Sukses

10 Saham Paling Tertekan pada 11-14 April 2022

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,34 persen pada 11-14 April 2022. IHSG menguat ke posisi 7.235 pada pekan ini dari pekan lalu 7.210,83. Saat IHSG menguat, ada 10 saham mencatat penurunan terbesar atau top losers.

Kapitalisasi pasar bursa meningkat 3,97 persen ke posisi Rp 9.405,31 triliun pada pekan ini. Pada pekan lalu, kapitalisasi pasar bursa tercatat Rp 9.046,30 triliun.

Pada pekan ini, rata-rata volume harian bursa catat kenaikan tertinggi sebesar 39,66 persen menjadi 31 miliar saham dari 22,19 miliar pada penutupan perdagangan pekan lalu.  Demikian mengutip dari data BEI, Sabtu (16/4/2022).

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa naik 27,28 persen menjadi Rp 17,62 triliun pada 11-14 April 2022 dari pekan lalu Rp 13,84 triliun. Rata-rata frekuensi harian bursa meningkat 20,15 persen menajdi 1.625.136 transaksi dari 1.352.621 transaksi pada pekan sebelumnya.

Pada pekan ini, sebagian besar sektor saham menghijau. . Indeks sektor saham transportasi dan logistik memimpin kenaikan dengan melonjak 4,37 persen. Selanjutnya, indeks sektor saham IDXhealth menguat 3,14 persen dan indeks sektor saham IDXtechno menguat 2,14 persen.

Di sisi lain, empat sektor saham berada di zona merah. Indeks sektor saham IDXbasic memimpin koreksi. Indeks sektor saham IDXbasic susut 3,04 persen. Kemudian indeks sektor saham IDXnonsiklikal melemah 1,42 persen, indeks sektor saham IDXfinance merosot 1,31 persen dan indeks sektor saham IDXproperty turun 1,24 persen.

DI tengah kenaikan IHSG selama sepekan, ada 10 saham yang alami koreksi tajam atau top losers pada 11-14 April 2022. Berikut 10 saham top losers dikutip dari data RTI:

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

10 Saham Top Losers

1.PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)

Saham SUPR melemah 25,11 persen dari Rp 40.925 per saham menjadi Rp 30.650 per saham.

2.PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA)

Saham BIKA melemah 24,14 persen dari Rp 290 per saham menjadi Rp 220 per saham.

3.PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB)

Saham GLOB melemah 23,81 persen dari Rp 210 per saham menjadi Rp 160 per saham

4.PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO)

Saham SICO merosot 23,62 persen dari Rp 254 per saham menjadi Rp 194 per saham.

5.PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE)

Saham UFOE melemah 22,32 persen ke posisi Rp 1.305 per saham dari pekan lalu Rp 1.680 per saham.

6.PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM)

Saham DFAM tergelincir 21,92 persen dari Rp 730 per saham menjadi Rp 570 per saham.

7.PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR)

Saham PANR susut 20,65 persen dari Rp 310 per saham menjadi Rp 246 per saham.

8.PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

Saham WIFI melemah 18,85 persen ke posisi Rp 396 per saham dari pekan lalu Rp 488 per saham.

9.PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX)

Saham DMMX merosot 17,74 persen menjadi Rp 1.600 per saham dari pekan lalu Rp 1.945 per saham.

10.PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT)

Saham BAUT merosot 17,57 persen menjadi Rp 61 per saham dari pekan lalu Rp 74 per saham.

 

3 dari 4 halaman

IHSG Naik 0,34 Persen pada 11-14 April 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada periode 11-14 April 2022. Penguatan IHSG ini juga didukung dari aksi beli investor asing.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, 15 April 2022,  IHSG naik 0,34 persen dari 7.210,08 pada pekan lalu menjadi 7.235,53 pada Kamis, 14 April 2022. Pada periode 4-8 April 2022, IHSG menguat 1,87 persen dari 7.078,76 menjadi 7.210.

Kapitalisasi pasar bursa pun meningkat 3,97 persen. Bahkan kapitalisasi pasar bursa menembus rekor baru Rp 9.400 triliu, tepatnya Rp 9.405,31 triliun dari Rp 9.046,30 pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume harian bursa mencatat peningkatan tertinggi sebesar 39,66 persen menjadi 31 miliar saham dari 22,19 miliar saham pada penutupan pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian bursa juga naik 27,28 persen menjadi Rp 17,62 triliun dari Rp 13,84 triliun pada pekan lalu.

Selanjutnya rata-rata frekuensi harian bursa meningkat 20,15 persen menjadi 1.625.136 transaksi dari 1.352.621 transaksi pada pekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp 80,13 miliar. Sepanjang 2022, investor asing membukukan aksi beli saham Rp 41,39 triliun.

Selama sepekan ini, BEI diwarnai dengan pencatatan dua saham dan satu obligasi. Pada Senin, 11 April 2022, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan sahamnya di Papan Utama sebagai perusahaan tercatat ke-15 tahun 2022 dan ke-781 di BEI.

4 dari 4 halaman

Pencatatan Saham dan Obligasi

Sebelumnya, GOTO bergerak pada sektor Technology dengan sub sektor Software & IT Services. Adapun Industri dan sub industri GOTO adalah Online Applications and Services. Selanjutnya pada Selasa, 12 April 2022, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan sahamnya di Papan Utama sebagai Perusahaan tercatat ke-16 tahun 2022 dan ke-782 di BEI.

TLDN bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Food & Beverage. Adapun Industri TLDN adalah Agricultural Products dengan sub industri Plantations & Crops.

Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap II Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) resmi tercatat di BEI pada Senin, 11 April 2022, dengan nilai nominal sebesar Rp 800 miliar.

Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk obligasi ini adalah AA-(Idn) (Double A Minus) dan bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2022 adalah 38 emisi dari 31 emiten senilai Rp41,68 triliun.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 496 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp450,26 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 125 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 153 seri dengan nilai nominal Rp4.825,65 triliun dan USD200,65 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp4,44 triliun.