Sukses

Top 3: Dirut Bayan Resources Low Tuck Kwong Lepas 1,07 Juta Saham BYAN

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama (dirut) sekaligus pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Dato Dr Low Tuck Kwong menjual saham BYAN pada pekan keempat Juni 2022. Saham BYAN yang dijual pun setengah dari harga pasar.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (2/7/2022), Dato Dr Low Tuck Kwong menjual 1.070.000 saham BYAN dengan harga Rp 30.000 per saham. Dengan demikian total nilai penjualan saham BYAN sekitar Rp 32,10 miliar. Penjualan saham itu dilakukan pada 22-24 dan 29 Juni 2022. Adapun tujuan dari transaksi itu untuk divestasi dengan status kepemilikan langsung.

Dato Dr Low Tuck Kwong menjual saham BYAN di bawah harga pasar. Melihat data RTI, harga saham BYAN pada 22 Juni 2022 ditutup melemah 0,27 persen ke posisi Rp 64.050 per saham.

Dirut Bayan Resources Low Tuck Kwong Lepas 1,07 Juta Saham BYAN di Bawah Harga Pasar menyita perhatian pembaca di saham. Berikut tiga populer di saham yang dirangkum pada Minggu (3/7/2022):

1.Dirut Bayan Resources Low Tuck Kwong Lepas 1,07 Juta Saham BYAN di Bawah Harga Pasar

Direktur Utama (dirut) sekaligus pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Dato Dr Low Tuck Kwong menjual saham BYAN pada pekan keempat Juni 2022. Saham BYAN yang dijual pun setengah dari harga pasar.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (2/7/2022), Dato Dr Low Tuck Kwong menjual 1.070.000 saham BYAN dengan harga Rp 30.000 per saham. Dengan demikian total nilai penjualan saham BYAN sekitar Rp 32,10 miliar. Penjualan saham itu dilakukan pada 22-24 dan 29 Juni 2022. Adapun tujuan dari transaksi itu untuk divestasi dengan status kepemilikan langsung.

Dato Dr Low Tuck Kwong menjual saham BYAN di bawah harga pasar. Melihat data RTI, harga saham BYAN pada 22 Juni 2022 ditutup melemah 0,27 persen ke posisi Rp 64.050 per saham.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

2.Saham Perusahaan Teknologi AS Tutup Kuartal II dengan Penurunan

Saham teknologi besar seperti Tesla, Amazon, dan Microsoft baru saja menyelesaikan kuartal terburuk mereka dalam beberapa tahun. Investor menurunkan valuasi perusahaan teknologi terbesar di dunia pada kuartal kedua karena bank sentral menaikkan suku bunga untuk menangkal inflasi.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (2/7/2022), nama-nama teknologi besar menjadi kurang berharga pada kuartal pertama, dengan invasi Rusia ke Ukraina memotong bisnis dan menambah komplikasi pasokan yang muncul dalam pandemi, mengirim indeks S&P 500 turun sekitar 5 persen. 

Situasi memburuk pada kuartal kedua karena Federal Reserve beraksi dengan kenaikan suku bunga. Sementara S&P anjlok 16 persen lagi, indeks Nasdaq Composite yang sarat teknologi turun 22 persen.

Perusahaan, pembuat kendaraan listrik Tesla mengalami penurunan kuartalan terbesar sejak penawaran umum perdana 2010 karena sahamnya merosot hampir 38 persen. Pada kuartal tersebut, CEO Elon Musk mengajukan tawaran untuk mengakuisisi perusahaan media sosial Twitter senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 658,9 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.Membandingkan Tebaran Dividen 3 Perusahaan Rokok

3 Perusahaan rokok tak luput membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya pada tahun ini. Ketiga produsen tersebut yakni Gudang Garam, HM Sampoerna dan Wismilak.

Besaran dividen bervariasi tergantung keputusan rapat umum pemegang saham masing-masing perusahaan.

Disimak besaran dividen 3 perusahaan rokok pada 2022, Sabtu (2/7/2022):

1. Gudang Garam

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 4,32 triliun. Pembagian dividen tersebut setara Rp 2.250 per saham. Penetapan dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Gudang Garam Tbk pada Kamis, 30 Juni 2022.

Selain itu, laba yang tidak dibagikan akan dimasukkan dalam akun saldo laba dan akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.

RUPST Perseroan juga merombak susunan pengurus perseroan. RUPST mengangkat Indra Gunawan Wonowidjojo sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan dan Slamet Budiono sebagai direktur perseroan.

Penetapan tersebut terhitung sejak Rapat Umum Pemegang Saham dan untuk jangka waktu yang merupakan sisa masa jabatan dari anggota direksi lainnya yang masih menjabat hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham pada 2025.

 

Berita selengkapnya baca di sini