Sukses

Alasan Bumi Resources Pilih Private Placement untuk Tambah Modal

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah mengantongi izin penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp 24 triliun.

Persetujuan itu diperoleh dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan Selasa 11 Oktober 2022. Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk, Adika Nuraga Bakrie menjelaskan, aksi ini dinilai lebih efektif memberikan suntikan modal dalam waktu dekat dibanding penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Sementara perseroan memiliki target penyelesaian utang yang harus diselesaikan sebelum akhir 2022.

"Kami mau kejar deadline 11 Desember 2022. Setelah dikaji, private placement adalah yang paling cepat. Dan karena dikejar waktu, ini adalah yang paling tepat," kata pria yang akrab disapa Aga itu dalam RUPSLB PT Bumi Resources Tbk, Selasa (11/10/2022).

Dalam rangka private placement, perseroan akan menerbitkan saham maksimal 200 miliar saham biasa seri C dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Perseroan telah menetapkan harga pelaksanaan Rp 120 per saham.

"Penentuan harga ini melalui benchmark reference weighted average 30 hari terakhir 90 persen di Rp 116. Jadi kami pakai Rp 120,” ujar Aga.

Sebesar 85 persen dari saham yang ditawarkan dalam private placement ini akan dibeli oleh Mach Energy Ltd (MEL) yang berbasis di Hong Kong. Perusahaan ini dikendalikan bersama oleh konglomerasi grup Bakrie dan grup Salim.

Sementara Treasure Global Investments Ltd (TGIL) akan mengambil 15 persen sisanya. TGIL merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh Salim melalui kepemilikan sebesar 85 persen.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 6 halaman

RUPSLB Bumi Resources Kantongi Private Placement Jumbo Rp 24 Triliun

Sebelumnya, pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten batu bara terbesar di Indonesia menyetujui rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau private placement senilai USD 1,6 miliar. Nilai private placement itu sekitar Rp 24,57 triliun (asumsi kurs Rp 15.360 per dolar AS).

PT Bumi Resources Tbk akan menerbitkan maksimal 200 miliar saham baru. 85 persen akan dibeli oleh Mach Energy Ltd yang berbasis di Hong Kong, sementara Treasure Global Investments Ltd (TGIL) akan mengambil 15 persen sisanya, berdasarkan rencana penjualan.

Mach Energy dikendalikan bersama oleh konglomerasi grup Bakrie dan grup Salim. Sedangkan 85 persen TGIL dikendalikan oleh Salim, menurut prospektus yang dirilis sebelum rapat pemegang saham.

Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava menuturkan, setelah rapat pemegang saham, rencana private placement telah disetujui.

Mengutip laman Nasdaq, Selasa (11/10/2022), Dileep menuturkan, Salim dan grup Bakrie akan mengendalikan perseroan setelah private placement. PT Bumi Resources Tbk akan memakai sebagian besar private placement untuk melunasi utang dari proses restrukturisasi utang yang diperkirakan sekitar USD 1,5 miliar, menurut prospektus.

"(penerbitan saham-red) sekitar 200 miliar saham dengan harga Rp 120 per saham. (Nilai private placement-red) Rp 24 triliun, untuk melunasi utang Bumi Resources,” ujar Dileep saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

 

 

3 dari 6 halaman

Selanjutnya

Setelah penjualan, investor akan memperoleh gabungan saham sekitar 58 persen dari Bumi Resources. Lebih dari 70 persen saham BUMI saat ini dimiliki oleh pemegang saham publik.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, saham BUMI naik 3,41 persen ke posisi Rp 182 per saham. Saham BUMI dibuka naik satu poin ke posisi Rp 177 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 187 dan terendah Rp 177 per saham. Total frekuensi perdagangan 49.077 kali dengan volume perdagangan 49.023.196 saham dengan nilai transaksi Rp 889,7 miliar.

Pemegang saham Bumi Resources per 30 September 2022 antara lain HSBC-Fund SVS A/C Chendong sebesar 10,32 persen, NBS Clients sebesar 9,11 persen, Watiga Trust Ltd sebesar 5,36 persen, Long Haul Holdings Ltd sebesar 2,01 persen, PT Biofuel Indo Sumatra sebesar 1,57 persen, PT Bakrie Capital Indonesia sebesar 0,06 persen, dan masyarakat 71,57 persen.

