Liputan6.com, Jakarta - Dampak resesi global dinilai berpotensi memberikan pengaruh negatif bagi pasar modal Indonesia. Akan tetapi, dampak resesi global tidak begitu signifikan.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis menuturkan, dampak resesi global tidak begitu besar bagi pasar modal Indonesia. Lantaran, perekonomian Indonesia yang masih kuat menjadi daya tarik investor asing terhadap pasar modal Indonesia.Â
Menurut ia, sektor yang mendapatkan dampak negatif dengan adanya resesi global, yakni sektor yang memiliki penjualan ekspor ke negara negara global yang terdampak pelemahan ekonominya.Â
Advertisement
"Jika terjadi resesi hampir semua sektor akan mengalami perlambatan, tetapi saat ini investor bisa mencari sektor-sektor yang diuntungkan dari mulai normalnya mobilitas masyarakat dan pelemahan harga komoditas seperti sektor consumer goods," kata Abdul saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (19/2/2023).
Bagi investor, Abdul merekomendasikan beli saham ICBP dengan target harga Rp 12.350 per saham. "Kami merekomendasikan buy ICBP dengan target price Rp 12.350," kata dia.
Sementara itu, CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, dalam setiap siklus baik resesi ataupun bukan pasti selalu ada kesempatan yang tersedia.
Dia menyebutkan, investasi masih akan terus diminati dan masih ada sektor saham yang menarik untuk dicermati oleh para investor, seperti sektor konsumer, properti, serta keuangan.
"Sektor masih menarik alias yang dapat bertahan lebih ke konsumer (non cyclic), properti, keuangan (bank)," ujar dia.
Untuk rekomendasi saham, William memilih saham PWON, ASRI, CTRA,UNVR, KLBF, INDF, BBCA dan BBRI.
Meski demikian, tetap saja ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, seperti emiten yang berkaitan dengan pertambangan. Lantaran, kenaikan sektor yang berbasis komoditas ini dari sisi harga komoditas nya rentan terhadap tekanan.
Â
 Â
Â
Dampak Resesi Global 2023 Mulai Menjalar ke Dunia Usaha, Pengusaha Was-Was
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282844/original/003963500_1672922606-Pecabutan_PPKM_untuk_Genjot_Ekonomi_2023-FANANI_11.jpg)
Sebelumnya, dampak resesi global yang sudah mulai terasa bagi Indonesia. Meskipun ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2022 berhasil tumbuh 5,31 persen, namun kinerja ekspor yang menjadi penyokong ekonomi tahun lalu mulai melemah.Â
Hal tersebut juga dirasakan oleh dunia usaha, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi mengungkapkan, beberapa sektor usaha sudah mulai terasa dampak dari resesi global 2023.
"Iya memang saat ini ada dibeberapa sektor usaha memang terasa ada resesi global. Terutama usaha yang mempunyai keterkaitan dengan sumber daya yang terpengaruh dari eksternal," kata Dian kepada Liputan6.com, Sabtu (18/2/2023).
Ketika beberapa sektor usaha mulai terdampak, menurutnya Pemerintah perlu menjabarkan lebih detail lagi terkait dasar pengaruh yang menjadikan sektor usaha tersebut terpengaruh.
"Kalau sektor usaha tersebut dari karena faktor luar, sebaiknya berdayakan serta gali sumber daya dalam negeri yang harus di optimalkan dan mencari barang substitusinya di dalam negeri," jelasnya.
Â
Â
Advertisement
Sektor Terdampak Resesi Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3288314/original/044353800_1604578521-20201105-FOTO-Indonesia-Dipastikan-Alami-Resesi-TEBE-6.jpg)
Kadin pun menyarankan, Pemerintah harus bisa mengetahui sektor yang terdampak dari resesi global dan cepat membantu memberikan kebijakan dan regulasi yang tepat kepada pengusaha, dengan memberikan apa yang dibutuhkan dari pengusaha yang sektornya terdampak resesi, sehingga akan dapat meminimalisir dampak resesi utamakan sektor yang terdampak yang dibantu
Tak kalah penting, menarik investor ini pun menjadi salah satu tugas pemerintah. Dia berharap jangan sampai masyarakat Indonesia yang berjumlah besar di atas 200 juta jiwa, hanya dijadikan pasar oleh negara lain.
"Tetapi harus dijadikan modal agar investasi luar masuk ke Indonesia mengoptimalkan sumber daya yang ada," pungkasnya.Â
Dampak Nyata Resesi Global Menyengat Indonesia, Awas PHK Besar-besaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282848/original/060152300_1672922865-Pecabutan_PPKM_untuk_Genjot_Ekonomi_2023-FANANI_3.jpg)
Sebelumnya, dampak resesi global bagi Indonesia akan cukup besar. Misalnya, pasar ekspor akan turun dan bisa menyebabkan PHK besar-besaran.
Hal tersebut diungkapkan Pengamat Ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Ronny P. Sasmita kepada Liputan6.com.
"Soal risiko (resesi global) saya kira cukup besar ya. Pasar ekspor yang turun dan tidak tergantikan akan berujung pada PHK besar-besaran. Ini risiko terpahit," kata Ronny, Sabtu (18/2/2023).
Selain itu, dampak tersebut juga akan menyebabkan tekanan deflasi kepada perekonomian secara keseluruhan. Di satu sisi dan akan menetralisir upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi dan lapangan pekerjaan
Lebih lanjut, menurutnya dengan pertumbuhan ekonomi China yang hanya 3 persen dan Amerika 2,1 persen di tahun 2022, tentu tekanan terhadap ekspor nasional akan mulai terasa di tahun ini.
Selain kedua negara itu, Eropa dan Jepang pun tidak menunjukan tanda-tanda membaik. Hanya India yang berhasil tumbuh tinggi, selain Indonesia.
"Artinya, Para importir akan berhitung ulang atas volume impor yang akan mereka datangkan dari Indonesia," ujarnya.
Â
Advertisement
Nasib Ekspor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3200046/original/024818100_1596630875-20200805-Ekspor-Impor-3.jpg)
Lantas bagaimana nasib ekspor, apakah masih bisa menguat? Ronny menilai, ekspor Indonesia sangat bergantung kepada kondisi global di satu sisi dan strategi dagang Indonesia di sisi lain.
Melihat performa ekonomi negara-negara besar, maka Indonesia harus mulai memiikirkan tentang bagaimana untuk mengakselerasi diversifikasi tujuan ekspor, terutama ke kawasan-kawasan yang masih potensial seperti Timur Tengah, India, Eurosia, dan intensifikasi dagang dengan negara-negara Asean.
Sementara soal potensi pelemahan investasi tentu ada. Namun, selama pemerintah mampu menjaga trend dan stabilitas pertumbuhan 5 persen ke atas dan menjaga stabilitas moneter.
"(Tapi Pemerintah harus) sembari tetap fokus menjaga daya beli, saya kira Indonesia akan bisa menjadi destinasi yang potensial untuk para investor," pungkasnya.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4230401/original/063323700_1668730615-Resesi_3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312514/original/017810300_1785501731-Elnusa-31_Juli_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3953142/original/063920800_1646466239-Pertambangan__PT_Bayan_Resources_Tbk__BYAN_._Foto_bayan.com.sg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312390/original/082549100_1785490052-WhatsApp_Image_2026-07-31_at_15.51.09__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309673/original/049658400_1785236109-saham7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439699/original/091612600_1619412824-WhatsApp_Image_2021-04-26_at_04.11.51.jpeg)