Sukses

IHSG Bakal Konsolidasi pada 27 Juni-1 Juli 2022, Ini Menu Saham Pilihan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal konsolidasi pada 27 Juni-1 Juli 2022. Rilis data inflasi dan pertemuan sejumlah bank sentral akan bayangi IHSG sepekan.

"Untuk sepekan IHSG berpotensi menguat di awal pekan. Namun, di pertengahan berpotensi melemah karena ada meeting beberapa bank sentral seperti AS dan Eropa serta rilis data inflasi Indonesia,” ujar Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheryl Tanuwijaya, saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Senin (27/6/2022).

Dia menambahkan, IHSG selama sepekan berpotensi konsolidasi di level support 6.800 dan resistance 7.150.

Untuk saham menarik yang bisa dicermati selama sepekan, Cheryl merekomendasikan saham LQ-45 yang sedang koreksi antara lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Sementara itu, CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, IHSG selama sepekan cenderung tertekan.

William mengatakan ada sentimen dari dalam negeri seperti jelang rilis inflasi dan turis arrival. Sedangkan, dari luar negeri minim sentimen.  IHSG diperkirakan berada di kisaran support 6.888 dan resistance 7.197.

Sedangkan, untuk saham menarik yang bisa dicermati pelaku pasar, William memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), serta PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

  

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sentimen yang Bayangi IHSG

Sementara itu, Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, IHSG masih berpotensi menguat ke intraday gap 7.163 pekan depan dari faktor technical daily closed di atas 5 day moving average (MA) di 7.009.

"Sentimen dari wall street di mana mengukur kembali rencana kenaikan suku bunga the Fed di 2022 jelang Pidato Fed Powell, ECB Lagarde Rabu dan data inflasi indonesia 1 Juli, di mana diprediksi mencapai 4,14 persen Juni dari 3,55 persen di Mei,” kata Andri Zakaria.

Sedangkan, Andri memperkirakan IHSG selama sepekan berada di level support 6.900 dan resistance 7.200.

Untuk saham menarik yang bisa dicermati selama sepekan, Andri memilih dari beberapa sektor antara lain konsumer, infrastruktur, teknologi dan komoditas.

Saham-saham yang dapat dicermati antara lain UNVR, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), INDF, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Kemudian PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT PP Tbk (PTPP), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO),PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Lalu PT Adaro Minerals Tbk (ADMR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

 

3 dari 4 halaman

Kinerja IHSG Sepekan pada 20-24 Juni 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat selama sepekan. Pergerakan IHSG dibayangi sentimen global terutama kekhawatiran resesi dari Amerika Serikat (AS) dan ada pemangkasan ekonomi global.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (25/6/2022),  IHSG naik 1,53 persen ke posisi 7.042,93 pada periode 20-24 Juni 2022 dari pekan sebelumnya 6.936,96. Peningkatan juga diikuti kapitalisasi pasar bursa yang naik 0,93 persen menjadi Rp 9.171,842 triliun. Kapitalisasi pasar tersebut naik Rp 84 triliun dari pekan lalu Rp 9.087,68 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya menuturkan, IHSG sepekan dipengaruhi pergerakan dan sentimen global seiring ada pemangkasan ekonomi global dan kekhawatiran resesi di AS.

“Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan 7DRRR pada angka 3,5 persen dan mulai membaiknya ekonomi dalam negeri,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu pekan ini.

 

 

4 dari 4 halaman

Kekhawatiran Resesi di AS

Ia menambahkan, dengan ada kekhawatiran resesi di AS dan akan berpengaruh ke global, investor dapat mengurangi porsi di instrumen investasi berisiko.

“Untuk pekan depan (Senin), kami perkirakan IHSG berpeluang menguat untuk uji kembali 7.060-7.080,” ujar dia.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan meningkat 0,55 persen Rp 17,33 triliun dari Rp 17,23 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi bursa mengalami perubahan 11,92 persen menjadi 24,75 miliar saham dari 28,10 miliar saham pada penutupan pekan lalu.

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa turun 9,01 persen menjadi 1.257.107 transaksi dari 1.381.605 transaksi pada penutupan pekan lalu.

Adapun investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 1,08 triliun. Sepanjang 2022, investor asing mencatatkan beli bersih Rp 65,02 triliun.