4 dari 6 halaman

Grup Salim Masuk Bumi Resources Melalui Private Placement

Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan menerbitkan saham maksimal 200 miliar saham biasa seri C tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/private placement).

Mengutip keterbukaan informasi di laman perseroan, ditulis Senin (10/10/2022), PT Bumi Resources Tbk menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 200 miliar saham seri C dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Perseroan telah menetapkan harga pelaksanaan Rp 120 per saham.

Penerbitan harga tersebut ditentukan berdasarkan kesepakatan para pihak dilaksanakan dengan wajar, tidak melanggar undang-undang yang berlaku dan dilaksanakan dengan tidak merugikan pemegang saham bukan pengendali dan pemegang saham utama,

Dengan demikian, total nilai private placement tersebut mencapai Rp 24 triliun atau setara USD 1,6 miliar (asumsi kurs Rp 15.000 per dolar AS) yang telah disepakati antara perseroan dan pemodal.

Pemodal tersebut terdiri dari Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

Adapun pemegang saham MEL antara lain PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan 42,50 persen, yang merupakan pihak dalam pengendali oleh kelompok usaha Bakrie, Clover Wide Limited dengan kepemilikan saham 15 persen merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito, dan Mach Energy (Singapore) Pte Ltd dengan kepemilikan saham 42,50 persen merupakan pihak yang dikendalikan Anthoni Salim. MEPL merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Salim.

5 dari 6 halaman

Selanjutnya

Setelah pelaksanaan rencana PMTHMETD, BCI dengan MEPL akan bersama-sama mengendalikan MEL dan semua keputusan yang diambil oleh MEL sehubungan dengan saham perseroan yang dimiliki MEL dan hak yang melekat pada saham Perseroan yang dimiliki MEL akan disepakati bersama oleh BCI dan MEPL

Sementara itu, pemegang saham TGIL antara lain PT Aswana Pinasthika Investasi dengan kepemilikan saham 16,15 persen yang merupakan pihak yang dikendalikan Agoes Projosasmito dan Mach Energy (Singapore) Pte Ltd dengan kepemilikan saham 83,85 persen merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthony Salim.

MEL akan mengambil bagian atas 85 persen dari seluruh saham yang akan diterbitkan dalam private placement dan TGIL akan mengambil bagian atas 15 persen dari seluruh saham yang akan diterbitkan dalam private placement.

“Hubungan afiliasi dengan perseroan, khusus pemodal yang merupakan entitas kelompok usaha Bakrie, pemodal tersebut memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan karena pemodal tersebut merupakan pihak terafiliasi dari pemegang saham pengendali perseroan,” tulis manajemen BUMI.

6 dari 6 halaman

Dana Private Placement

Perseroan akan memakai dana rights issue ini antara lain sebesar USD 1,55 miliar untuk menyelesaikan kewajiban perseroan berupa pembayaran utang PKPU kepada kreditur PKPU, sebesar USD 16 juta untuk membayar biaya terkait pelaksanaan private placement, dan minimum USD 24,56 juta untuk tambahan modal kerja.

Adapun persentase kepemilikan saham seluruh pemegang saham perseroan akan terdilusi hingga 58,17 persen setelah pelaksanaan rencana private placement dilaksanakan.

Sementara itu, BUMI akan meminta persetujuan melalui RUPSLB yang akan diselenggarakan pada 11 Oktober 2022 dengan memperhatikan ketentuan yang diatur dalam anggaran dasar perseroan. 

Lebih lanjut, mata acara dari RUPSLB antara lain persetujuan atas perseroan untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan, dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 200 miliar saham.

Pada penutupan perdagangan Senin, 10 Oktober 2022, saham BUMI turun 5,38 persen ke posisi Rp 176 per saham. Saham BUMI dibuka naik 13 poin ke posisi Rp 199 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 199 dan terendah Rp 173 per saham. Total frekuensi perdagangan 72.076 kali dengan volume perdagangan 77.404.096. Nilai transaksi Rp 1,4 triliun.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS