Sukses

Laut Biru Teknologi Lepas Saham WIRG Rp 42,53 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - PT Laut Biru Teknologi melepas sebagian saham PT WIR Asia Tbk (WIRG) pada 28 November dan 1 Desember 2022.

Mengutip Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/12/2022), PT Laut Biru Teknologi menjual 244.04.940 saham WIRG dengan harga penjualan Rp 157-177 per saham pada 28 November dan 1 Desember 2022. Dengan demikian, nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai Rp 42,53 miliar. 

"Tujuan dari transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” tulis Manajemen Perseroan dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (6/12/2022).

Dengan transaksi penjualan saham itu, Laut Biru Teknologi memiliki 3.121.795.060 saham atau setara 26,17 persen. Sebelumnya, Laut Biru Teknologi memiliki 3.366.600.000 saham atau 28,22 persen saham WIRG.

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk melalui anak usaha PT Mata Nilai Republik (MNR) dan grup Salim melalui PT  Surya Semesta Karya Persada akan menambah penyertaan modal di PT Metaverse Indonesia Makmur (MIM) senilai Rp 200 miliar secara bertahap. Penambahan modal itu dilakukan secara bertahap hingga 28 November 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, 30 November 2022 PT WIR Asia Tbk menyatakan, penambahan modal ini bagian dari pengembangan platform metaverse atau yang dikenal Nusameta yang sedang dilakukan oleh perseroan melalui MIM.

Perseroan melihat ekosistem platform saat ini dimiliki perseroan sangat relevan sebagai salah satu fondasi metaverse yang merupakan salah satu iterasi web 3.0 yang merupakan evolusi lebih lanjut dari web 2.0.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Transaksi Afiliasi

"Pengembangan metaverse nanti akan dapat mendukung MIM sebagai potensi sumber pendapatan baru bagi perseroan. Sehingga hal tersebut dapat mendorong peningkatan kinerja perseroan di masa yang akan mendatang,” tulis perseroan.

Perseroan memutuskan penyertaan penambahan modal di MIM dilakukan melalui MNR dengan pertimbangan terdapat penggunaan teknologi yang telah dikembangkan dan diaplikasikan di ekosistem MNR. “Teknologi tersebut akan digunakan oleh platform metaverse yang sedang dikembangkan oleh MIM,” tulis perseroan.

Penilai independen perseroan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif, Endang dan Rekan memberikan penilaian wajar terhadap transaksi tambahan setoran modal itu berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantatif. Setelah transaksi tersebut, pemegang saham MIM antara lain PT Mata Nilai Republik sebesar 51 persen atau jumlah saham 107.100.000 dan PT Surya Semesta Karya Persada sebesar 49 persen atau sebesar 102.900.000 saham.

Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi seiring MNR merupakan anak usaha WIR Asia memiliki 51 persen saham di MIM.

 

3 dari 5 halaman

WIR Asia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 197 Persen pada Akhir 2022

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada 2021. Dengan demikian, WIR Group menargetkan pendapatan secara tahunan meningkat 197 persen hingga akhir 2022. 

Chief Business Development Officer & Co-Founder grup WIR Jimmy Halim menuturkan, Perseroan menargetkan pendapatan tahunan 197 persen pada akhir 2022. 

"Targetkan pendapatan meningkat 197 persen hingga akhir 2022,” kata Jimmy saat paparan publik WIR Asia, Jumat (30/9/2022).

Sementara itu, Direktur Utama WIR Group, Michael Budi optimistis untuk pertumbuhan kinerja ke depan.

"Memang tadi sesuai keterbukaan kami, pertumbuhannya sangat baik.  Kami memiliki optimisme sangat baik, metaverse ini menjadi alternatif bagi pengguna yang saat pandemi tidak bisa langsung ke offline,” kata Michel.

Selain itu, Michael juga menuturkan, WIR Group cukup optimistis melihat teknologi baik dari isi maupun kontennya. 

"Mind stores itu ditujukan untuk ekonomi. Kami cukup optimis melihat teknologi dari isinya, kontennya, kami memiliki visi membawa interaksi, humanis,” ujar dia.

PT WIR Asia Tbk (WIRG) mencatatkan laba usaha perusahaan Rp 29,52 miliar pada semester I 2022, meningkat 52,4 persen dibanding periode yang sama 2021, Rp 19,37 miliar dan laba bersih perseroan meningkat 44,8 persen dari Rp 16,70 miliar pada 2021 menjadi 24,17 miliar pada 2022. 

"Laba tersebut diperoleh dari pendapatan WIR Group selama 2022 yang meningkat 112,5 persen  menjadi Rp 650,71 miliar dibanding tahun sebelumnya,” kata Michael. 

Michael juga menambahkan, kenaikan pendapatan WIRG mempengaruhi beban pokok pendapatan yang meningkat 116,2 persen, dari Rp 268,65 miliar pada semester I 2021 menjadi Rp 580,73 miliar di periode yang sama pada 2022. 

4 dari 5 halaman

Kolaborasi

"Melonjaknya pendapatan juga diiringi dengan beban usaha yang naik mencapai Rp 40,46 miliar. Sejak IPO, PT WIR Asia memiliki aset sebesar Rp 751,96 miliar dengan total liabilitas mencapai Rp 161,36 miliar, terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 153,14 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 8,22 miliar,” kata dia. 

Sedangkan, segmen penjualan via platform mendominasi total pendapatan WIR Group, yaitu Rp 505,95 miliar, meningkat 138,5 persen dibandingkan capaian semester 1 2021 sebesar Rp 212,14 miliar.

Sementara pendapatan lainnya berasal dari promosi dan iklan via platform sebesar Rp 50,50  miliar, pengembangan aplikasi perangkat lunak sebesar Rp 50,43 miliar, konsultasi merek dan IT sebesar Rp 26,38 miliar, dan komisi transaksi via platform sebesar Rp 17,45 miliar.

Dalam upaya meningkatkan performa perseroan, WIR Group memperkuat  strategi bisnis dengan terus melakukan kolaborasi dengan seluruh sektor industri.

 

5 dari 5 halaman

Kembangkan Metaverse

WIR Group sebagai perusahaan teknologi kreatif dapat membentuk perilaku, mendefinisikan produk inovatif baru, dan membangun jaringan di antara komunitas wirausaha, untuk memperkuat dan menciptakan kembali dunia bisnis inovatif masa depan di Indonesia.  

Selain itu teknologi Augmented Reality (AR) WIR Group telah di deploy dilayar pintar DAV yang saat ini telah ada di ribuan jaringan minimarket. 

Adapun, inklusivitas menjadi kata kunci di WIR Group. Khususnya dalam mengembangkan teknologi yang berbasis Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI), penerapan AR dalam produk-produk WIR Group diharapkan bisa diterapkan ke dalam berbagai gawai tidak hanya yang high end namun juga low end. 

Dengan visi menyediakan dunia Metaverse yang dapat dinikmati semua orang dalam menyongsong era web 3.0, dan mengembangkan ekosistem teknologi yang terintegrasi, Michael Budi menyatakan optimisme WIR Group mampu mengembangkan industri  metaverse yang berbasis teknologi Augmented Reality (AR) serta membuka pasar yang luas bagi implementasi aplikasi teknologi yang dikembangkan. 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS