Sukses

Bumi Serpong Damai Absen Tebar Dividen 2021

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan tidak membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2021. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), 14 Juni 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (18/6/2022), PT Bumi Serpong Damai Tbk memutuskan menetapkan penggunaan laba bersih Rp 1,34 triliun antara lain sebesar Rp 2 miliar untuk dana cadangan.

Hal ini guna memenuhi ketentuan pasal 84 Anggaran Dasar Perseroan dan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sedangkan sisanya sebesar Rp 1,34 triliun akan dicatat sebagai laba ditahan untuk keperluan modal kerja perseroan.

Dalam keterangan tertulis perseroan, laba disisihkan Rp 1,35 triliun untuk laba ditahan dan Rp 2 miliar sebagai cadangan, Bumi Serpong Damai akan memperkuat struktur permodalan untuk mengembangkan proyek-proyek properti unggulan yang akan dikembangkan pada 2022.

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya menuturkan, sebagai mitigasi risiko dan denga nada keputusan pemegang saham itu, perseroan memiliki fundamental permodalan yang solid untuk menjamin pendanaan dan penyelesaian atas proyek-proyek properti yang dikelola.

PT Bumi Serpong Damai Tbk saat ini memiliki persediaan real estate Rp 5,73 triliun yang terdiri dari akun tanah dan bangunan yang siap dijual dan bangunan yang sedang dikonstruksi.

Untuk persediaan dalam kategori tanah dan bangunan yang siap dijual hingga akhir Maret 2022 tercatat Rp 3,21 triliun. Proyek BSD City dan The Element tercatat sebagai proyek dengan persediaan terbesar yakni Rp 2,01 triliun.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Proyek Perseroan

Kemudian proyek dengan persediaan tanah dan bangunan yang siap dijual terbesar selanjutnya adalah Klaska Residence Rp 286,19 miliar dan South Gate Rp 239,71 miliar.

Sedangkan kategori bangunan yang sedang dikonstruksi tercatat memiliki persediaan senilai Rp 2,5 triliun. Adapun proyek BSD City dan The Element menjadi proyek dengan kontribusi tertinggi Rp 788,32 miliar.

Hermawan mengatakan, besarnya persediaan itu menggambarkan potensi Bumi Serpong Damai atas prospek pendapatan ke depan. “Kami terus berupaya meningkatkan produksi real estate yang berkualitas untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen,” tutur dia.

Perseroan juga optimistis terhadap kinerja perseroan seiring pulihnya aktivitas masyarakat dan perekonomian pada masa transisisi dari pandemi ke endemi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berujung pada peningkatan daya beli masyarakat. Hermawan yakin target prapenjualan Rp 7,7 triliun hingga akhir 2022. “Terlebih dukungan pemerintah berupa insentif keringanan PPN masih berlanjut pada 2022,” ujar dia.

 

3 dari 4 halaman

Luncurkan Produk Baru

Propek sektor properti pada 2022 terus berkembang, terutama untuk rumah tapak yang menjadi salah-satu fokus utama pengembangan bisnis Bumi Serpong Damai.

Pertumbuhan residensial di daerah sub-urban dengan konsep hunian terpadu (hunian, komersial, hiburan dan perkantoran) masih menjadi pilihan utama konsumen.

Penjualan segmen rumah tapak/residensial diperkirakan akan berkontribusi sebesar 74 persen atas target prapenjualan 2022, sedangkan 16 persen dari penjualan komersial antara lain (tanah kavling, ruko/ruko, kondominium) dan sisa lain-lain sebesar 10 persen.

Untuk mendukung pencapaian target tahun ini, perseroan akan meluncurkan produk-produk properti berkualitas baik itu rumah tapak, apartmen, ruko dan maupun unit komersial lain dengan kisaran harga Rp1 miliar hingga Rp15 miliar.

Selain gencar mengembangkan produk-produk rumah tapak, lini bisnis perkantoran dan ritel juga terus dikembangkan, baik di tengah kota Jakarta maupun ekspansi ke sub-urban seperti BSD City dan Aeon Mall Tanjung Barat, dengan harapan pendapatan berulang tetap terjaga di proporsi di atas 20 persen.

4 dari 4 halaman

Presiden Komisaris Bumi Serpong Damai Beli 2,17 Juta Saham BSDE

Sebelumnya, Presiden Komisaris PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Muktar Widjaja membeli saham BSDE pada 23-35 Mei 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Presiden Komisaris PT Bumi Serpong Damai Tbk Muktar Widjaja membeli 2.179.600 saham BSDE dengn harga rata-rata pembelian per saham Rp 917,49. Total nilai pembelian saham itu sekitar Rp 1,99 miliar. Tujuan transaksi pembelian saham itu untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.

Setelah transaksi pembelian saham BSDE, Muktar Widjaja memiliki 98.606.300 saham dari sebelumnya 96.426.700 saham.

Pemegang saham BSDE per 30 April 2022 berdasarkan data RTI antara lain PT Paraga Arta Mida sebesar 32,66 persen, PT Ekacentra Usahamaju sebesar 25,63 persen, masyarakat sebesar 40,29 persen dan saham treasury sebesar 1,22 persen.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Juni 2022, saham BSDE turun 0,53 persen ke posisi Rp 930 per saham. Saham BSDE dibuka stagnan di posisi Rp 935 per saham.

Saham BSDE berada di level tertinggi Rp 945 dan terendah Rp 930 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.291 kali dengan volume perdagangan 130.468 saham. Nilai transaksi Rp 12,2 miliar.

Sepanjang 2022, saham BSDE turun 7,92 persen ke posisi Rp 930 per saham. Saham BSDE berada di level tertinggi Rp 1.080 dan terendah Rp 880 per saham. Total volume perdagangan 3.175.708.051. Nilai transaksi Rp 3,1 triliun. Total frekuensi perdagangan 362.144 kali.