Sukses

Transisi Pemerintahan Mulus, Menko Airlangga: Investor Bursa Tak Perlu Wait and See

Menko Airlangga menjelaskan, penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 telah melalui konsultasi dengan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis perdagangan di bursa akan berlangsung kondusif di tengah transisi pemerintahan baru. Dia mengatakan, proses transisi akan berjalan mulus sehingga pasar tidak perlu khawatir.

Menko Airlangga menjelaskan, penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 telah melalui konsultasi dengan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto. Sehingga pasar tidak perlu khawatir dengan kebijakan makro yang akan diimplementasikan saat pergantian presiden.  

"Jadi tidak perlu khawatir dengan target pertumbuhan, target program-program kerja unggulan, seluruhnya sudah terakomodasi di dalam RAPBN nanti. Jadi Bursa tidak perlu wait and see. Gas pol saja," kata Airlangga di Gedung Bursa, Selasa (9/7/2024).

Sebelumnya, Airlangga mengungkap besaran anggaran yang dialokasikan untuk program andalan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Yakni, program makan siang bergizi gratis yang dialokasikan Rp 71 triliun.

Menko Airlangga mengatakan, besaran anggaran makan siang gratis itu telah masih di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Hal ini tertuang usai pertemuannya bersama tim transisi pemerintahan Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dia mengakui, pemerintah saat ini dan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan telah sepakat landasan kondisi perekonomian dan beberapa poin RAPBN 2025. Termasuk alokasi untuk beberapa program prioritas.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Laporan Keuangan Kuartal II Diprediksi Cerah, Simak Rekomendasi Saham Pekan Ini 8-12 Juli 2024

Perdagangan saham dalam negeri pekan ini diwarnai sejumlah aksi pencatatan saham emiten baru atau listing. Informasi saja, pada Senin (8/7/2024) kemarin dilangsungan pencatatan perdana saham GOLF, BLES, dan ISEA. Sedangkan pada hari ini (9/9) merupakan pencatatan perdana saham GUNA.

Menurut Community Lead Indo Premier Sekuritas (IPOT) Angga Septianus, biasanya turnover IHSG akan naik dan market ramai berkat IPO.

"Kalau performance saham-saham IPO yang listing itu bagus, perputaran dana di IHSG bakalan gede dan semoga bisa semakin mendorong laju recovery IHSG dari bottom-nya," kata Angga, dikutip Selasa (9/9/2024).

Sentimen dari dalam negeri lainnya yakni mengenai angka keyakinan konsumen. Di mana jika consumer confidence bagus, maka bisa jadi sentimen untuk sektor retail yang dari awal tahun secara kinerja relatif stagnan dibandingkan dengan sektor lainnya.

"Ada pula kemungkinan neraca dagang surplus di atas konsensus karena Rupiah lemah, export naik dan impor turun. Surplus neraca dagang bisa menaikan lowongan kerja dan pertumbuhan ekonomi dengan anggaran negara yang meningkat," tutur Angga.

Sentimen lainnya, ekspektasi laporan keuangan kuartal II yang bagus pada emiten ESSA, AUTO dan JPFA. Laba ESSA pada kuartal I 2024 tumbuh 245% YoY, Laba AUTO naik 9,7% YoY disertai kemungkinan penjualan mobil yang akan naik lagi pada kuartal II 2024. Sementara laba JPFA naik 366% YoY pada periode yang sama.

Sementara sentimen dari luar negeri yakni sentimen dari China. Di mana jika industrial production, retail sales, GDP naik dan angka pengangguran (unemployment) turun, artinya aktivitas ekonomi di China mulai membaik. Kondisi demikian akan menjadi sentimen positif bagi Indonesia karena berpotensi menaikkan permintaan untuk energy (batu bara).

3 dari 3 halaman

Saham Rekomendasi

Berkaca pada sejumlah sentimen dan data ekonomi tersebut, teristimewa ekspektasi laporan keuangan pada kuartal II 2024 yang bagus, PT Indo Premier Sekuritas merekomendasikan 3 saham ini untuk diperhatikan pada minggu ini hingga Jumat, 12 Juli 2024:

Buy on Pullback AUTO (Support 1.975, Resist 2.120)

Emiten ini rebound cukup cepat setelah membuat pola reversal double bottom. Kenaikannya didukung oleh volume yang besar selama 1 minggu berturut-turut. Emiten ini sedang berada di area resistance 2.100 - 2.150 dan berpotensi untuk koreksi menuju support 2.000 dan membuat pola reversal inverted head and shoulder. Dengan penjualan mobil di Indonesia yang naik dan laporan keuangan untuk kuartal 2 yang berpotensi di atas konsensus analis, AUTO layak untuk ditradingkan.

Buy ESSA (Support 775, Resist 845)

Struktur rally - base - rally emiten ini membuat pola bullish pennant dan diakumulasi secara masif. Selling pressure mulai mereda dan konsisten membuat higher low sejak bulan Juni. Jika berhasil breakout dari resistance 820, ESSA berpotensi untuk melanjutkan rally-nya dan uptrend secara jangka menengah-panjang.

Buy on Pullback JPFA (Support 1.430, Resist 1.635)

Emiten ini berhasil breakout dengan volume yang masif dari area konsolidasi 1.410 - 1.475. Laporan keuangan Q1 meningkat 366% YoY dan sudah direfleksikan oleh harga sahamnya. JPFA berpotensi kuat untuk melanjutkan uptrend dengan support 1.430 dan resistance 1.635.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini