atau 40 persen dari laba bersih tahun 2024. Jadwal pembagian dividen ditetapkan selambat-lambatnya pada 25 Juli 2025.

Selain dividen, RUPST juga menetapkan dana sebesar Rp1 miliar sebagai dana cadangan, sementara sisa laba akan dibukukan sebagai laba ditahan.

"Keputusan ini mencerminkan keberhasilan strategi fundamental perusahaan sepanjang 2024 dan merupakan bentuk komitmen terhadap investor," kata Direktur Utama PT Sarana Mitra Luas Tbk, Hadi Suhermin dalam keterangan resmi, Rabu (18/6/2025).

Menyusul pengumuman dividen, saham SMIL naik 10,77 persen ke posisi 216 pada penutupan Rabu 18 Juni 2025. Dalam sepekan, saham SMIL turun 16,92 persen namun masih naik 10,20 persen sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).

Buyback Saham Jadi Strategi Lanjutan, Anggarkan Rp 20 Miliar

Hadi Suhermin mengungkapkan SMIL telah menetapkan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk buyback saham. Dia menuturkan, saat ini harga saham SMIL belum mencerminkan fundamental perusahaan secara akurat. Oleh karena itu, buyback menjadi langkah strategis dalam menjaga nilai saham di pasar.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal optimisme manajemen terhadap prospek kinerja SMIL ke depan. “Buyback ini bukan hanya soal harga saham, tapi juga strategi menjaga kepercayaan pasar,” ungkap Hadi.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebut adanya ketertarikan dari beberapa investor yang ingin masuk sebagai pemegang saham SMIL. Proses due diligence tengah berlangsung dan menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat struktur kepemilikan saham.

 

 

Fokus Forklift Listrik, SMIL Tambah 1.000 Unit dari Heli Asia

Hadi menyatakan keyakinannya prospek bisnis SMIL sangat positif, terutama dengan tren kebutuhan forklift yang terus meningkat. SMIL mendapat kepercayaan untuk menambah 1.000 unit forklift listrik dari Heli Southeast Asia Co Ltd sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Investasi ini dinilai penting dalam mendorong efisiensi operasional serta transformasi menuju penggunaan energi hijau. “Ini bentuk adaptasi kami terhadap tren dan kebijakan pemerintah terkait Green Energy,” ujar Hadi.

SMIL menargetkan penggunaan forklift listrik dapat mencapai 75 persen dalam lima tahun mendatang. Hal ini didorong oleh nilai sewa forklift listrik yang lebih tinggi serta biaya perawatan (maintenance cost) yang lebih rendah, sehingga berpotensi meningkatkan margin keuntungan perusahaan.

 

Diversifikasi Pelanggan dan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Untuk mendukung peningkatan penggunaan forklift listrik, SMIL memastikan kesiapan infrastruktur seperti layanan servis dan baterai lithium di Indonesia sudah memadai. Hal ini menjadi fondasi kuat untuk mendorong transisi dari forklift konvensional ke forklift elektrik.

Terkait dengan konsentrasi pelanggan, Hadi menuturkan, lima pelanggan terbesar telah menjalin kerja sama lebih dari sepuluh tahun dan didukung oleh layanan servis unggulan. Ini dinilai mampu memitigasi risiko apabila terjadi kontrak besar yang tidak diperpanjang.

Di sisi lain, SMIL secara aktif menambah basis pelanggan setiap tahunnya dengan menyasar berbagai lini bisnis. Pada 2024, kontrak baru berhasil didapatkan dari beberapa perusahaan besar seperti Nabati Group, KC Glass, dan Amerta Indah Otsuka (produsen Pocari Sweat), yang menunjukkan arah diversifikasi bisnis yang berkelanjutan.