Sukses

Menelisik Kinerja Emiten Farmasi Sepanjang 2021, Mana Paling Cuan

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah emiten farmasi telah mengumumkan laporan keuangan untuk tahun buku 2021. Dari sisi pendapatan tercatat masih tumbuh meski tak terlalu signifikan.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan pendapatan Rp 12,86 triliun, naik 28,5 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 10 triliun.

Raihan ini terdiri dari segmen manufaktur Rp 2,51 triliun, distribusi Rp 4,14 triliun, retail Rp 5,56 triliun, dan lainnya Rp 639,94 miliar.

Sepanjang 2021, KAEF berhasil membukukan laba tahunberjaan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 302,27 miliar. Angka itu melonjak 1.613 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 17,66 miliar.

Merujuk laporan keuangan perseroan, selain dari penjualan, kenaikan laba yang signifikan itu disokong selisih kurs mata uang asing yang tercatat Rp 6,64 miliar dibanding sebelumnya yang minus Rp 8,28 miliar.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)Kalbe mengumumkan penjualan bersih mencapai Rp 26,26 triliun, naik 13,62 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 23,11 triliun.

Penjualan berasal dari obat resep Rp 5,72 triliun, produk kesehatan Rp 3,62 triliun, nutrisi Rp 7,17 triliun, serta distribusi dan logistik Rp 9,75 triliun.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,18 triliun, naik 16,48 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 2,73 triliun.

PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC)Perseroan mencatatkan penjualan 2,99 triliun, naik 12,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,64 triliun.

Raihan itu berasal dari penjualan obat resp Rp 1,78 triliun, alat kesehatan Rp 551,16 miliar, obat non-resep Rp 310,83 miliar.

Pada periode 2021, perseroan berhasil menekan beban keuangan, sehingga mampu mencatatkan laba tahun berjalan Rp 9,57 miliar. Naik 241,3 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 2,8 miliar.

 

2 dari 2 halaman

Emiten Lainnya

PT Soho Global Health Tbk (SOHO) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 7,08 triliun di 2021, naik 14,8 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 6,16 triliun.

Rinciannya, berasal dari distribusi sebesar Rp 5,46 triliun, produk profesional Rp 620,15 miliar, produk kesehatan Rp 627,95 miliar, alliance Rp 91,83 miliar, dan lainnya Rp 272,66 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 552,8 miliar. Naik 235,6 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 164,73 miliar.

Selain dari kenaikan penjualan, laba bersih tahun buku 2021 juga disokong amortisasi diskonto obligasi wajib konversi yang tercatat nol dibandingkan tahun sebelumnya yang minus hingga Rp 8,53 miliar.

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) membukukan pertumbuhan minim. Pada 2021, penjualan perseroan naik tipis sebesar 2,43 persen menjadi Rp 11,23 triliun dari Rp 10,97 triliun di 2020.

Raihan itu berasal dari produk farmasi Rp 3,54 triliun, produk konsumen dan kosmetika Rp 3,37 triliun, jasa distribusi Rp 4,32 triliun.

Pada periode ini, perseroan mengukuhkan laba tahun berjalan juga naik tipis yakni sebesar 5,21 persen menjadi Rp 877,82 miliar dari sebelumnya Rp 834,34 miliar.