Sukses

Saham PADA Terbang 25 Persen pada Perdagangan Perdana di BEI

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Personel Alih Daya Tbk resmi tercatat sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham Personel Alih Daya diperdagangkan dengan kode PADA.

Pada perdagangan perdana, Kamis 8 Desember 2022, saham PADA terpantau naik 25 persen sesaat setelah perdagangan dibuka. Saham PADA melaju pada posisi 125 dari harga IPO Rp 100 per saham. Total frekuensi hingga saat itu sebanyak 3.000 kali transaksi dengan total volume 700 ribu lot. Total nilai transaksi mencapai Rp 9 miliar.

Perusahaan yang bergerak dalam penyedia jasa outsourcing ini resmi mencatatkan saham sebagai perusahaan ke-57 pada tahun ini dan ke 823 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam rangka IPO, perseroan menawarkan 900 juta lembar saham atau 28,5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp 100 per lembar saham. sehingga dana yang berhasil dihimpun Perseroan sebesar Rp 90 miliar, dengan Rp 20 miliar melalui penjatahan terpusat (pooling allotment) serta Rp 70 miliar melalui penjatahan pasti fixed allotment).

Sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk keperluan modal kerja atau pembiayaan kegiatan operasional perseroan.

Selain itu, sekitar Rp 9,71 miliar dialokasikan untuk lini bisnis jasa teknikal (pembelian alat bantu teknikal). Kemudian sekitar Rp 5,22 miliar untuk pengembangan IT (system dan perangkat) guna mendukung seluruh lini bisnis jasa perseroan, Rp 6,28 miliar untuk lini bisnis jasa perkantoran (pembelian peralatan layanan perkantoran).

Sisanya, sekitar Rp 5,13 miliar akan dialokasikan untuk lini bisnis customer care center (pembelian infrastruktur call center), Rp 3,29 miliar untuk lini bisnis pelatihan atau training (untuk modernisasi ruang pelatihan) serta Rp 1,89 miliar untuk pembaharuan IT (system dan perangkat) guna mendukung kegiatan operasional perseroan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Personel Alih Daya Tetapkan Harga IPO Rp 100 per Saham

Sebelumnya, PT Personel Alih Daya Tbk, perusahaan bergerak di penyedia jasa teknikal dan pemeliharaan peralatan telekomunikasi menetapkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 100 per saham. Harga IPO ini merupakan batas bawah dari harga IPO yang ditawarkan di kisaran Rp 100-Rp 120 per saham.

Mengutip laman e-ipo, ditulis Jumat (2/12/2022), PT Personel Alih Daya Tbk menawarkan 900 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 20 per saham dalam rangka IPO. Dengan harga IPO yang ditetapkan Rp 100 per saham, perseroan akan raup dana IPO Rp 90 miliar.

Perseroan akan memakai dana IPO antara lain digunakan sebesar Rp 9,71 miliar untuk bisnis jasa teknikal yang dipakai untuk keperlian pembelian alat bantu teknikal, sebesar Rp 5,2 miliar untuk pengembangan IT system sehingga mendukung seluruh lini bisnis jasa perseroan.

Selain itu, sekitar Rp 6,27 miliar untuk lini bisnis jasa perkantoran, sekitar Rp 5,13 miliar untuk lini bisnis customer care center, sekitar Rp 3,28 miliar akan digunakan untuk lini bisnis pelatihan, dan sekitar Rp 1,88 miliar akan dialokasikan untuk pembaharuan IT sehingga mendukung kegiatan operasional perseroan.

Adapun sisanya untuk keperluan modal kerja perseroan. Untuk melakukan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian sebagai penjamin pelaksana emisi efek, dan penjamin emisi efek yaitu PT Erdikha Sekuritas.

Berikut jadwal IPO:

-Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2022

-Masa penawaran umum pada 2-6 Desember 2022

-Tanggal penjatahan pada 6 Desember 2022

-Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 7 Desember 2022

-Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2022

3 dari 4 halaman

IPO Perseroan

Sebelumnya, PT Personel Alih Daya Tbk, perusahaan bergerak di bidang penyedia jasa teknikal dan pemeliharaan peralatan telekomunikasi akan menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Mengutip prospektus perseroan dalam laman e-ipo, Rabu (16/11/2022), PT Personel Alih Daya Tbk menerbitkan 900 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham dalam rangka IPO. Jumlah saham yang ditawarkan tersebut 28,57 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

Perseroan menawarkan harga saham perdana di kisaran Rp 100-Rp 120 per saham. Dengan demikian, raihan dana yang akan diraup dari IPO maksimal Rp 108 miliar.

Perseroan akan memakai dana IPO antara lain sekitar 11,33 persen untuk lini bisnis jasa teknikal yang digunakan untuk keperluan pembelian alat bantu teknikal. Kemudian sekitar 6,08 persen akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi informasi (TI) untuk mendukung seluruh lini bisnis jasa perseroan antara lain server, pengembangan aplikasi HRIS, aplikasi rekrutmen dan on demand services.

Selanjutnya sekitar 7,32 persen untuk lini bisnis jasa perkantoran untuk pembelian peralatan. Sekitar 5,98 persen untuk lini bisnis customer care center yang dalam hal ini untuk pembelian infrastruktur call center.

Lalu sekitar 3,83 persen akan dialokasikan pada lini bisnis pelatihan yang berlokasi di kantor perseroan. Kemudian sekitar 2,2 persen untuk pembaharuan IT, dan sisanya sekitar 63,26 persen untuk keperluan modal kerja perseroan.

4 dari 4 halaman

Jadi Pendatang Baru di BEI

Sebelumnya, PT Personel Alih Daya Tbk mencatat saham perdana di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/12/2022).

PT Personel Alih Daya Tbk mencatatkan saham sebagai perusahaan tercatat ke-57 di BEI. Perseroan memakai kode saham PADA. Perseroan mencatat saham sebesar 3,15 miliar saham dengan rincian saham perdana 2,25 miliar saham dan penawaran umum saham atau initial public offering (IPO) sebanyak 900 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham. Jumlah saham tersebut itu setara 28,57 persen. Harga penawaran umum saham Rp 100 per saham.  Dengan harga IPO yang ditetapkan Rp 100 per saham, perseroan akan raup dana IPO Rp 90 miliar.

Perseroan akan memakai dana IPO antara lain digunakan sebesar Rp 9,71 miliar untuk bisnis jasa teknikal yang dipakai untuk keperlian pembelian alat bantu teknikal, sebesar Rp 5,2 miliar untuk pengembangan IT system sehingga mendukung seluruh lini bisnis jasa perseroan.

Selain itu, sekitar Rp 6,27 miliar untuk lini bisnis jasa perkantoran, sekitar Rp 5,13 miliar untuk lini bisnis customer care center, sekitar Rp 3,28 miliar akan digunakan untuk lini bisnis pelatihan, dan sekitar Rp 1,88 miliar akan dialokasikan untuk pembaharuan IT sehingga mendukung kegiatan operasional perseroan.

Adapun sisanya untuk keperluan modal kerja perseroan. Untuk melakukan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian sebagai penjamin pelaksana emisi efek, dan penjamin emisi efek yaitu PT Erdikha Sekuritas

Adapun pemegang saham perseroan yaitu Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk selaku pemilik dari 1.885.452.800 saham dan Sigit Kuntjahjo selaku pemilik dari 364.547.200 saham dilarang mengalihkan saham perseroan miliknya dalam jangka waktu delapan bulan sejak pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS