IHSG Terjun Bebas Gara-Gara Isu Sri Mulyani Mundur dari Menkeu?

Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 5% pada perdagangan hari ini, Selasa 18 Maret 2025. IHSG terpantau turun 6,12 pesen

Diterbitkan 18 Maret 2025, 12:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan anjlok lebih dari 5% pada perdagangan hari ini, Selasa 18 Maret 2025. IHSG terpantau turun 6,12 pesen ke posisi 6.076,08 saat berita ditulis. Sebelumnya, telah dilakukan penghentian penghentian atau pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) saat IHSG turun 5%.

Secara garis besar, trading halt adalah penghentian atau pembekuan sementara perdagangan saham karena IHSG turun hingga batas tertentu.

Trading halt dapat dilanjutkan menjadi trading suspend apabila bursa memutuskan pelaksanaan perdagangan tidak mungkin untuk dilanjutkan pada hari bursa yang sama.

Ketentuan teranyar mengenai trading halt termaktub dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Dalam hal terjadi penurunan yang sangat tajam atas IHSG dalam satu hari bursa yang sama, bursa melakukan trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 5 persen.

Peluang Trading Suspend

Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 10 persen, dan trading suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen.

"Hari ini IHSG terkoreksi hingga 5%, hingga terkena trading halt, cukup dalam untuk ukuran indeks saham IHSG," kata Pengamat pasar modal Panin Sekuritas, Reydi, Selasa (18/3/2025).

 

Apa Pemicunya?

Menurut Reydi, ada beberapa faktor yang memicu. Investor wait and see terhadap keputusan suku bunga acuan The FED (FFR) yang prediksinya hampir 99% suku bunga akan ditahan di level 4,25-4,5% untuk pertemuan besok tanggal 19 Maret 2025.

Artinya investor akan lebih senang untuk mengamankan dananya di instrumen investasi low risk yang masih menawarkan return yang tinggi karena suku bunga masih tinggi.

Kekhawatiran investor akan berlanjut pasca keputusan suku bunga The Fed akibat terhadap kebijakan perdagangan AS yang kabarnya akan ada potensi tarif tambahan setelah pengumuman suku bunga The Fed besok.

Asing juga tercatat masih terus melakukan nett sell, kemarin asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp 848 miliar, yang didominasi penjualan di sektor perbankan besar.

 

Isu Sri Mulyani Mundur

Selain itu, juga ada kabar pengunduran diri Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan (Menkeu), yang dinilai juga menjadi perhatian pasar,

"Sempat beberapa hari lalu hingga pagi ini ada isu mengenai pemberitaan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengundurkan diri, dan kabarnya semakin santer didengar, tapi hari ini nampaknya sudah ada tepisannya walau belum resmi," kata Reydi.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
    Sri Mulyani Indrawati pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan ke-26 dan ke-30 Republik Indonesia
    Sri Mulyani
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Indeks saham