Sukses

Saham GOTO hingga The Fed Bebani IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada penutupan perdagangan saham sesi I pada Selasa, (6/12/2022). IHSG berada di level 6.889.97 atau menurun 1,39 persen.

Pada sesi pertama, Selasa, 6 Desember 2022, IHSG berada di level tertinggi 6.987,36 dan terendah 6.885,47. Sebanyak 453 saham merosot sehingga tekan IHSG. 118 saham menguat dan 124 saham diam ditempat.

Total frekuensi perdagangan 804.081 kali dan volume perdagangan 13 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun.Mayoritas indeks sektor saham tertekan sepanjang sesi pertama. Hanya sektor saham energi yang menghijau.

Sektor saham energi naik 0,91 persen. Sektor saham basic melemah 2,03 persen, sektor saham industri tergelincir 1,39 persen, sektor saham non siklikal susut 1,07 persen.Selain itu, sektor saham siklikal merosot 1,48 persen, sektor saham kesehatan terpangkas 1,85 persen, sektor saham keuangan melemah 0,91 persen, dan sektor saham properti turun 1,38 persen.

Selanjutnya sektor saham teknologi tergelincir 1,63 persen, sektor saham infrastruktur terpangkas 2,13 persen dan sektor saham transportasi susut 1,1 persen.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis mengatakan, IHSG turun disebabkan adanya kekhawatiran investor terkait kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Fed pada minggu depan. "IHSG turun disebabkan karena adanya kekhawatiran pelaku pasar sehubungan suku bunga the Fed yang akan naik pada 15 Desember mendatang,” kata Abdul saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (6/12/2022).

Abdul menyebutkan, penurunan harga saham GOTO dan TLKM juga mempengaruhi turunnya IHSG pada sesi I. “(Penurunan IHSG) didorong oleh penurunan harga saham GOTO dan TLKM, karena bobotnya besar,” kata dia.

Sementara itu, Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengungkapkan, IHSG tertekan karena sektor teknologi seperti GOTO terus ARB.

"Selain karena tertekan sektor teknologi seperti GOTO yang terus ARB setelah periode lock up investor berakhir, bursa regional juga mendapat sentimen negatif dari bursa AS yang semalam ditutup merah, karena data tenaga kerja yang baik telah meningkatkan kekhawatiran investor bahwa bank sentral dapat lebih agresif menaikkan suku bunga," kata Jono.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers pada 6 Desember 2022

Berikut top gainers dan losers pada Selasa, 6 Desember 2022 pukul 14.00 WIB

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham MMIX melambung 34,74 persen

-Saham SINI melambung 24,72 persen

-Saham AYLS melambung 24,69 persen

-Saham HITS melambung 23,91 persen

-Saham YPAS melambung 16,81 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham IPAC merosot 9,47 persen

-Saham MGLV merosot 9,24 persen

-Saham NINE merosot 8,7 persen

-Saham IDEA merosot 7,02 persen

-Saham MINA merosot 6,98 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 936,1 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 865,3 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 411,5 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 361,1 miliar

-Saham ASII senilai Rp 235,3 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham TLKM tercatat 36.335 kali

-Saham BBCA tercatat 29.699 kali

-Saham BSBK tercatat 28.433 kali

-Saham INDX tercatat 26.829 kali

-Saham MMIX tercatat 19.236 kali

3 dari 4 halaman

Pembukaan IHSG pada 6 Desember 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal sesi perdagangan Selasa, (6/12/2022). Koreksi IHSG yang terjadi mengikuti bursa saham global yaitu wall street dan bursa saham Asia yang tertekan. Selain itu, mayoritas sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik tipis ke posisi 6.987,36. Pada pukul 09.06 WIB, IHSG merosot 0,34 persen ke posisi 6.963. Indeks LQ45 tergelincir 1,3 persen ke posisi 966,5. Mayoritas indeks acuan tertekan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.987,36 dan terendah 6.934,21. Sebanyak 237 saham melemah sehingga menekan IHSG. 121 saham menguat dan 193 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 91.482 kali dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 965 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.421.

Mayoritas indeks sektor saham IDX-IC tertekan kecuali sektor saham menguat 2,66 persen. Sementara itu, sektor saham basic melemah 0,73 persen, sektor saham industri tergelincir 0,16 persen, sektor saham nonsiklikal susut 0,65 persen, sektor saham siklikal merosot 0,85 persen, dan sektor saham health turun 0,68 persen.

 

 

4 dari 4 halaman

Sektor Saham saat Pembukaan

Selain itu, sektor saham keuangan terpangkas 0,61 persen, sektor saham properti melemah 0,25 persen, sektor saham teknologi susut 2,47 persen, sektor saham infrastruktur turun 0,87 persen dan sektor saham transportasi melemah 0,83 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG ditutup melemah 0,5 persen ke posisi 6.987 pada Senin, 5 Desember 2022. Saham teknologi tertekan dengan saham GOTO melemah 6,8 persen, saham BUKA tergelincir 5,8 persen dan TLKM susut 4 persen menekan IHSG.

Saham GOTO kena auto rejection bawha (ARB) dalam hari keempat. Di sisi lain, investor asing melakukan aksi jual saham. Saham BMRI naik 3,3 persen dan saham BBCA merosot 1,4 persen.

Sedangkan saham logam menguat antara lain saham ANTM bertambah 1 persen dan INCO naik 0,3 persen, dan memimpin kenaikan. Sedangkan saham batu bara melemah antara lain saham UNTR turun 2,5 persen, saham ADRO merosot 1,8 persen.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS