Sukses

Antam Realisasikan Belanja Modal Rp 151 Miliar hingga Kuartal I 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 151 miliar hingga kuartal I 2022.

Direktur Utama Antam, Nicolas D. Kanter menyampaikan, realisasi belanja modal itu setara 30 persen dari target realisasi belanja modal untuk periode tiga bulan pertama pada 2022.

“Capex kita ytd March 2022 Rp 508 miliar. Budget tiga bulan itu. Kalau serapan capexnya masih rendah. Actual ytd March 2022 30 persen. Jadi 151 yang kita suka keluarkan,” kata dia dalam konferensi pers usai RUPST Antam di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Nico menambahkan, realisasi belanja modal untuk kuartal I 2022 berkaitan dengan konstruksi sejumah proyek yang tengah digarap perseroan. Sementara untuk operasional sekitar 30 miliar.

"Rincian capex sampai kuartal I 2022, untuk operasional Rp 30 miliar, strategi inisiatif Rp 104 miliar, dan investment lain berkaitan public excellence sekitar Rp 17 miliar,” beber Nico.

Pada 2022, Antam terus berkomitmen melanjutkan proyek pengembangan strategis perusahaan. Terkait penyelesaian proyek pembangunan pabrik feronikel berkapasitas 13.500 TBi per tahun di Halmahera Timur beserta dengan infrastruktur pendukung pabrik yang telah memasuki fase konstruksi proyek.

Pada Maret 2022, Antam dan PT PLN telah melakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL) terkait pengadaan pasokan listrik smelter feronikel Halmahera Timur di Maluku Utara untuk periode 30 tahun ke depan.

Sementara terkait dengan inisiatif pengemangan hilirisasi nikel untuk baterai kendaraan listrik, pada April 2022, perseroan bersama PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC) dan PT NIngbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd (CBL) telah melakukan penandatanganan framework agreement terkait inisiatif pengembangan untuk baterai kendaraan listrik terintegrasi.  Antam dan IBC juga menandatangani perjanjian serupa dengan LG Energy Solution.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Kinerja Kuartal I 2022

Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau disebut Antam membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I 2022. Selama tiga bulan pertama, Antam mencatat pertumbuhan laba bersih signifikan dan penjualan.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Aneka Tambang Tbk mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,46 triliun selama tiga bulan pertama 2022. Jika dibandingkan kuartal I 2021 perseroan raup laba Rp 630,37 miliar, laba tersebut tumbuh 132,46 persen.

Kinerja laba tersebut juga ditopang kenaikan penjualan Antam yang naik 6 persen menjadi Rp 9,75 triliun pada kuartal I 2022 jika dibandingkan periode kuartal I 2021 sebesar Rp 9,21 triliun.

Penjualan bersih domestik menjadi penyumbang capaian yang dominan sebesar Rp 7,42 triliun atau 76 persen dari total penjualan bersih Antam pada kuartal I 2022. Demikian mengutip keterangan tertulis perseroan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (21/5/2022).

Perseroan mencatat earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp 2,54 triliun pada kuartal I 2022. Realisasi EBITDA naik 105 persen jika dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 1,24 triliun.

 

3 dari 5 halaman

Rincian Kinerja Lainnya

"Pertumbuhan EBITDA yang positif terutama didukung oleh kinerja operasi dan penjualan komoditas utama Antam yang solid serta peningkatan efisiensi biaya di tengah apresiasi positif kenaikan harga komoditas global,” tulis perseroan.

Perseroan juga membukukan laba kotor Rp 2,45 triliun atau tumbuh 51 persen dari kuartal I 2021 sebesar Rp 1,63 triliun. Laba usaha perseroan bertambah 104 persen menjadi Rp 1,62 triliun pada kuartal I 2022. Pada periode kuartal I 2021, laba usaha tercatat Rp 793,89 miliar.

“Faktor pendukung tercapainya peningkatan ini adalah optimalisasi tingkat penjualan serta pengelolaan biaya beban pokok penjualan dan usaha yang optimal serta katalis positif kenaikan harga komoditas global,” tulis perseroan.

Dengan demikian, perseroan membukukan laba bersih per saham dasar dan dilusi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 60,98 pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 26,23.

4 dari 5 halaman

Tebar Dividen 50 Persen dari Laba Bersih 2021

Sebelumnya, pemegang saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 930 miliar.

Corporate Secretary Division Head Antam, Syarif Faisal Alkadrie menyampaikan, besaran dividen tunai tersebut setara 50 persen dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021.

"Pada mata acara RUPST kedua, disetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2021 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan, yaitu dividen sebesar 50 persen atau Rp 930,87 miliar,” ungkap Syarif dalam konferensi pers usai RUPST Aneka Tambang di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Sementara sisa laba bersih atau 50 persen lainnya dicatat sebagai saldo laba. Adapun sepanjang tahun lalu, Antam mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 40,4 persen menjadi Rp 1,86 triliun pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,14 triliun.

Raihan itu diperoleh dari kenaikan penjualan menjadi Rp 38,44 triliun pada 2021. Tumbuh 40,4 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 27,37 triliun.

Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Dalam RUPST ini, telah diangkat kembali Gumilar Rusliwa Somantri dan Anang Sri Kusuwardono sebagai Komisaris Independen Antam.

5 dari 5 halaman

Susunan Pengurus

Dengan demikian, susunan pengurus perseroan menjadi sebagai berikut:

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: F.X. Sutijastoto

Komisaris Independen: Gumilar Rusliwa Somantri

Komisaris Independen: Anang Sri Kusuwardono

Komisaris: Bambang Sunarwibowo

Komisaris: Dilo Seno Widagdo

Direksi

Direktur Utama: Nicolas D. Kanter

Direktur Operasi dan Produksi: I Dewa Wirantaya

Direktur Penembangan Usaha: Dolok Robert Silaban

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Elisabeth RT Siahaan

Direktur Sumber Daya Manusia: Basar Simanjuntak