35% Perusahaan Publik AS Tak Penuhi Syarat Daftarkan Saham di Bursa Texas TXSE

Beberapa perusahaan yang tidak memenuhi syarat adalah perusahaan yang berbasis di China yang tidak memenuhi standar pencatatan dasar AS.

Diterbitkan 07 Juni 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 35% dari 4.600 perusahaan yang sekarang diperdagangkan secara publik di bursa saham Amerika Serikat (AS) tidak akan memenuhi syarat untuk dicatatkan di Bursa Efek Texas yang baru. Hal itu diungkapkan oleh CEO TXSE, James Lee dalam konferensi Piper Sandler Global Exchange & Trading.

Mengutip Yahoo News, Sabtu (6/6/2025) di antara beberapa perusahaan yang tidak memenuhi syarat, kata Lee, adalah perusahaan-perusahaan yang berbasis di China yang tidak memenuhi standar pencatatan dasar AS.

Ia mengungkapkan, pihaknya mengharapkan sebagian besar bisnis pencatatan baru di bursa TXSE berasal dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil dan menengah.

Sebagai informasi, bursa TXSE pertama kali mengungkapkan rencananya awal tahun ini untuk mengajukan permohonan izin regulasi peluncuran, yang menurut para pejabat dan pendukungnya dapat terjadi pada paruh kedua tahun 2025.

Sementara itu, CEO bursa saham Nasdaq, Adena Friedman mengungkapkan bahwa ia optimis pada ketahanan ekonomi AS meskipun ada ketidakpastian seputar tarif impor.

Friedman mengatakan bahwa masih ada minat debut di pasar saham meski perekonomian AS dilanda ketidakpastian, dikutip dari Investing.com.

"Dasar-dasar ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan," kata Friedman di Konferensi Bursa & Perdagangan Global Piper Sandler.

"Ketahanan itu benar-benar membantu karena kami telah mengelola banyak perubahan dalam lingkungan secara keseluruhan,” tuturnya.

 

Minat IPO Kuat

Friedman menyebut, minat IPO tampak lebih kuat untuk paruh kedua tahun ini karena lebih banyak perusahaan swasta besar mulai berani menghadapi volatilitas untuk memanfaatkan pasar modal ekuitas.

"Orang-orang terus menanamkan modal untuk bekerja. Perusahaan-perusahaan menanamkan modal untuk bekerja. Mereka berinvestasi dan pasar modal telah mengalami banyak volatilitas, tetapi itu juga mulai mereda," ujar Friedman, seraya menambahkan bahwa ada lebih banyak peluang bagi jendela IPO untuk benar-benar terbuka sekarang.

 

Ambil Pendekatan Hati-hati

Namun, ia juga mengakui ada beberapa perusahaan yang terpapar ketidakpastian kebijakan perdagangan mengadopsi pendekatan yang hati-hati dan menunda hingga ada kejelasan yang lebih besar.

"Sektor-sektor yang lebih terdampak oleh potensi lingkungan tarif, akan lebih sulit bagi investor untuk memprediksi masa depan perusahaan-perusahaan tersebut. Saya pikir perusahaan-perusahaan tersebut mengambil sedikit lebih banyak pendekatan wait and see," imbuh Friedman.